BeritaSumber informasi

TMMIN Berikan 142 Unit Alat peraga di Program Pendidikan Vokasi Industri

Jakarta – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengokohkan komitmen untuk berkerja-sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Barat. Secara simbolis menyerahkan bantuan 142 unit alat peraga pendidikan. Terdiri dari 11 unit mobil, 74 unit mesin, dan 57 unit transmisi kepada 39 SMK dan diserahkan langsung oleh Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono.

Pengokohan komitmen dan donasi ini sebagai bagian dari acara Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri Dalam Rangka Membangun Link and Match. Antara SMK dan Industri wilayah Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia di Cikarang – Jawa Barat.

“TMMIN berkomitmen berperan aktif dalam program pemerintah di bidang peningkatan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) industri. Kami percaya bahwa SDM industri yang mumpuni berdaya saing global merupakan landasan utama dalam upaya untuk memperkuat dan memperbesar industri nasional kedepannya,” ujar Warih.

TMMIN menyiapkan dan menjalankan Program Vokasi Industri yang berjalan selama 6 bulan. Terdiri dari pendalaman keterampilan dasar (fundamental skills) dan praktik langsung di line-line produksi di pabrik-pabrik TMMIN. Jurusan yang ditawarkan adalah berhubungan dengan manufaktur otomotif. Seperti logistik, pemeliharaan (maintenance), percetakan (moulding), dan manajemen produksi.

Saat ini TMMIN memiliki kapasitas 100 Pelajar, Pencari Kerja, dan Pekerja dalam Program Vokasi Industri. Kedepannya, TMMIN berencana untuk menambah kapasitas peserta menjadi 400 Pelajar, Pencari Kerja, dan Pekerja.

Libatkan Pelatif Bersertifikat

Sebanyak 42 pelatih bersertifikat Toyota diterjunkan untuk membentuk kurikulum kelas dan praktik. Serta melakukan pengajaran bagi peserta program Vokasi Industri di TMMIN.

Dua dari pelatih ini memiliki sertifikat Master Trainer dan memiliki tugas tambahan untuk membentuk pelatih-pelatih baru. Para peserta program Vokasi Industri di TMMIN akan menerima sertifikasi BNSP dan atau Toyota sesuai dengan jurusan yang dipilih.

“Program ini cara untuk mendukung pesatnya perkembangan industri di Indonesia yang membutuhkan SDM industri siap kerja. Artinya, setiap SDM wajib memiliki sertifikasi keahlian tertentu. Sehingga dapat menjawab tantangan kesenjangan dengan tingginya kebutuhan pelaku industri akan tenaga ahli yang sudah teruji di bidangnya masing – masing,” ujar Direktur Administration, Corporate & External Affairs TMMIN Bob Azam.

Selain berbagai pelatihan reguler dan kontes keterampilan di tingkat domestik, regional, dan global untuk karyawan, TMMIN juga mengembangkan dan menjalankan 3 pusat pelatihan dan pendidikan. Yaitu, Toyota Learning Center (TLC).

Fasilitas-fasilitas ini bertujuan untuk lebih makin mendukung peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan karyawan. Pada 2015, TMMIN mendirikan akademi komunitas, Toyota Indonesia Academy (TIA). Ini akademi manufaktur otomotif setara dengan pendidikan tingkat Diploma 1 (D1) bagi para lulusan SMK di Indonesia.

Siswa-siswi TIA harus melewati fokus pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan dan kemampuan praktik. Tapi juga budaya industri, mengutamakan kedisiplinan, kreatifitas, dan inovasi. Agar para lulusan tidak canggung ketika terjun di lingkungan kerja.

Dony Lesmana

Dony Lesman memulai karirnya di dunia jurnalis di Jawa Pos Surabaya 2003. Hijrah ke Jakarta bergabung di majalah Otomotif Ascomaxx dan Motomaxx di 2010. Sempat bergabung di portal berita Sindonews.com di kanal Autotekno hingga 2016 yang mengupas perkembangan otomotif dan teknologi. Terhitung Januari 2017 masuk sebagai tim Journal Carmudi Indonesia yang mengulas dan mempublikasikan berita-berita otomotif terbaru di Indonesia maupun dunia.

Related Posts