HomeSumber informasiUji Emisi Mobil Daihatsu Butuh Waktu 25 Menit

Uji Emisi Mobil Daihatsu Butuh Waktu 25 Menit

Uji Emisi Mobil Daihatsu
Uji emisi mobil Daihatsu bisa dilakukan di bengkel resmi (Foto: ADM)

Jakarta – Pemilik mobil Daihatsu khususnya yang berada di wilayah Jakarta kini bisa melakukan uji emisi di sejumlah bengkel resmi.

Uji emisi wajib dilakukan oleh pelanggan yang memiliki mobil dengan usia di atas tiga tahun, sejalan dengan Peraturan Gubernur Nomor 66 Tahun 2020.

Lewat peraturan tersebut Pemerintah DKI Jakarta mewajibkan kendaraan bermotor yang beroperasi di wilayahnya harus lulus uji emisi gas buang kendaraan.

Saat ini bengkel resmi Daihatsu di Jakarta sudah siap untuk melayani para pemilik mobil yang hendak melakukan uji emisi.

Baca Juga: 

Proses pengujian hanya memakan waktu 25 menit saja. Hasil uji emisi berlaku selama 1 tahun sejak tanggal dilakukan uji emisi terakhir.

“Bagi Sahabat yang melakukan perawatan berkala di bengkel resmi Daihatsu, bisa langsung uji emisi kendaraannya secara gratis. Namun, Daihatsu juga melayani Sahabat yang hanya ingin melakukan uji emisi saja, dengan cukup membayar Rp165 ribu. Sahabat akan mendapatkan sertifikat lulus uji emisi yang terdaftar resmi, dan dapat dicek pada aplikasi e-Uji Emisi,” ujar Ratno Yunanto, Service Department Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), dalam keterangan resminya, Selasa (26/1/2021).

Informasi mengenai bengkel resmi mobil Daihatsu di wilayah Jakarta yang memiliki fasilitas uji emisi, pelanggan dapat menghubungi Daihatsu Access di 1-500-898. Bisa juga mengunjungi situs web www.astra-daihatsu.id.

Uji Emisi Mobil Daihatsu
Bengkel resmi Daihatsu terima uji emisi mobil (Foto: Daihatsu)

Langkah Sederhana Supaya Lulus Uji Emisi

Satu mobil dibentuk dari puluhan ribu komponen, beberapa di antaranya punya peran menghasilkan emisi. Nah, supaya lulus uji emisi, berikut daftar komponen mobil yang perlu mendapat perhatian:

Filter Udara

Filter udara menjadi salah satu komponen yang mempengaruhi angka hidrokarbon (HC). Filter udara yang kotor bisa menghambat aliran udara masuk ke ruang mesin.

Akibatnya angka HC bisa menjadi tinggi karena pasokan udara ke mesin menjadi berkurang. Untuk itu penting mengganti filter udara sesuai dengan anjuran penggantian komponen kendaraan misalnya 10 ribu km sekali.

Oli Mesin

Sedangkan kesalahan pemakaian oli mesin bisa membuat mesin cepat panas. Efeknya, kerja mesin menjadi berat dan emisi gas buangnya sulit dikendalikan.

Sensor Oksigen

Sensor oksigen pada mobil juga berpengaruh memberikan emisi gas buang kendaraan yang bagus. Sensor yang bagus bisa menciptakan pembakaran yang sempurna.

Selain itu, ada juga katalitik konverter yang bertugas mengubah emisi gas buang menjadi udara bersih. Katalitik konverter biasanya terletak di bagian bawah mobil.

Baca Juga: 

Uji Emisi Gratis
Pemprov DKI Jakarta menyediakan layanan uji emisi kendaraan gratis (Foto: Dok TYCI)

Busi dan Knalpot

Komponen terakhir yang cukup berpengaruh pada hasilan angka emisi gas buang adalah busi. Busi sebaiknya diganti secara berkala, misalnya setiap 10 ribu km.

Busi yang baik akan menghasilkan proses pembakaran yang baik. Hal ini akan sangat mempengaruhi efisiensi pada mesin kendaraan.

Sedangkan untuk tempat gas buang atau knalpot, usahakan memakai knalpot standar karena sudah diperhitungkan kadar gas buangnya agar sempurna.

Penggunaan knalpot racing atau yang sudah dimodifikasi tentu bisa mengubah kadar emisi dari mobil. Untuk itu, usahakan pertahankan keaslian mobil seperti baru keluar dari pabrik.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Previous post
Daftar Harga Terbaru Kia Seltos dan Sonet
Pabrik Mobil Hyundai di Indonesia
Next post
Hyundai Dirikan Pabrik di Indonesia, Volume Mobil Rakitan di Malaysia Bisa Naik