Home » Berita » Truk Bekas Dilarang Masuk Indonesia

Truk Bekas Dilarang Masuk Indonesia

Proses Poduksi truk Mercedes Benz (Foto: Mercedes Benz)

Jakarta – Pemerintah terus mendorong pabrikan otomotif di Indonesia untuk melakukan ekspor kendaraan. Selain dapat meningkatkan perekonomian negara, dengan melakukan ekspor industri otomotif di Indonesia punya peluang untuk bersaing ditingkat global.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang mengatakan industri otomotif merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan, terutama dalam kesiapan memasuki era industri 4.0. Hal ini sesuai dengan implemensi peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Selama ini industri otomotif memberikan kontribusi yang cukup signfikan bagi perekonomian nasional, termasuk berperan pada tumbuhnya indeks Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia,” ujarnya.

Dorongan pemerintah supaya terus melakukan dan meningkatkan ekspor mendapat timbal balik dari pabrikan otomotif. Tahun lalu capaian ekspor kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang menujukkan tren posistif. Jumlah ekspor kendaraan utuh atau Completely Build Up (CBU) tercatat 332 ribu unit atau naik 25,5% dari tahun sebelumnya. Selain itu, ekspor kendaraan terurau atau Completely Knock Down (CKD) sebanyak 511 ribu set atau naik 523,5% dibanding 2018.

Oleh karena itu, pemerintah bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi sektor industri, di antaranya dengan memberikan kemudahan perizinan dan insentif fiskal. “Misalnya insentif yang terbaru adalah super tax deduction. Langkah ini untuk meningkatkan investasi dalam hal menciptakan inovasi dan penguatan kompetensi sumber daya manusia industri,” tuturnya.

Bahkan, guna melindungi industri otomotif dalam negeri, khususnya produsen kendaraan komersial, Menperin menegaskan pihaknya tidak akan memberikan izin untuk masuknya impor truk bekas ke pasar domestik.

“Proteksi ini diberikan untuk meningkatkan utilisasi industri kita. Jadi, saya memastikan bahwa impor itu tidak terjadi, kecuali memang belum bisa diproduksi di dalam negeri,” ungkapnya.

Mendorong Pelaku Industri Kendaraan Komersial

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertekad mendorong pelaku industri kendaraan komersial dapat mendongkrak produktivitasnya yang kompetitif dan inovatif dalam rangka memenuhi permintaan konsumen, “Kami melihat industri ini punya kemampuan dan utilisasinya masih bisa ditingkatkan. Untuk itu tidak perlu impor truk bekas agar tidak menciderai sektor ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kemenperin dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) akan saling berkolaborasi mempertajam taji sektor otomotif di dalam negeri. Apalagi, pemerintah memasang target ekspor untuk kendaraan CBU Indonesia bisa menembus 1 juta unit pada tahun 2024.

“Kami terus berkoordinasi dengan Gaikindo, termasuk mengenai terjaganya kebutuhan bahan baku di tengah dampak Covid-19. Rata-rata industri otomotif ini masih punya cadangan bahan baku yang cukup. Kami juga mengikuti informasi bahwa beberapa industri di China dan Jepang, mulai kembali normal berproduksi,” paparnya.

Penulis: Santo

Editor: Lesmana

Previous post
Truk Bermesin Diesel Harus Euro4, Mitsubishi Fuso Siapkan Harga Jual Baru
Next post
Setelah Batal Karena Virus Corona, Ini Jadwal Baru MotoGP 2020