Berita Mobil Sumber informasi Tips dan Trik

Tips Merawat Mesin Turbo : Yang Penting Rajin Ganti Oli dan Service Berkala

Mesin Turbo

Merawat mesin turbo cukup dengan rajin ganti oli dan service rutin (DFSK)

Jakarta – Tak bisa dipungkiri kalau saat ini semakin banyak mobil penumpang yang masuk ke Indonesia dengan membawa mesin kecil tapi menggendong teknologi turbocharged.

Tujuannya tak lain dan tak bukan untuk menjaga performa mesin berkubikasi kecil tetap ‘galak’, tapi bisa irit dan punya emisi gas buang yang rendah.

Namun problemnya adalah banyak orang yang enggan pilih turbo karena dinilai susah dalam hal perawatan.

Apalagi zaman dulu teknologi turbo dikenal sebagai pendongkrak tenaga mesin sehingga disebut boros dan jadi faktor rontoknya mesin.

“Teknologi turbo sendiri memang pada awalnya digunakan pada pesawat saat Perang Dunia I berlangsung. Artinya teknologi ini memang bukan teknologi turunan otomotif,” jelas Taqwa Suryo Swasono, pemilik bengkel Garden Speed beberapa waktu lalu.

Lalu kemudian berkembang dan diaplikasikan pada kendaraan, khususnya mobil truk.

Kemudian mulai diaplikasikan di mobil-mobil penumpang dengan tujuan menekan tingkat emisi mesin.

“Saya ingat saat teknologi turbo ramai masuk Indonesia, kemudian banyak yang rusak. Ternyata pada saat itu, teknologi yang diusung tidak didukung dengan adanya oli yang sesuai spesifikasi mesin,” tuturnya.

Menurut Taqwa, maraknya mobil berteknologi turbo saat ini tidak dibarengi dengan edukasi yang baik terhadap masyarakat dan juga konsumen pemilik mobil terkait perawatan.

Banyak yang beranggapan kalau untuk mesin dengan turbo harus pakai oli yang lebih encer.

Beberapa juga bilang agar tidak langsung mematikan mesin begitu sampai tujuan, memberikan waktu pada mesin turbo untuk melakukan pendinginan setelah bekerja keras.

Tapi menurut Taqwa tidak perlu sampai seribet itu.

Merawat Mesin Turbo Cukup Dengan Rajin Ganti Oli

Kia Stinger

Dua pilihan mesin turbocharger disematkan pada Kia Stinger (Caradvice)

“Beli mobil dengan mesin turbo saat ini sudah tidak perlu khawatir. Itu karena proses perawatannya tidak sesulit yang dibayangkan. Asal pemilik mau mengikuti aturan yang sudah ditetapkan pabrik,” lanjut Taqwa.

“Jadi enggak perlu perlakuan khusus. Cukup ganti oli saja dan lakukan perawatan berkala. Apalagi saat ini oli yang sesuai dengan spesifikasi mesin turbo juga sudah banyak yang jual,” kata Taqwa.

Untuk jarak tempuh ideal penggantian oli mesin turbo rata-rata 10.000 km. Tergantung bagaimana kondisi jalan sehari-hari yang dihadapi.

“10 ribu kilometer masih bisa, kalau di luar Jakarta yang traffic lancar. Kalau pemakaian di Jakarta yang tingkat kemacetannya cukup tinggi, meski jarak tempuhnya sedikit tapi waktu mesin menyala itu termasuk cukup tinggi,” pungkasnya.

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts

/