Home » Berita » Toyota Supra Meluncur Tahun Ini di Indonesia, Bagaimana Nasib FT 86?

Toyota Supra Meluncur Tahun Ini di Indonesia, Bagaimana Nasib FT 86?

NJKB Toyota Supra sudah Terdaftar di SAMSAT DKI Jakarta

Jakarta – Sekarang ini Toyota Astra Motor (TAM) hanya menjual satu mobil sport saja di Indonesia yaitu FT 86. Tapi dalam waktu dekat, Toyota FT 86 tidak lagi sendiri. Sebab TAM sudah mempersiapakan mobil sport baru sebagai pendampinya. Mobil tersebut adalah Toyota Supra. Rumor masuknya Toyota Supra ke Indonesia sudah terdengar sejak awal tahun,  bahkan TAM selaku Agen Pemegang Merek (APM) merek mobil Toyota di Indonesia kedapatan sudah mendaftarkan Supra di Badan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi DKI.

Toyota Supra sudah dapat dipastikan meluncur tahun ini. Namun kepastian mengenai jadwal peluncurannya belum diketahui. Bahkan ketika hal itu ditanyakan ke Executive General Manager TAM, Fransiskus Soerjopranoto, dirinya tidak mau mengungkapkan.

“Itu (Supra) produk global. Makanya tunggu tanggal masuknya. Kami enggak melulu harus mengikuti momentum pameran otomotif seperti GIIAS dan IIMS. Buktinya C-HR Hybrid saja tidak menunggu momentum IIMS 2019,” ugkap pria yang akrab disapa Soerjo itu di Jakarta.

Berbeda dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand, di mana di kedua negara tersebut sudah menjual Toyota Supra. Menurut Soerjo bahwa dalam meluncurkan mobil terbaru pihaknya punya strategi khusus mulai dari waktu hingga seberapa banyak model baru yang akan diluncurkan tiap tahun di Indonesia.

“Waktu yang pas saja kira-kira kapan (untuk peluncuran). Kita tunggu saja (Supra), kalau negara lain sudah tahun ini masa kami tahun depan. Kami kan sekarang mau luncurkan produk lebih banyak dari tahun lalu. Kalau tahun lalu kan ada enam produk baru, tahun ini mudah-mudahan di atas enam. Mungkin kalau desainer-desainer kami bisa menghasilkan produk dengan cepat terus kemudian ide kreativnya lebih cepat keluar dia bisa menyelesaikan tahun ini ya mudah-mudahan ada 10 produk yang akan berubah. Tahun ini baru dua kan (Camry dan Avanza) tambah nanti (C-HR Hybrid) tiga, jadi masih ada tujuh model lagi. mudah-mudahan kalau keburu sama kaya tahun lalu,” terang Soerjo.

Terlepas dari masih tersembunyinya jadwal peluncuran Toyota Supra, lantas bagaimana nasib FT 86 jika nantinya Supra sudah resmi dipasarakan. Apakah akan tetap dijual? Soerjo mengatakan bila mobil hasil kolaborasi Toyota dengan Subaru itu masih tetap dipasarkan, justru akan menambah bagus image Toyota terutama di Tanah Air yang sebelumnya dicap sebagai pabrikan dengan model dan desain yang begitu-begitu saja.

“Toyota FT 86 tetap jualan, jadi baguskan orang-orang tidak bisa ledekin Toyota lagi. Kalau dulu Toyota di ledekin old fashion dan sebagainya, sekarang ada supra bagus ya. Ya kita tunggu saja,” papar dia.

Bersifat Spot Order

Berbeda dari MPV, SUV, maupun hatchback, pengemar mobil sport tetap ada namun hanya sedikit. Biasanya pembeli mobil sport datang dari kalangan tertentu. Mengetahui pembeli mobil sport sangat sedikit maka TAM menerapkan pembelian Toyota FT 86 dengan cara spot order. Nantinya Toyota Supra juga bakal menerapkan aturan yang sama.

Toyota 86

“Kalau misalnya mobil-mobil hobi, niche, dan marketnya kecil seperti FT 86,dan FJ Cruiser itu kami sebutnya adalah spot order. Artinya spot order itu kalau ada yang pesan kami baru pesankan ke pabrikan.Indenya 3 bulan. Toyata Supra juga begitu pasti spot order,” tutur Soerjo.

Berdasarkan data penjualan yang dimiliki oleh TAM, rata-rata penjualan Toyota FT 86 tiap bulannya hanya 7 sampai 10 unit saja. TAM menjual Toyota FT 86 seharga Rp728.050 juta.

toyota-land-cruiser-off-road
Previous post
Berapa Biaya Kalau Mau Main Mobil Off-Road Ringan?
Next post
Viral Petisi Masalah Honda PCX Lokal, Begini Cara Mengatasinya