Sepeda motor

Ujian Praktik SIM CII untuk Motor 500cc Akan Dibuat Berbeda

Jakarta – Ujian praktik untuk pemohon SIM CII yang memiliki sepeda motor di atas 500cc akan dibuat berbeda dari SIM C biasa. Pihak Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas) sengaja membuat perbedaan, mengingat dari segi kapasitas mesin dan dimesi dari sepeda motor di atas 500cc berbeda dengan yang berada di bawahnya.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pada Februari lalu resmi mengeluarkan Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM. Isi dari Perpol tersebut, salah satunya mengatur soal penggolangan jenis SIM C, dari yang sebelumnya hanya satu kini menjadi tiga.

Ujian Praktik SIM CII

Latihan Ujian Praktik SIM C (Foto: Ist)

Ketiganya dibedakan berdasarkan kapasitas mesin sepeda motor yang dimiliki oleh pengendara. SIM C diperuntukkan bagi pemilik sepeda motor dengan mesin di bawah 250cc, SIM CI khusus sepeda motor bermesin 250cc sampai 500cc, dan SIM CII berlaku untuk pengendara yang mengemudikan sepeda motor di atas 500cc.

Di samping perbedaan golongan, nantinya ujian praktik untuk para pemohon SIM juga dibedakan.

“Tentunya ujian praktik yang dilaksanakan akan di sesuaikan dengan jenis kendaraannya. Oleh karena itu, pastinya akan berbeda antara uji praktik sepeda motor dengan cc di bawah 250cc dan yang di atas 500cc, itu akan ada perbedaan sedikit,” kata AKBP Arief Budiman Kasi Standar Pengemudi Ditregident Korlantas Polri, sebagaimana dilansir Carmudi dari kanal Youtube NTMC, Selasa (13/7/2021).

Lebih lanjut, Arief menjelaskan, perbedaan ujian praktik untuk SIM CII itu hanya pada jarak cone saja. Jadi, antara cone satu dengan cone lain diberi jarak agak lebar, karena bodi sepeda motor di atas 500cc cenderung lebih besar.

“Kalau untuk sepeda motor besar menggunakan sarana praktik untuk sepeda motor kecil tentu akan sangat sulit, sehingga jarak dan aturannya akan kami sesuaikan. Tetapi materinya mirip-mirip, mulai dari keseimbangan, kemudian konsentrasi, dan ada indikator-indikator lain yang bisa mengukur, apakah seseorang itu cukup memiliki kompetensi untuk mengendarai roda dua sesuai dengan golongan yang diiginkan,” paparnya.

SIM C1

Ujian Praktik pembuatan SIM (Foto: Ist)

Persyaratan Pembuatan SIM

Kendati SIM C terbagi menjadi tiga, tapi terkait persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemohon SIM tidak ada perbedaan.

Sebagaimana tertulis dalam Perpol Nomor 5 Tahun 2021 pasal 7, disebutkan bahwa persyaratan penerbitan SIM ada empat, meliputi usia, administrasi, kesehatan dan lulus ujian.

Penjelasan lebih lengkap mengenai persyaratan tersebut dijabarkan di pasal 8, 9, 10 dan 13.

Pasal 8 huruf a, b dan c

Persyaratan usia untuk penerbitan SIM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf a, harus memenuhi ketentuan usia paling rendah:

a. 17 (tujuh belas) tahun untuk SIM A, SIM C, SIM D dan SIM DI;
b. 18 (delapan belas) tahun untuk SIM CI;
c. 19 (sembilan belas) tahun untuk SIM CII;

Pasal 9 ayat 1 huruf a

(1) Persyaratan administrasi untuk penerbitan SIM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b, dilakukan dengan ketentuan:

a. untuk penerbitan SIM Ranmor Perseorangan dan SIM Ranmor umum meliputi:

1. mengisi dan menyerahkan formulir pendaftaran SIM secara manual atau menunjukkan tanda bukti pendaftaran secara elektronik;
2. melampirkan fotokopi dan memperlihatkan identitas diri kartu tanda penduduk elektronik bagi warga negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi warga negara asing;
3. melampirkan fotokopi sertifikat pendidikan dan pelatihan mengemudi yang asli yang dikeluarkan oleh sekolah mengemudi yang terakreditasi, paling lama 6 (enam) bulan sejak tanggal diterbitkan;
4. melampirkan fotokopi surat izin kerja asli dari kementerian yang membidangi ketenagakerjaan bagi warga negara asing yang bekerja di Indonesia;
5. melaksanakan perekaman biometri berupa sidik jari dan/atau pengenalan wajah maupun retina mata; dan
6. menyerahkan bukti pembayaran penerimaan negara bukan pajak;

Ketentuan Memiliki SIM

Sekarang SIM terbagi dalam 11 Golongan (Foto: Finansialku)

Pasal 10

Persyaratan kesehatan untuk penerbitan SIM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf c, meliputi:

a. kesehatan jasmani; dan
b. kesehatan rohani.

Pasal 13 ayat 1

(1) Persyaratan lulus ujian untuk penerbitan SIM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf d meliputi:

a. ujian teori;
b. ujian keterampilan melalui simulator; dan
c. ujian praktik.

Baca Juga:

 

Penulis: Santo Sirait

Santo Sirait

Santo Sirait sebelumnya Jurnalis di Okezone.com, pindah ke Carmudi.co.id sebagai Reporter pada November 2017. Fokus di sektor otomotif, terutama meliput tentang mobil, motor dan industri otomotif. Santo dapat dihubungi di [email protected]

Related Posts