Home » Berita » Toyota Indonesia Bekali Siswa SMK dengan Membuka Kelas Budaya Industri

Toyota Indonesia Bekali Siswa SMK dengan Membuka Kelas Budaya Industri

Budaya Industri
Toyota Indonesia meresmikan kurikulum Budaya Industri di 15 SMK Pulau Jawa (Toyota)

Purworejo — Untuk menciptakan sumber daya manusia yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di sektor industri otomotif, Toyota Indonesia bersama Yayasan Toyota dan Astra (YTA) menggalang kerjasama dengan 15 SMK di pulau Jawa untuk membuka Kelas Budaya Industri.

Kelas yang baru dibuka ini diharapkan bisa diserap dengan sangat mudah oleh para siswa SMK sehingga bisa segera bekerja khususnya di industri otomotif.

“Kami berharap Program Kelas Budaya Industri ini dapat meningkatkan mutu keterampilan dan kemampuan para siswa SMK di bidang industri,” kata Wakil ketua Dewan Pembina YTA sekaligus Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Henry Tanoto, pada acara peresmian Kelas Budaya Industri di SMKN I Purworejo, Jateng, Senin (24/9).

Program ini juga merupakan inisiatif Toyota Indonesia dalam menyikapi tantangan di dunia ketenagakerjaan Indonesia yang kedepannya bisa diikuti oleh para pelaku industri otomotif lainnya.

Melalui keberadaan kelas-kelas budaya industri di SMK, karakater dan budaya para siswa akan lebih terasah dan tidak semata mengandalkan pengetahuan yang sudah dimiliki.

“Tantangan dunia industri yang semakin kompetitif menuntut tersedianya SDM yang dapat beradaptasi dengan baik dalam aktifitas di lapangan kerja. Kami berusaha untuk mendukung hal tersebut, salah satunya melalui pembentukan kualifikasi tinggi lulusan vokasi melalui Kelas Budaya Industri dimana praktik-praktik di dalam industri diperkenalkan sejak dini,” ujar Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono di tempat terpisah.

Peresmian Kelas Budaya Industri SMKN I Purworejo tersebut merupakan yang kedua setelah sebelumnya TAM, PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan YTA juga telah meresmikan program yang sama di SMK Tunas Bangsa, Pati, Jawa Tengah. Direncanakan, program ini akan dikembangkan secara nasional. Namun untuk tahap awal, kerjasama baru dilakukan di 15 SMK di pulau Jawa.

Kelas Budaya Industri di 15 SMK Pulau Jawa

Kelas Budaya Industri merupakan perpaduan kurikulum nasional yang berlaku saat ini dengan tambahan muatan budaya industri yang bisa masuk di berbagai jurusan yang ada di sekolah.

Materi yang diberikan mengintegrasikan secara konsisten wawasan budaya industri yang meliputi prinsip-prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), Keselamatan Kerja (Duga-Bahaya), Kerjasama Kelompok, Orientasi pada kualitas proses dan hasil kerja, ‘Kaizen’ (perbaikan/penyempurnaan secara terus menerus), dan pemecahan masalah secara sistematis.

Sebagai program perdana, Toyota Indonesia melalui YTA akan melakukan uji coba kepada 15 SMK yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Uji coba Kelas Budaya Industri akan dilakukan dalam 2 tahun ajaran, mulai tahun ajaran 2018/2019 di kelas XI dan mulai tahun ajaran 2019/2020 seterusnya di kelas XII.

“Kami berharap program ini berhasil dalam uji coba sehingga pelaksanaannya akan menghasilkan lulusan SMK yang berkompeten dan berkualitas sehingga dapat memenuhi kebutuhan tenaga terampil dalam industri otomotif yang terus berkembang,” kata Direktur TAM Darmawan Widjaja.

Selain SMKN Purworejo dan SMK Tunas Harapan, uji coba Program Kelas Budaya Industri juga akan dilakukan di SMK Aryasatya Teknologi, Patikraja, Banyumas, SMK Bunda Satria, Wangon, Banyumas, SMKN1 Luragung, Kuningan, SMKN 1 Madiun, SMKN 1 Jambu, Ambarawa, SMKN 2 Salatiga, SMK NU Bandar, Batang, SMK Muhammadiyah, Rembang, SMK PGRI 2 Ponorogo, SMK PN2 Purworejo, SMK YKP Magetan, SMK Yosonegoro Magetan dan SMK Teknologi Manufaktur Indonesia, Kuningan.

charging station
Previous post
‎Mercedes-Benz Indonesia Pasang Charging Station, Tapi Belum Jualan Mobil Listrik
Next post
Dorong Penjualan, Chevrolet Indonesia Tawarkan Kredit Bunga Nol Persen