HomeBeritaWacana Pajak Nol Persen, Bagaimana Skema dan Dampaknya?

Wacana Pajak Nol Persen, Bagaimana Skema dan Dampaknya?

wacana pajak nol persen
Industri otomotif didorong untuk produksi alat kesehatan untuk kebutuhan memerangi virus covid-19. Foto/Carmudi.

Jakarta – Wacana pajak nol persen terhadap pembelian mobil baru terus menggaung di lingkaran Pemerintah Indonesia beberapa hari belakangan ini. Melihat wacana ini, hampir seluruh masyarakat Indonesia sangat antusias.

Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian lah yang pertama kali wacana pajak nol persen bagi kendaraan bermotor. Ia mengaku sudah mengajukan relaksasi mengenai pajak pembelian mobil baru agar menjadi nol persen.

Upaya ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri otomotif di tengah pandemi.

“Kami sudah mengusulkan kepada Menteri Keuangan untuk relaksasi pajak mobil baru agar nol persen sampai bulan Desember 2020,” ujar Agus pekan lalu.

Ilustrasi pabrik mobil di China (Foto: CNN)

Selain menyampaikan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani, ia juga menyerukan usulan ini kepada Rakornas Kadin demi tujuan percepatan pemulihan sektor ekonomi negara.

Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menanggapi hal tersebut. Ia meyakini jika hal tersebut dapat memberikan dampak yang sangat luas dan besar.

Bisa Mempermudah Masyarakat Membeli Mobil Baru

Insentif mengenai wacana pajak nol persen ini bisa membuat harga mobil menjadi turun. Efeknya, banyak masyarakat akan bergairah untuk kembali membeli mobil baru.

“Misalnya aja nih untuk pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Kalau misalnya Toyota Avanza bisa turun sampai Rp15-20 jutaan tergantung model kan ini sangat lumayan,” kata Nangoi pekan lalu.

wacana pajak nol persen bagi mobil baru
New GLC 200 dan New GLE 450 kini resmi diproduksi di pabrik Wanaherang.

Lalu, ia menyebutkan, penurunan harga mobil disebabkan karena pemerintah tidak mengambil pajak.

Seperti diketahui, harga off the road dan on the road berbeda. Harga off the road merupakan harga mobil yang belum kena pajak.

Dengan itu, ia juga berharap Pemerintah RI bisa memberikan harga off the road yang merupakan harga resmi penjualan umum.

“Ada dua hal yang jadi fokus diskusi kita. Pertama PPnBM kita minta keringanan pajak barang mewah untuk pajak yang diproduksi di Tanah Air, kedua PKB,” beber Nangoi.

Sekadar informasi, saat ini tarif PPnBM mencapai 15 hingga 70 persen. Sementara BBN menyesuaikan kebijakan masing-masing daerah, namun rata-rata mencapai 12,5 persen dari harga mobil yang ada.

Jika kedua hal tersebut dihilangkan, tentunya masyarakat akan lebih terangsang membeli mobil. Hal ini bisa berefek pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang saat ini sedang sangat lesu akibat pandemi Covid-19.

Masih Sekadar Wacana

Yohannes juga mengingatkan kepada masyarakat Indonesia jika ini masih dalam tahap wacana. Komunikasi dan usaha kepada Pemerintah terus berjalan, baik pemerintah pusat maupun daerah.

Harapannya wacana pajak nol persen ini bisa diberikan kepada industri mobil hingga kuartal pertama tahun 2021 nanti.

Lantas, apakah ada dampaknya terhadap industri otomotif yang sudah ada?

wacana pajak nol persen bakal untungkan masyarakat
Industri otomotif terutama kendaraan roda empat diharapkan bisa terus tumbuh dengan pajak 0 persen. (Foto: Honda)

Kukuh Kumara, Sekretaris Jenderal Gaikindo membeberkan sedikit efeknya.

“Kalau banyak masyarakat yang beli kendaraan di bawah Rp300 jutaan ini bakal makin banyak. Makin dikasih diskon, makin berbondong-bondong mereka. Apalagi transportasi umum terbatas,” katanya seperti dikutip dari CNBC pekan lalu.

Namun, Kukuh menyampaikan harapan yang serupa dengan Yohannes. Ia berharap penjualan mobil bisa mengalami kenaikan.

Apalagi penjualan mobil pada bulan Agustus lalu hanya 37.277 unit. Berbeda dari waktu normal yang bisa menjual mobil hingga 90 ribu kendaraan sebulan.

Dampaknya Bagi Masyarakat

Secara dampak, masyarakat akan sangat bisa menikmati harga mobil yang terpangkas belasan hingga puluhan juta. Misalnya, Toyota Rush tipe tertinggi TRD Sportivo transmisi manual punya harga Rp266 jutaan.

Nilai PPnBM mobil tersebut mengacu pada pajak PPnBM mencapai 10 persen. Nilai 10 persen Rp266 juta mencapai Rp26 jutaan.

Lalu, jika pemerintah mengabulkan relaksasi pajak nol persen untuk BBN saja maka pembeli juga bisa dapat keringanan mencapai Rp24 jutaan.

Bagaimana dengan relaksasi pajak PKB?

Konsumen atau pembeli bisa mendapat keringanan hingga Rp4 jutaan. Jika ditotal, maka pembeli tersebut bisa mendapat keringanan hingga Rp55 jutaan.

wacana mengenai pajak nol persen
Booth Daihatsu di GIIAS 2019 (Foto: Santo/Carmudi)

Misalnya lagi harga mobil yang Rp266 juta mendapat keringanan sebesar Rp55 jutaan, ini artinya pembeli hanya perlu membayar Rp211 jutaan saja untuk Toyota Rush TRD Sportivo transmisi manual.

Belum lagi jika sudah mendapatkan diskon dari diler. Harganya bisa saja akan terpangkas lagi menjadi lebih murah. Namun, setiap daerah memiliki aturan PKB yang berbeda-beda.

Bahkan dalam satu kota pun bisa mengalami perbedaan, seperti antara Jakarta Selatan dengan Jakarta Utara. Mengenai wacana pajak relaksasi nol persen ini, beberapa daerah menyatakan setuju dengan ide Agus Gumiwang.

Beberapa daerah tersebut adalah Jawa Barat, Yogyakarta, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah. Jawa Barat sendiri merupakan salah satu daerah dengan penjualan mobil terbesar di Indonesia.

Pandangan Produsen Otomotif

PT Honda Prospect Motor (HPM) membeberkan pandangannya mengenai wacana relaksasi pajak nol persen ini. Billy Yusak, Marketing Director PT HPM mengatakan itu bisa membuat pasar menjadi terstimulus.

“Ini tentu baik untuk menstimulus pasar kalau diimplementasikan. Kalau kira-kira bisa meningkat berapa kita belum bisa pastikan. Perlu studi dan kajian lagi,” kata Billy.

Respons Kemenkeu

Wacana ini pun kemudian mengundang respons Pemerintah. Yustinus Prastowo, Staff Khusus Menteri Keuangan membeberkan sedikit tanggapan.

“Usulan dari Kemenperin ini sudah diterima tentang pembebasan pajak terkait kendaraan bermotor roda empat. Sudah diterima resmi,” terang Yustinus. Pembahasan ini masih dilakukan oleh internal Kemenkeu yang dipimpin Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

wacana pajak nol persen bagi mobil baru

Koordinasi juga dilakukan dengan Kementrian dan Lembaga terkait. Sayangnya, banyak orang menilai jika wacana pajak nol persen ini akan sulit terealisasi karena akan ada banyak uang hilang yang masuk ke Pemerintah.

Jadi, apakah Pemerintah siap kehilangan pendapatan yang cukup besar dari pajak ini?

 

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Baca Juga:

Naik Lamborghini, Wali Kota Surabaya Risma: Enggak Goyang Sama Sekali

Ganti Pelumas di bengkel
Previous post
Ini Cara Gampang Ganti Pelumas Motor Matik Bisa Dapat Motor
Next post
Pentingnya Mengatur Posisi Headrest Pengemudi, Cegah Cidera dan Sakit Leher