Home » Berita » Tips Ringan Safety Driving ala Suzuki: Jangan Tarik Rem Tangan di Traffic Light!

Tips Ringan Safety Driving ala Suzuki: Jangan Tarik Rem Tangan di Traffic Light!

Safety Driving
Sony Susmana, pakar safety driving saat memberikan pemaparan teknik berkendara di acara Suzuki Safety Driving Course (Foto: Carmudi/Zie)

Sentul – Banyak orang beranggapan kalau nyetir itu asal bisa putar kemudi, ngerem dan ngegas, cuma sebatas itu cukup, kita sudah bisa bawa mobil kemana-mana.

Menurut Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), ini merupakan sebuah pemikiran yang salah besar. Skill berkendara ternyata bukan hanya itu saja.

“Berkendara itu gak hanya mengandalkan keterampilan atau skill nyetir saja. Banyak hal yang harus diperhatikan. Misalnya fisik dan mental, penguasaan kendaraan, kondisi kendaraan dan kondisi lingkungan,” tegasnya saat memberikan materi Suzuki Safety Driving Course 2018 yang berlangsung di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/3).

Mengemudi dimanapun, menurut Sony, kita sudah harus siap akan hal-hal yang tidak kita duga-duga. Sony pun memberikan beberapa tips ringan saat nyetir, baik menempuh perjalanan jarak pendek maupun jarak jauh.

“Yang paling pertama adalah biasakan untuk melakukan stretching ringan, mulai dari kepala, lengan dan bahu, pinggul sampai kaki. Jangan sampai di tengah perjalanan kaki jadi kaku atau tremor,” jelasnya.

Setelah duduk di belakang kemudi, perhatikan blind spot dan sesuaikan posisi kaca spion. Pastikan semua obyek yang ada di belakang atau samping kendaraan bisa terlihat dengan maksimal. Posisi duduk juga harus menjadi perhatian, karena ini termasuk yang menentukan keselamatan seseorang saat berkendara.

“Pastikan badan bagian belakang dan pundak menempel di bangku, karena dengan posisi menempel ini kita lebih sensitif dengan gerakan mobil itu sendiri,” lanjut Sony.

Selanjutnya adalah perhatikan posisi tangan di lingkar kemudi. Paling ideal dengan tangan kiri berada di posisi jam 3, tangan kanan ada di kemudi arah jam 9.

Paling terpenting juga menurut Sony Susmana adalah menjaga kondisi yang tetap rileks. Mengemudi dalam kondisi yang kaku, agresif, membuat kita akan lebih mudah capek saat nyetir.

Berhenti di Lampu Merah, Hindari Tarik Parking Brake

(Pelatihan skill driving menggunakan ‘Urban SUV’ Suzuki Ignis. Foto: Carmudi/Zie)

Satu lagi informasi menarik yang disampaikan oleh Sony Susmana terkait teknik saat berhenti di traffic light. Dalam kondisi ini kebiasaan banyak yang menarik parking brake/hand brake. Ini adalah kebiasaan yang salah.

“Berhenti di lampu merah sebisa mungkin yang dipakai adalah rem kaki, bukan parking brake. Harus kita ingat, parking brake itu ‘on’ saat posisi parkir, bukan saat berhenti,” jelas Sony.

Dijelaskan lebih jauh, menggunakan parking brake saat berhenti di lampu merah tidak memberikan isyarat untuk kendaraan belakang bahwa kita sedang berhenti karena lampu rem tidak menyala.

“Kalau ada yang bilang capek, jangan nyetir mendingan. Kita harus sadar bahwa konsekuensi nyetir ya seperti itu,” tegasnya.

Menarik tuas hand brake saat berhenti di lampu merah juga dianggap sebagai kebiasaan nyaman. Karena pede mobil tidak akan bergerak saat lampu merah, fokus bisa berubah karena memungkinkan pengendara melakukan aktivitas lain seperti bermain hape atau melakukan make up ringan (untuk perempuan).

“Ini potensi yang ditimbulkan lebih beresiko karena membuat kita nyaman dan mengalihkan fokus kita,” pungkas Sony.

Ingat ya Carmudian, berhenti traffic light tekan pedal rem, bukan angkat tuas hand brake! (dna)

Peugeot
Previous post
Bangkit dari Kematian, Peugeot Hadirkan 3008 Pesaing VW Tiguan di Indonesia
eco driving indonesia
Next post
Kampanye Eco Driving Indonesia: Bukan Cuma Soal Perilaku Mengemudi