BeritaSepeda motorSumber informasi

Tren Motor Bekas Paling Dicari, Honda NSR SP dan Motor Sport 2-tak Jadi Incaran

Honda NSR SP menjadi favorit di segmen motor bekas. Foto/Istimewa

Jakarta – Membahas soal motor bekas, tidak melulu kita bicara soal motor murah layak pakai. Di kalangan pemburu motor bekas juga mencari motor-motor langka atau yang punya nilai historis istimewa. Dari sekian banyak motor bekas yang paling dicari, Honda NSR SP jadi idaman para penghobi.

Kasak kusuk soal perburuan motor 2-tak telah berlangsung sejak lama, setidaknya dalam lima tahun terakhir. Para penghobi kecepatan mulai mencari motor-motor edisi spesial yang pernah berjaya di era 90-an. Bukan cuma NSR, motor seperti Suzuki RGR atau Yamaha TZM juga jadi buruan.

Motor dengan sistem pembakaran dua langkah ini begitu istimewa, karena membawa suasana nostalgia masa lampau. Pembelinya punya memori spesial dari motor yang mereka incar. Tidak jarang para pemburu motor 2-tak langka ini dahulunya belum keturutan memiliki motor impian mereka.

Bukan cuma masalah harga yang sudah mahal di masa lalu, namun status unitnya yang edisi spesial membuat beberapa motor 2-tak hanya dimiliki kalangan terbatas. Demi mendapat motor impian, penghobi motor 2-tak rela menggelontorkan uang ratusan juta rupiah.

Honda NSR SP harganya terus meroket. Foto/Istimewa.

Penjualan motor bekas secara keseluruhan, terus menurun dalam beberapa pekan terakhir, namun tidak dengan motor hobi. Bisa dibilang motor special engine atau edisi spesial tidak terkendala kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar di tengah pandemi virus Covid-19. Motor seperti Honda NSR, Yamaha TZM, atau Suzuki RGR menjadi deretan motor bekas paling dicari.

Nilai harga jual kembali yang tinggi dari motor hobi ini sangat dipengaruhi oleh banyaknya orang yang meminati motor tersebut. Semakin banyak yang meminati, biasanya harga bekasnya cenderung masih tinggi.

Seperti apa sih motor-motor istimewa itu?Yuk kita ulas lebih mendalam kehebatannya.

Honda NSR SP

Honda NSR namanya jadi legenda karena DNA dari motor balap GP500 Foto: IWB.

Honda NSR series sudah meluncur di tahun 1980 hingga 1990-an. Dari beberapa varian NSR yang ada, hanya varian NSR 150 yang cukup banyak meluncur di jalanan Indonesia. Untuk varian yang paling spesial ada NSR SP.

Honda NSR SP merupakan motor sport berteknologi mesin 2-tak yang tenaganya sudah tak diragukan lagi. Nama SP ini adalah singkatan dari Special Production. Varian SP ini menjadi favorit kalangan bikers lintas generasi, sehingga jadi motor bekas paling dicari.

Pada tipe SP sudah dibekali dengan single sided swingarm atau Pro Arm. Daya tarik lainnya dari NSR 150 SP adalah motif Livery Repsol yang juga digunakan pada motor tim pabrikan Honda NSR500 di GP500 seperti yang digunakan oleh Mick Doohan.

NSR 150R awalnya diimpor dari Thailand dan dipasarkan langsung oleh Federal Motor (AHM) pada tahun 1994. NSR 150R saat itu juga ditunjang penggunaan suspensi belakang monoshock, membuatnya punya aura racing yang kuat. Karena cukup laris, AHM pun merakit NSR 150RR atau yang biasa disebut NSR Astra. Produk NSR RR ini meluncur pertama kali di tahun 1999.

NSR SP, Motor Bekas Paling Dicari dan Viral

Sosok Honda NSR SP yang dibeli Andreas (foto: Instagram)

Beberapa waktu lalu, viral kabar sebuah NSR SP dengan kondisi kilometer rendah berhasil terjual lebih dari Rp 200 juta. Kabar tersebut langsung viral di jagat Facebook dan Instagram.

Adalah, Andreas pengusaha aksesoris motor dari Bandung ini namanya sempat viral lantaran memboyong Honda NSR 150 SP dengan harga lebih dari Rp 200 juta. Bahkan menurutnya, motor ini sudah ditawar lagi oleh orang lain seharga Rp 250juta.

NSR 150 SP ini diangkut Andreas dari pemilik yang tangan pertama. Kondisi NSR dengan arm buntung tersebut adalah keluaran tahun 2001 dengan surat lengkap termasuk fakturnya ada.

Begitu istimewanya, kondisi NSR SP ini mulus jarang pakai dan yang paling menarik adalah detail yang mendekati Like New. Artinya, motor ini seperti Stok lawas gudang yang baru keluar.

Kondisi NSR yang dibeli Andreas masih sangat baik (Foto: Instagram)

Bisa dilihat dari baut-baut nya pun belum terjamah kunci dan kondisi motor hanya diselimuti debu karena jarang digunakan. Karena sangat jarang dipakai, ban pun masih asli bawaan.

Harga pasaran Honda NSR SP bekas juga sudah mahal, termurahnya saja sudah mencapai Rp 40 jutaan. Tapi kondisinya jelas beda dengan yang dibeli Andreas. Mahalnya NSR SP karena performa mesin yang paling buas dengan arm single di belakang seperti moge Ducati.

Yamaha TZM 150, Motor Sport Fairing Garputala yang Fenomenal

Yamaha TZM 150 populasinya sangat langka, kurang dari 300 unit (foto: Gozir)

RX-King mungkin menjadi motor yang begitu terkenal sampai sekarang. Namun, sang raja jalanan Indonesia ini masih kalah fenomenal dari sosok Yamaha TZM 150. Inilah motor sport fairing dari kubu garputala yang menjadi lawan sepadan NSR 150.

Yamaha TZM 150 diproduksi pada rentang tahun 1996-1998 dan masuk Indonesia secara CBU oleh PT Yamaha Motor Kencana Indonesia. Namun sayangnya TZM 150 harus berhenti jualan di Indonesia karena saat itu terjadi krisis moneter.

Yamaha TZM 150 dulu dijual dengan harga Rp 14 jutaan. Harganya tergolong mahal saat itu, sebab rivalnya seperti Suzuki RGR dibanderol 8 jutaan, harga Ninja 150 Rp 9 jutaan dan NSR dibanderol Rp 11 jutaan.

Untuk harga pasaran bekasnya, Yamaha TZM 150 masih tergolong sangat mahal namun belum semahal NSR 150 SP dari Bandung. Yamaha TZM 150 bekas ada yang dibanderol dengan harga Rp 50 juta dan termahalnya hingga Rp 95 juta.

Spesifikasi Motor Sport Jadul Yamaha TZM 150 Istimewa

Yamaha TZM 150 punya mesin yang ganas (Foto: Pinterest)

Lantas, mengapa harga TZM 150 ini begitu fantastis? Yamaha TZM 150 punya performa luar biasa untuk ukuran motor 2-tak.

Power dan torsi TZM 150 sebanding dengan mesin motor 4 tak 250cc era modern sekarang. Mesin TZM 150 mampu menghasilkan tenaga hingga 36PS pada 10.500 rpm dan torsi 24.5Nm pada 9.500 rpm. TZM 150 saat itu juga memiliki teknologi paling canggih karena dibekali dengan Yamaha Power Valve System (YPVS).

Itu adalah sebuah teknologi yang mengatur buka tutup katup lubang buang secara elektrik mirip turbo. Maksudnya, sisa gas buang bisa kembali diolah untuk menghasilkan tenaga mesin.

Sistem karburator yang digunakan juga paling mutahir pada masa itu dengan model Mikuni VM30SS power Jet Nozzle. Power Jet berfungsi memberikan semprotan uap bahan bakar pada kondisi tertentu sehingga tenaga yang dikeluarkan tidak terputus dari putaran bawah hingga atas.

Suzuki RGR 150, Mbahnya GSX-R dan FXR

Suzuki RGR 150 jadi simbol anak orang kaya jaman dulu (Foto: Pinterest)

Suzuki sudah lama menjadi merek yang merilis motor sport di Indonesia. Eksistensi motor sport fairing bahkan sudah ada semenjak era motor 2-tak. Jauh sebelum tenarnya GSX-R 150, ada sosok RGR yang menjadi jagoan di balap sirkuit atau road race.

Dikutip dari laman Suzuki Indonesia, generasi pertama dari Suzuki RGR 150 adalah Suzuki RGR 150 Spinter. RGR Sprinter sudah memiliki half fairing bagian atas dan pelindung mesin alias under cowl.

Suzuki RGR 150 Spinter adalah sudah mengusung mesin 150 cc, dan sudah mengusung teknologi yang terbilang tinggi di zamannya. Teknologi SIPC (Suzuki Intake Pulse Control) dan SSS (Suzuki Super Scavenging System) jadi andalan di RGR.

Teknologi SIPC tugasnya mengontrol masuknya bahan bakar sesuai kebutuhan mesin. Sedangkan SSS tugasnya memberi asupan udara lebih besar ketika mesin meraung di rpm tinggi.

Suzuki RGR 150 harga bekasnya paling manusiawi (foto: Suzuki)

Sama seperti NSR dan TZM, orang yang memiliki Suzuki RGR sudah dipastikan dari kalangan berada. Sebab saat itu banderol yang ditawarkan Suzuki cukup mahal sekitar Rp 9 jutaan.

Suzuki RGR 150 Sprinter didukung mesin 147 cc, 2-tak berpendingin udara. Untuk racikan bore x stroke mesin yaitu 59 mm x 54 mm dipadukan dengan karburator besutan Mikuni VM26SS. Berdasarkan data spesifikasi, RGR Sprinter mampu menghasilkan tenaga maksimal 26,1 tenaga kuda para 9.500 rpm dan torsi puncak 20,5 Nm pada 8.000 rpm.

Kini, RGR menjadi barang langka namun harga jualnya tidak semahal dua rivalnya di atas. Pasaran RGR masih berkisar belasan sampai puluhan juta. Ini berarti, dengan dana Rp 30 jutaan kita bisa memiliki unit RGR dalam kondisi baik.

Penulis: Yongki

Editor: Lesmana

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts