Home » Tips dan Trik » Wajib Tahu, Ini 9 Perawatan Mobil yang Sering Diabaikan

Wajib Tahu, Ini 9 Perawatan Mobil yang Sering Diabaikan

Perawatan mobil
Perawatan mobil yang sering diabaikan. (Foto: Carmudi)

Sebagian besar orang yang bekerja saat ini sudah menerapkan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah karena adanya pandemi virus covid-19 atau virus corona di Indonesia. Perawatan mobil menjadi salah satu aktivitas yang sering dilakukan saat pekerjaan dari kantor sudah diselesaikan ataupun di waktu luang. Namun, ada beberapa perawatan yang sering diabaikan oleh pengguna mobil.

Perawatan mobil yang umum dilakukan yaitu mengganti aki, oli, serta melakukan spooring dan balancing. Tidak banyak yang tahu bahwa ada bagian-bagian lainnya yang juga perlu dilakukan perawatan.

Padahal, melakukan perawatan pada bagian mobil yang sering diabaikan ini dapat membuat mobilnya tetap dalam kondisi prima selama bertahun-tahun. Serta, menghindari kerusakan yang fatal hingga harus dibawa ke bengkel mobil untuk diperbaiki dalam waktu lama.

Dilansir dari berbagai sumber, Carmudi rangkum beberapa perawatan mobil yang sering diabaikan oleh sebagian besar pengguna kendaraan mobil sebagai berikut.

Mengganti Filter Udara di Dalam Kabin Mobil

Mengganti filter udara di dalam kabin mobil. (Foto: Ilustrasi)

Filter udara ini berfungsi untuk menyaring udara dari luar yang masuk ke dalam ruang kabin mobil. Terdapat beberapa jenis filter udara, salah satunya filter dengan karbon aktif yang dapat menghilangkan bau tidak sedap dan berbagai polutan dari luar.

Jika pengguna mobil mencium bau busuk saat menyalakan Air Conditioner (AC) atau pemanas mobil, maka pengguna harus segera mengganti filter udara di dalam kabin mobilnya setiap 50 ribu kilometer. Jika dibawa ke bengkel mobil, sebagian besar mekanik akan memeriksa filter udara mesin mobil, namun tidak mengecek filter udara di dalam kabin mobil kecuali diminta.

Bau busuk tersebut bisa jadi disebabkan filter udara di dalam kabin mobil tersumbat atau terdapat jamur yang menumpuk di filternya. Jika diabaikan, ini bisa sangat menganggu kenyamanan serta kesehatan pengemudi dan para penumpang mobil.

Membersihkan Sistem Bahan Bakar

Ini juga menjadi salah satu perawatan pada mobil yang sering diabaikan. Tidak banyak yang tahu bahwa sistem bahan bakar pada mobil bisa terdapat puing-puing seperti karbon, kotoran, dan lumpur yang menumpuk seiring berjalannya waktu. Ini dapat mengakibatkan tenaga mesin mobilnya jadi berkurang.

Membersihkan sistem bahan bakar pada mobil bisa dilakukan dengan cara mengganti saringan bahan bakar dan membersihkan sistem injeksi bahan bakarnya secara langsung. Selain itu, juga dapat menggunakan aditif pembersih bahan bakar untuk membersihkan.

Mengganti Minyak Rem Mobil

Perlu diketahui, minyak rem memiliki sifat hidroskopis yang dapat menyerap lembap. Meskipun berada di dalam sistem rem mobil yang tertutup rapat, minyak tersebut tetap bisa menyerap lembap dari sekitarnya sehingga membuat temperaturnya menjadi rendah.

Hal ini bisa menyebabkan karat dan korosi pada sistem rem hidrolik. Oleh karena itu, perlu dilakukan perawatan dengan mengganti minyak rem mobil secara berkala dan tentunya tidak boleh diabaikan. Disarankan untuk mengganti minyak rem mobil saat sudah mencapai 60 ribu kilometer atau setiap tiga tahun sekali.

Menyesuaikan Katup atau Klep

Menyesuaikan klep mobil. (Foto: teknisimobil.com)

Jangan pernah mengabaikan perawatan mobil yang satu ini karena dapat mempengaruhi kinerja mesin mobil. Katup atau klep pada mobil berfungsi untuk mengatur sirkulasi gas pembakaran ke dalam dan luar mesin mobil.

Untuk mobil yang masih menggunakan lifter katup bersistem mekanis, perlu dilakukan pengecekan secara berkala dan penyesuaian jika diperlukan. Sedangkan untuk lifter katup bersistem otomatis, tidak perlu dilakukan pengecekan dan penyesuaian.

Mengganti Cairan Coolant

Mengganti coolant. (Foto: Ilustrasi)

Masih banyak pengguna mobil yang tidak mengganti coolant atau cairan pendingin radiator karena mengira cairan tersebut dapat bekerja dengan baik seumur hidup.

Padahal, kualitas coolant bisa menurun seiring berjalannya waktu. Jika keseimbangan pH-nya berkurang, akan terjadi tumpukan pasir yang dapat menghambat kinerja cairan tersebut. Ini juga mempengaruhi kinerja sistem pendingan mesin mobil. Sehingga, dapat menganggu kenyamanan para penumpang mobil.

Selain itu, jika tidak mengganti cairan coolant sesuai yang dianjurkan, dapat membuat mesin mobil jadi panas dan mudah mogok.  Memang sebaiknya perawatan mobil ini jangan sampai diabaikan. Pengguna mobil cukup melakukan pengecekan dan mengganti coolant saat mobilnya sudah menempuh jarak antara 60 ribu hingga 90 ribu kilometer.

Membersihkan Terminal Accu

Terminal accu bisa menjadi kotor seiring waktu berjalan. Bahkan, bisa terkena korosi jika accu-nya sudah tua. Ini yang menyebabkan masalah listrik pada mobil. Pengguna mobil bisa melakukan perawatan dengan mengeluarkan accu dan membersihkan terminal accu-nya dengan menggunakan baking soda.

Jika sudah mengering, accu tersebut bisa diganti, kemudian tentukan kontak terminal accu yang tepat. Ini untuk menjamin sistem kelistrikan pada mobil dapat bekerja dengan baik serta bertahan lama.

Mengganti Ban Mobil

Ban mobil
Mengganti ban merupakan perawatan mobil yang tidak boleh diabaikan. (Foto: Ilustrasi)

Ban merupakan salah satu bagian mobil yang cukup vital. Sehingga, ban harus sering dilakukan pengecekan serta perawatan secara berkala. Bagi pengemudi yang sering menginjak rem secara mendadak, maka harus sering mengecek keadaan ban mobilnya. Jika keadaan ban mobil tersebut sudah aus, sebaiknya segera diganti. Selain itu, hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah tekanan udara di dalam ban mobil.

Mengganti Cairan Transmisi Otomatis

Perawatan mobil lainnya yang sering diabaikan adalah mengganti cairan transmisi otomatis. Hal ini tentunya berlaku pada mobil bertransmisi otomatis. Transmisi otomatis bekerja di dalam kompartemen mesin yang berukuran sempit dan minim ventilasi.

Ini menyebabkan kualitas cairan transmisi otomatis tersebut menurun seiring berjalannya waktu. Jika cairannya tidak diganti, kemungkinan besar mobilnya bisa mendapatkan masalah yang tidak bisa dihindari.

Sebaiknya, lakukan penggantian cairan transmisi otomatis jika mobil sudah menempuh jarak 40 ribu hingga 50 ribu kilometer. Di bengkel mobil, penggantian cairan transmisi otomatis disebut servis ‘kuras oli matic’.

Mengganti Bola Lampu Utama Mobil yang Redup

Lampu utama yang disematkan di bagian depan mobil merupakan salah satu fitur keselamatan paling penting saat mobil dibawa berkendara di malam hari. Lampu tersebut bisa menjadi kurang terang seiring waktu berjalan, khususnya jika bola lampu utamanya mengandalkan non-LED tua. Hal ini tidak diketahui oleh banyak pengguna mobil.

Sebaiknya, lakukan perawatan dengan mengganti bola lampu utama jika melihat lampu utamanya sudah tidak memberikan penerangan yang cukup. Jangan diabaikan karena dapat mengancam keselamatan mengemudi di malam hari.

Selain itu, jika lampu utamanya terlihat kekuningan atau keruh, pengguna mobil bisa menggunakan lap dan pasta gigi untuk membersihkannya. Ini dapat meningkatkan ketajaman penerangan lampu tersebut.

 

Penulis: Nadya

Editor: Lesmana

Previous post
Resmi Dijual di Indonesia, Harga All New Audi Q3 Tak Sampai Rp1 Miliar
Jalan Tol
Next post
Sejak Ada Penetapan PSBB, Kepadatan Lalu Lintas di Jalan Tol Menurun