Home » Berita » Toyota Kucurkan Dana Rp28,3 T untuk Kembangkan Kendaraan Hybrid di Indonesia

Toyota Kucurkan Dana Rp28,3 T untuk Kembangkan Kendaraan Hybrid di Indonesia

Mantan pembalap Formula 1 asal Indonesia, Rio Haryanto membeli Toyota C-HR Hybrid (Foto: Santo/Carmudi)

Tokyo – Pemerintah Indonesia dengan Jepang kembali menjalin kerjasama. Hal itu dibuktikan dari penandatanganan framework document antara Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dengan Ministry of Economy, Trade, and Investment (METI) Jepang, Hiroshige Seko di Osaka, Jepang, Kamis (27/6). Sinergi ini merupakan implementasi dari proyek The New Manufacturing Industry Development Center (New MIDEC).

Proyek MIDEC meliputi enam sektor, yaitu industri otomotif, elektronik, tekstil, makanan minuman, kimia serta logam. Selain itu juga terdapat tujuh lintas sektor salah satunya industry 4.0 (digitalization, automation, policy reforms). Implementasi MIDEC yang dapat dilaksanakan langsung setelah penandatanganan adalah di sektor otomotif.

Menperin telah melakukan pertemuan dengan President Toyota Motor Corporation (TMC) Akio Toyoda. Dari pertemuan tersebut Toyoda berjanji akan mengembangkan kendaraan berbasis listrik khususnya hybrid di Indonesia. Rencananya, Toyota siap menggelontorkan dana investasi sebesar Rp28,3 triliun selama empat tahun ke depan (2019-2023)

“Rencana investasi Toyota berikutnya terkait dengan kebijakan pemerintah yang baru, yaitu yang mendorong pengembangan electric vehicle. Nah, itu yang akan tercantum dalam dua PP. Pertama, mengenai percepatan kendaraan berbasis elektrik, dan yang kedua adalah kegiatan terkait dengan PPnBM untuk industri berbasis elektrik, yang di dalamnya termasuk hybrid. PPnBM itu akan menjadi nol kalau berbasis kepada elektrik dan emisinya paling rendah,” ungkap Airlangga dalam keterangan resminya.

Menperin menyampaikan, Kementerian Perindustrian bersama salah satu produsen otomotif Jepang, telah melakukan studi pengembangan dan penggunaan kendaraan listrik. Kegiatan ini juga melibatkan enam perguruan tinggi di Indonesia.

“Dari hasil studi itu terlihat hybrid menjadi salah satu alternatif karena well to wheel, di mana dilihat juga ekosistem pembangkitan energi, mulai dari primary energy sampai kepada penggerak otomotif,” terang Airlangga.

Kerjasama Toyota dan Daihatsu

Toyota dan Daihatsu kembali berkolaborasi, kali ini membangun kendaraan listrik. Susumu Matsuda Deputy Chief Executive Officer TMC awal Juni 2019 pernah mengatakan bahwa pihaknya tengah fokus melakukan pengembangan teknologi listrik di Indonesia. Dirinya juga mengungkapkan jika Toyota bersama Daihatsu berencana akan memproduksi mobil hybrid di Indonesia pada tahun 2022. Jenisnya antara lain Sport Utility Vehicle (SUV) dan Multi-Purpose Vehicle (MPV).

“Kami menilai, kedua jenis tersebut yang akan lebih diminati konsumen di Indonesia. Kami sedang mempersiapkan produksinya,” tutur Matsuda dihadapan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat melakukan pertemuan dengan jajaran direksi TMC di Tokyo.

Untuk diketahui, Pemerintah Indonesia bertekad untuk mendorong percepatan pengembangan kendaraan listrik. Salah satu langkah strategisnya, Kemenperin berupaya menyosialisasikan mengenai kesiapan regulasinya yang akan segera diterbitkan kepada pelaku industri otomotif di Jepang.

Previous post
Roadshow Mitsubishi Xpander Pinter Bener Family Festival Bidik Keluarga Muda Bekasi
Next post
Peugeot 5008 dan Vespa GTS Super Meluncur, hingga Suzuki Segera Jual Jimny