Home » Berita » Hasil Tes Uji Coba B30 Rampung Bulan Depan

Hasil Tes Uji Coba B30 Rampung Bulan Depan

Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar melepas mengisi bahan bakar solar B30 ke mobil (Foto: Tim Komunikasi ESDM)

Jakarta – Pemerintah Indonesia tengah mendorong pemanfaatan energi alternatif pengganti fosil, yaitu biodiesel sebagai upaya untuk mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Seperti diketahui, biodiesel merupakan bahan bakar campuran antara solar dan minyak sawit untuk mesin mobil.

Tahap awal pemerintah sudah menerapkan kebijakan penggunaan bahan bakar solar dengan kandungan minyak kelapa sawit sebesar 20% atau lebih dikenal juga dengan sebutan B20.

Sejauh ini penerapan bahan bakar B20 untuk mesin kendaraan berjalan aman-aman saja. B20 sudah diterapkan sejak 1 September 2018. Sebentar lagi pemerintah akan menerbitkan kebijakan penggunaan B30.

“Juni lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah melakukan uji jalan B30 kemudian nanti mengarah ke B50 dan seterusnya,” ungkap Kukuh Kumara Sekretaris Umum (Sekum) Gabungan Industri Otomotif Indonesia (GAIKINDO), di Jakarta, Kamis (15/8/2019) pekan lalu.

Kukuh menjelaskan fokus Kementerian ESDM sekarang ini tidak hanya menciptakan energi terbarukan saja, tapi juga bagaimana mengembangkan bahan bakar yang sesuai dan aman untuk mobil-mobil bermesin diesel di Indonesia.

“Pencampuran antara minyak fosil (solar) dengan minyak nabati (kelapa sawit) itu harus bisa memenuhi persyaratan-persyaratan otomotif yang ada ditetapkan sebelumnya, sehingga tidak perlu melakukan perubahan pada mesin mobil. Jadi itu yang dilakukan dan sejauh ini nampaknya positif,” sambung Kukuh.

Menurut Kukuh penerapan kebijakan penggunaan bahan bakar B20 bisa menghemat hingga 40 persen solar.

B30 Sudah Harus Diterapkan Tahun Depan

Setelah sukses menerapkan penggunaan bahan bakar B20, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas (ratas) baru-baru ini mengimbau supaya B30 sudah dapat direalisasikan tahun depan.

“Saya juga ingin agar B20 ini nanti pada Januari 2020 itu sudah pindah ke B30. Selanjutnya nanti di akhir 2020 sudah meloncat lagi ke B50,” ungkap Jokowi.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu penerapan BBM jenis solar yang dicampur oleh minyak sawit dapat menimbulkan efek ganda bagi permintaan akan pasar sawit di pasar domestik. Di mana pada akhirnya dapat memberikan keuntungan bagi industri kelapa sawit nasional.

“Kita ingin mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan juga yang paling penting kita ingin mengurangi impor minyak kita,” ujar Jokowi.

Hasil Uji B30 Rampung September

DFSK Super Cab mengikuti uji coba bahan bakar solar B30 (Foto: DFSK)

Juni lalu, Kementerian ESDM telah melakukan uji B30. Pengujian ini melibatkan tiga unit truk dan delapan unit kendaraan penumpang bermesin diesel yang sudah diisi dengan bahan bakar B30. Masing-masing kendaraan akan menempuh perjalanan sejauh 40 ribu dan 50 ribu kilometer (km).

Adapun rute yang akan dilalui untuk kendaraan penumpang mulai dari Lembang – Cileunyi – Nagreg – Kuningan – Tol Babakan – Slawi – Guci – Tegal – Tol Cipali – Subang – Lembang. Setiap hari kendaraan akan melaju sejauh 560 km.

Sedangkan truk menempuh rute Lembang – Karawang – Cipali – Subang – Lembang sejauh 350 km per hari.

Dilansir dari berbagai sumber, ditargetkan pengujian bahan bakar B30 ini rampung pada September 2019.

Pengujian B30 menyangkut beberapa indikator umum mulai dari konsumsi bahan bakar, emisi, tekanan di filter, dan lainya. Sejauh ini semua indikator tersebut memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan.

Baca juga:

Januari 2020, Mobil Bermesin Diesel Beralih ke Bahan Bakar Solar B30

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Previous post
Komunitas TYCI Ajak Pecinta Kopi Berkumpul di Hari Kemerdekaan
Next post
Ini Pentingnya Adu Keterampilan Pengemudi Truk Volvo Bagi Pengusaha Logistik