BeritaMobil

Belum Sesuai Regulasi Pemerintah, Toyota C-HR Hybrid Batal Meluncur

c-hr hybrid

Toyota C-HR Hybrid yang akan meluncur di 2018. Versi hybrid akan menyusul varian bensin yang diperkenalkan lebih dahulu (Foto/Carmudi)

Bandung – Toyota Indonesia akan memperkenalkan C-HR pada 10 April mendatang, sayangnya peluncuran ini hanya untuk varian mesin bensin 1.8 liter. Toyota C-HR hybrid yang juga bakal dibawa Toyota, batal meluncur pekan depan.

Tentu banyak yang penasaran, mengapa varian ramah lingkungan dari compact crossover ini tidak ikut dibawa masuk ke Indonesia. Toyota Indonesia rupanya masih menunggu momentum yang tepat untuk merilis C-HR hybrid.

“Varian mesin bensinnya dulu, karena insentif pajak (untuk mobil hybrid) belum terbit,” ujar Direktur Finance and Administration PT. Toyota Astra Motor (TAM) Darmawan Widjaja di sela-sela pembukaan Toyota Eco Youth 2018 di Bandung, baru-baru ini.

Insentif pajak untuk mobil hybrid memang sangat diperlukan, supaya harganya lebih terjangkau. Saat ini, pajak mobil hybrid dihitung berdasarkan dua buah mesin yang digunakan (mesin bensin + motor listrik). Adanya insentif pajak tentu memuluskan upaya pemerintah yang ingin agar mobil ramah lingkungan diproduksi di Indonesia.

Apabila selisih harga suatu model antara versi hybrid dengan standar cukup tinggi, membuat masyarakat makin enggan beralih memakai mobil ramah lingkungan.

Bob Azzam selaku Direktur Administration, Corporate, and External Affairs PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengungkapkan, selisih antara versi hybrid atau ramah lingkungan dengan model standar sebaiknya tidak lebih dari 15 persen.

“Harga mobil ramah lingkungan kalau sampai lebih dari 15 persen itu enggak worth it,” jelasnya pada kesempatan yang sama.

c-hr hybrid

Toyota C-HR Hybrid (Foto : Carmudi)

Produsen Tunggu Kebijakan Pemerintah Soal Pajak Mobil Hybrid

Biaya produksi yang lebih murah dan pajak kendaraan yang diturunkan, membuat harga jual mobil hybrid lebih kompetitif dibanding model standarnya. Masyarakat nantinya terdorong untuk memilih mobil hybrid karena konsumsi bahan bakar yang jauh lebih hemat.

Toyota pun sering mengedukasi masyarakat dengan memperkenalkan mobil hybrid di Indonesia. TMMIN selaku produsen tinggal menunggu dukungan dari pemerintah soal adanya kebijakan yang membuat produksi kendaraan ramah lingkungan semakin terjangkau.

“Kami sedang mempelajari bagaimana caranya memasarkan mobil listrik agar masyarakat juga tertarik. Tujuannya, supaya masyarakat tahu mobil-mobil itu juga lebih hemat. Kami sedang mempelajari bersama dengan Kementerian Perindustrian dan semua institusi pemerintah soal bagaimana bisa memasarkan lebih sukses,” pungkas Darmawan. (dna)

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts