BeritaEventMobilSumber informasi

Kontroversi ‘Lady Gaga’ Inspirasi Lahirnya Toyota Prius

Tangerang – Generasi keempat Toyota Prius bersanding dengan Toyota C-HR sebagai pemandangan utama di booth Toyota selama gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017.

Meski C-HR adalah pusat perhatian utama para pengunjung pameran yang dijadwalkan berakhir pada akhir pekan ini, namun Prius cukup membuat penasaran karena juga berada di panggung utama.

Prius terbaru dirancang dengan objektif untuk memberikan efisiensi bahan bakar secara signifikan lewat pengembangan sisi mekanis dengan teknologi mesin dan motor listrik yang makin canggih.

Meski motor listrik Prius anyar lebih kecil dalam segi ukuran, namun dapat memberikan tenaga yang lebih besar dari motor listrik pendahulunya.

Dipadukan dengan mesin bensin konvensional, konfigurasi mesinnya menghasilkan pemakaian bahan bakar yang 10% lebih irit sekaligus makin ramah lingkungan.

Lady Gaga Inspirasi Lahirnya Toyota Prius

Prius

Toyota Prius sudah bisa dipesan di Indonesia (Foto : Carmudi Indonesia/CW)

Prius terbaru sekilas memang memiliki bahasa desain yang mirip dengan mobil fuel cell Toyota Mirai yang sempat dipamerkan PT Toyota Astra Motor di GIIAS tahun lalu.

Tetapi siapa sangka jika desain mobil hybrid flagship Toyota itu justru terinspirasi dari karakter penyanyi pop penuh kontroversi, Lady Gaga.

Shunsaku Kodama, kepala desainer Toyota Prius, pernah mengakui bahwa alih-alih mencomot bahasa desain Mirai, dia justru memikirkan Lady Gaga ketika merancang desain konsep dari Prius.

“Sebagai sebuah konsep, kami memikirkan Lady Gaga. Kami ingin lebih ekstrem dalam desain,” katanya dalam peluncuran awal Prius secara global dua tahun lalu.

Desain Awal Sempat Ditolak Petinggi Toyota

Prius

Cutting model Toyota Prius dipajang di GIIAS 2017 (Foto : Carmudi Indonesia/CW)

Desain generasi anyar Toyota Prius memang nyaris tidak meninggalkan jejak dari generasi sebelumnya. Sebagian orang beranggapan bahasa desain yang digunakan Toyota ‘terlalu jauh’ untuk sebuah mobil yang diproduksi massal.

Dalam pengembangan awal mobil, Kodama pernah mengungkapkan ke publik bahwa desain awal yang disodorkannya pada petinggi Toyota, ditolak mentah-mentah karena dianggap terlalu ‘lembut’ dan organik.

Kodama dan timnya pun memulai misi baru bagaimana merancang desain mobil yang sering menjadi bahan ‘meme’ di sosial media itu, agar tidak hanya berkesan sebagai mobil hemat bahan bakar yang membosankan, tetapi lebih sebagai sebuah mobil canggih yang menyenangkan, sekaligus menghapus imej lama mobil.

Jika Anda menelusuri internet dan sosial media, sudah tak terhitung berapa banyak yang mencibir dan membenci Toyota Prius sebagai mobil paling membosankan di dunia dan menjadi favorit untuk dibuat ‘meme’.

Sisi aerodinamis mobil juga menjadi poin vital yang dikedepankan Toyota pada desainnya. Ini bukan tentang bagaimana soal meningkatkan downforce mobil atau membuatnya lebih cepat.

Prius bukanlah mobil sport, sehingga tujuan membuatnya aerodinamis adalah bagaimana mendapatkan jarak tempuh lebih jauh, dengan pemakaian bahan bakar yang lebih minim.

Mobil hybrid terlaris di dunia itu rupanya juga bukan sekadar menjadi pajangan TAM pada ajang otomotif terbesar tahun ini, tetapi juga sudah bisa dipesan.

“Prius sudah bisa dipesan dengan status spot (pre) order,” ungkap Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto di sela-sela gelaran GIIAS 2017 yang berlangsung dari 10-20 Agustus 2017.

Banderolnya disebut TAM akan berada di kisaran Rp800 jutaan. Status pre/spot order mengartikan mobil baru akan diimpor secara utuh dari Jepang jika ada konsumen yang memesan dan kemudian menyetor sejumlah uang down payment khusus pada TAM.

Memang ada satu kesamaan antara Toyota Prius dan Lady Gaga, yakni penggemarnya sama banyak dengan mereka yang membencinya. Faktanya, semakin banyak yang membenci, nama Lady Gaga justru semakin berkibar.

Persis dengan kisah Prius yang menjadi mobil hybrid pertama yang diproduksi massal hingga menjadi hybrid terlaris saat ini di dunia. Tertarik memesannya? (CW/Zie)

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts