Home » Berita » Virus Corona Tak Halangi Merger Fiat Chrysler – Peugeot Citroen

Virus Corona Tak Halangi Merger Fiat Chrysler – Peugeot Citroen

Merger Fiat Chrysler Automobiles (FCA) dan PSA Peugeot Citroen

New York – Tidak semua kabar dari dunia otomotif tentang pembatalan pameran atau mobil baru yang gagal meluncur akibat pandemi virus corona (Covid-19) yang melanda di 203 negara. Pasalnya, di tengah wabah ini rupanya tidak mengurungkan niat Fiat Chrysler Automobiles (FCA) dan PSA Peugeot Citroen untuk merger sesuai rencana. Hanya saja, seperti dilansir Carbuzz, rincian merger kedua pabrikan tersebut masih perlu pengembangan.

Terkait Covid-19, bukan berarti merger ini tanpa kendala. Kapitalisasi pasar FCA dan PSA harus terganggu dihantam wabah virus karena kegiatan produksi harus dihentikan. Efek dominonya tentu penjualan yang mandek karena orang-orang di seluruh dunia didesak untuk tetap di rumah.

Kedua merek besar ini pun awalnya melihat merger sebagai gabungan yang ideal. Namun karena penurunan harga saham akan berdampak pada penilaian kedua perusahaan, sehingga ketentuan kesepakatan antara kedua belah pihak perlu diubah.

Kemungkinan besar, perubahan terjadi pada pembayaran dividen yang akan diterima pemegang saham FCA setelah merger. Pembayaran ini akan ditetapkan kembali pada Desember ketika pabrikan Fiat Chrysler dan Peugeot pertama kali menandatangani nota kesepahaman. Perusahaan otomotif asal Italia-Amerika Serikat tersebut pun sepakat untuk menggelontorkan dana sebesar 6,1 miliar dolar AS atau sekira Rp100 triliunan (kurs= Rp16.407) kepada para pemegang saham. Kemudian, PSA juga akan mendistribusikan 46 persen saham di Faurecia sebagai pemasok komponen kepada para pemegang sahamnya.

Merger Fiat Chrysler Automobiles (FCA) dan PSA Peugeot Citroen
Merger Fiat Chrysler Automobiles (FCA) dan PSA Peugeot Citroen tidak terhalang pandemi virus corona (Covid-19). (Foto: Carmudi)

Momen merger di tengah pandemi Covid-19 ini sekaligus menggambarkan bahwa dampak pelemahan ekonomi tidak merata melanda pabrikan. Sebelum wabah melanda, Fiat Chrysler Automobile diketahui memiliki kapitalisasi pasar yang lebih tinggi dibandingkan mitra merger Prancisnya. Namun kini bisa saja sebaliknya mengingat pasar utamanya, Amerika Serikat dan Italia adalah negara terparah yang terjangkit virus corona.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari sumber yang sama, pihak PSA Peugeot Citroen mengatakan, “tidak pantas berspekulasi tentang kondisi perubahan kesepakatan (merger), meski di tengah pandemi ini, perusahaan tetap mengambil keputusan untuk keberlanjutan kerja sama kelompok.”

Inovasi yang Diharapkan dari Merger

Diler baru Jeep dikawasan Bintaro. (Foto: Jeep)

Merger Fiat Chrysler – Peugeot Citoren sebenarnya cukup unik. Jika ini benar-benar terjadi maka bisa dibilang bahwa mereka adalah grup produsen otomotif terbesar keempat berdasarkan volume total. Demi mendapat keuntungan yang maksimal, maka tidak mungkin akan ada pembagian komponen, platform, teknologi, hingga biaya pengembangan yang lebih besar.

Banyak yang berharap bahwa Fiat kembali akan memasuki segmen mobil kecil, atau Citroen yang bisa tetap hidup dengan membuat crossover berbasis Jeep Renegade. Ini sungguh menarik, terutama dalam mempersiapkan kebangkitan ekonomi pascapandemi.

Peugeot Mencoba Bangkit di Indonesia

Di bawah naungan PT Astra Peugeot sebagai Agen Pemegang Merek (APM), Peugeot sendiri bertekad bangkit di pasar otomotif Indonesia. Merek berlogo singa ini memang sempat ditinggalkan konsumen lantaran penyakit khas mobil Eropa, overheat.

Namun demi bangkit di kancah otomotif Tanah Air, Peugeot pun meluncurkan model baru 3008 dan 5008.

“Sejak produk baru ini enggak ada masalah, karena Peugeot sudah menguji di kondisi ekstrem tropis. Peugeot 3008 dan 5008 sebelumnya sudah diriset, karena janji mereka adalah masuk ke Indonesia jika dalam setahun di kondisi ekstrem tropis tidak ada masalah,” jelas Fajar Cendekia, Head of Finance and Marketing PT Astra Peugeot Indonesia beberapa waktu lalu.

Peugeot 208 (Foto: Carscoops)

Soal model unggulan, Peugeot sebenarnya tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, Peugeot 208 baru saja ditahbiskan sebagai Mobil Terbaik Eropa 2020. Tak hanya itu, kemenangan Peugeot ini sekaligus menandakan kesuksesannya yang telah enam kali tembus sebagai mobil terbaik Eropa dan mungkin sulit disalip merek lain. Sebelumnya penghargaan serupa diraih oleh Peugeot 504 pada 1969, 405 pada 1988, 307 pada 2002, 308 pada 2014, dan 3008 pada 2017.

 

Penulis: Dimas Hadi

Baca Juga:

Hari Ini Terakhir GM Jual Mobil Chevrolet di Indonesia

Test Drive Wuling Almaz SUV di bawah Rp350 juta
Previous post
Ini 6 Tips Unik yang Wajib Diketahui dari Wuling Almaz
Next post
DFSK Masih Sembunyikan Jadwal Peluncuran Glory i-Auto di Indonesia