Sumber informasi

Tips Kredit Motor Anti Ditarik Debt Collector, Perhitungkan Cicilan Agar Pembayaran Lancar

Tips kredit motor yang tepat akan memudahkan konsumen saat proses pengajuan dan selama masa kredit berlangsung. Penting untuk memperhitungkan uang muka sekaligus cicilannya agar pembayaran lancar. Tak perlu sampai ada kejadian motor ditarik oleh debt collector.

Tips Kredit Motor

Ilustrasi tips kredit motor (Foto: Aussie Bike Loans)

Sampai saat ini sepeda motor dapat dikatakan sebagai jenis kendaraan paling populer di Indonesia. Peredarannya bukan hanya terpusat di perkotaan. Sepeda motor juga menjadi andalan mobilitas bagi konsumen di pelosok-pelosok daerah.

Hal tersebut didorong sejumlah alasan. Pertama, kemampuan mengendarai sepeda motor relatif lebih mudah dikuasai dibandingkan kendaraan roda empat. Kedua, sepeda motor menawarkan kepraktisan lebih dalam penggunaan sehari-hari.

Di samping itu, harga sepeda motor juga jelas lebih murah dibandingkan mobil. Tapi mesti diingat bahwa murah atau mahal itu bersifat relatif bagi setiap individu. Terkait hal tersebut, pembelian dengan cara kredit sebenarnya hadir sebagai sebuah solusi.

Dengan cara semacam ini maka konsumen tak perlu membayar penuh harga sepeda motor yang diinginkannya. Alih-alih pembelian dilakukan dengan cara membayar uang muka kemudian mencicil angsurannya setiap bulan.

Sekilas semua itu terdengar simpel dan pada kenyataannya pun demikian. Saat ini kredit motor dapat dikatakan sangat mudah untuk dilakukan. Bahkan untuk uang muka tak jarang ada penawaran down payment (DP) hingga di bawah Rp1 juta.

Namun di balik semua kemudahan tersebut ada beberapa hal bersifat prinsipiel atau mendasar yang mesti dipahami.

Tips Kredit Motor yang Aman

1. Menentukan Besarnya Cicilan

Saat hendak melakukan kredit motor maka seseorang bisa menentukan sendiri berapa besar cicilan yang mesti dibayar setiap bulan. Sayangnya masih banyak konsumen yang tidak memikirkan besarnya nilai tersebut secara serius.

Akhirnya cicilan bulanan terasa berat untuk dibayar karena terlalu besar. Atau sebaliknya, cicilan justru terlalu ringan dan terasa tidak selesai-selesai.

Solusinya bisa mengacu pada rumus umum yang banyak digunakan untuk menentukan alokasi finansial rumah tangga ataupun individu. Dalam hal ini cicilan bisa disamakan dengan utang. Dan sebaiknya besar alokasi utang setiap bulan tak lebih dari 30% pendapatan.

Sebagai contoh, jika seseorang memiliki penghasilan Rp5.000.000 per bulan maka 30% dari angka tersebut adalah Rp1.500.000. Dari titik ini tinggal menentukan tenor atau jangka waktu cicilannya.

2. Pilih Uang Muka Sebesar Mungkin

Tips kredit motor selanjutnya yang tak kalah penting ialah menentukan uang muka atau down payment (DP).

Untuk hal yang satu ini disarankan memilih angka sebesar mungkin yang kita mampu. Karena dengan begitu harapannya tenor bisa jadi lebih singkat dengan menggunakan angka cicilan yang sudah dihitung pada poin sebelumnya.

Saat ini memang banyak ditemukan penawaran uang muka rendah, bahkan di bawah Rp1 juta untuk kredit motor-motor entry level. Konsumen boleh-boleh saja memanfaatkan penawaran semacam itu jika kondisi finansial berada di level tersebut.

Namun yang harus diingat, uang muka yang rendah akan berujung pada cicilan yang lebih besar atau tenornya terlalu panjang.

Tips Kredit Motor 02

Ilustrasi (Foto: Indusind)

3. Cari Tahu Detail Pembayaran Cicilan

Saat hendak kredit motor dapat dipastikan konsumen bakal dihadapkan pada beberapa pilihan lembaga pembiayaan alias leasing. Masing-masing leasing memang berusaha memberikan kemudahan bagi nasabahnya untuk melakukan pembayaran.

Namun tak ada salahnya menanyakan cara pembayaran cicilan yang disediakannya. Saat ini tengah populer cara pembayaran melalui saluran digital yang pastinya lebih praktis dibanding harus melakukannya via teller bank atau kasir minimarket.

Hal lain yang mesti dipastikan ialah tanggal jatuh tempo pembayaran setiap bulan. Selain itu, informasi semacam besarnya denda keterlambatan dan mekanisme pengambilan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) setelah cicilan lunas juga perlu diketahui.

4. Siapkan Dokumen Persyaratan

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi ketika saat seseorang hendak melakukan kredit motor. Dokumen-dokumen persyaratan tersebut biasanya mesti diserahkan kepada petugas yang melakukan survei ke tempat tinggal calon konsumen.

Patut diketahui, dokumen persyaratan itu sendiri berbeda-beda tergantung kategori konsumennya. Misalnya untuk mereka yang berstatus karyawan, pengusaha, atau perusahaan akan terdapat beberapa perbedaan jenis dokumen.

Sebagai gambaran, berikut adalah contoh dokumen persyaratan kredit kredit motor untuk konsumen individu yang bekerja sebagai karyawan, dirangkum dari situs web Adira Finance.

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Memiliki masa kerja minimal 1 (satu) tahun
  • Usia minimal 21 tahun / sudah menikah / pernah menikah
  • Fotokopi KTP pemohon yang masih berlaku
  • Fotokopi pasangan yang masih berlaku (jika sudah menikah)
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) atau akta nikah
  • Fotokopi bukti kepemilikan rumah atau bukti tempat tinggal (rekening listrik / telefon / PAM / PBB / AJB)
  • Fotokopi bukti penghasilan berupa slip gaji atau surat keterangan gaji (slip gaji minimal 3 bulan terakhir)
  • Fotokopi NPWP jika pembiayaan dana lebih dari Rp50 juta
  • Usia maksimal pemohon pada saat lunas kredit adalah 55 tahun

5. Jangan Menitipkan Uang Cicilan kepada Siapa Pun

Pada poin tiga disebutkan salah satu informasi yang harus diketahui ketika hendak melakukan kredit motor ialah mengetahui cara pembayaran yang disediakan oleh leasing. Bukan tanpa maksud, hal tersebut bertujuan agar pembayaran yang Carmudian lakukan langsung masuk ke rekening perusahaan leasing dan tercatat oleh sistemnya.

Jangan pernah sekali pun menitipkan pembayaran uang cicilan pada petugas leasing atau siapa pun yang mengaku bisa membantu melakukan pembayaran. Sebabnya tidak ada yang tahu pasti niat dari orang tersebut.

Kasus penggelapan uang angsuran oleh oknum semacam itu sudah bukan barang baru lagi, tapi kemungkinan masih ada konsumen yang belum mengetahuinya. Maka dari itu pastikan selalu membayar uang cicilan melalui cara yang disediakan secara resmi oleh pihak leasing.

Ilustrasi BPKB

Ilustrasi BPKB (Foto: Wuling)

6. Ketahui Informasi tentang Surat Keterangan BPKB

Setiap kendaraan bermotor harus membayar pajak tahunan. Begitu juga dengan sepeda motor yang statusnya masih kredit. Masalah yang kerap dihadapi pemilik motor kredit saat hendak bayar pajak ialah BPKB tidak berada di tangan karena masih dipegang pihak leasing.

Solusinya, konsumen harus membuat meminta surat keterangan dari pihak leasing yang menjelaskan BPKB kendaraan yang bersangkutan benar adanya masih berada di pihak mereka karena cicilannya belum lunas.

Pada saat hendak melakukan kredit, konsumen sebaiknya meminta informasi sejelas-jelasnya mengenai ke mana dirinya dapat minta surat semacam itu. Baik itu alamat kantor cabang atau nomor telefon khusus yang dapat dihubungi untuk pengurusannya.

7. Bayar Cicilan Tepat Waktu

Tips kredit motor bukan hanya terkait proses pengajuannya, melainkan juga ketika seorang konsumen sudah berhasil memiliki motor yang diinginkan. Hal yang perlu diperhatikan dalam tahap ini ialah membayar cicilan tepat waktu.

Karena dengan begitu Carmudian akan merasa lebih nyaman dalam menggunakan kendaraan. Jika suatu saat hendak melakukan over kredit pun maka tidak ada cicilan yang menunggak dan membuat prosesnya jadi lebih lancar.

Tapi yang lebih penting lagi, dengan membayar cicilan tepat waktu artinya tidak ada denda yang jumlahnya bisa saja mengejutkan. Pasalnya denda kredit motor biasanya ditagih pada akhir masa kredit ketika hendak mengambil BPKB.

Penulis: Mada Prastya

Editor: Dimas

Mada Prastya

Bergabung sebagai penulis di Carmudi Indonesia sejak Februari 2021. Menyukai kendaraan roda dua karena simpel, cepat, dan memberi rasa kebebasan dalam berkendara. Email: [email protected]

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *