BeritaKomunitasSepeda motorSumber informasiTips dan Trik

Jangan Paksa Yamaha NMax Terabas Banjir Setinggi Lebih As Roda

Penulis : Zainal Abidin

Water Hammer

Jangan paksa Yamaha NMax melintas banjir setinggi lebih dari as roda (Grafis/Enda)

Jakarta – Musim hujan selalu bawa berkah bagi kehidupan manusia dan juga alam. Tapi kalau hujannya terus-terusan dalam skala yang besar, tentunya akan jadi bencana.

Banjir dan genangan air akan ada dimana-mana, khususnya bagi daerah yang tidak punya sistem jalur air yang baik.

Banjir atau genangan air di jalan jadi musuh banyak orang, khususnya pengendara, baik itu roda empat maupun roda dua. Aktivitas harian terhambat, susah kemana-mana, rezeki pun ikut-ikutan mampet.

Namun bagi sebagian pengendara lagi, ada yang tetap memaksakan diri, terabas banjir demi sampai tujuan mengejar rupiah.

Mungkin bagi pengendara mobil, melintasi genangan air setinggi betis orang dewasa bukan satu masalah berarti. Sebaliknya bagi bikers, ini tentu jadi soal.

Terabas Banjir Boleh, Tapi Perhatikan Hal Ini!

Water Hammer

Box filter rawan kemasukan air yang akhirnya ,mengakibatkan water hammer (Istimewa)

Kali ini Carmudi Indonesia coba sharing sebuah tulisan tentang bagaimana seharusnya pengguna Yamaha NMax bersikap saat menghadapi banjir ataupun genangan air.

Maklum saja, bukan meragukan kemampuan skuitk gambot paling laris di Indonesia ini, tapi lebih kepada upaya menjaga atau menghindari hal-hal teknis yang tidak kita inginkan terjadi pada NMax.

Biar lebih afdol, Carmudi Indonesia langsung minta tanggapan kepada Slamet Kasianom, Senior Technical Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.

“Banyak hal sih yang harus diperhatikan bagi semua pengguna motor, tak hanya Yamaha NMax saja, kalau hujan bahkan sampai banjir,” kata Slamet menjawab pertanyaan Carmudi Indonesia. “Yang pasti adalah usahakan berteduh nunggu hujan reda,” kelakarnya.

Tapi bila memang terpaksa harus dipaksakan jalan, saat ketemu banjir atau genangan air, pemilik nama panggilan Slamet Pio ini menyarankan lebih baik berhenti dulu sambil lihat-lihat kedalaman atau ketinggian air.

“Jangan sampai NMax-nya kelelep. Kalau dalamnya hanya sebatas as roda atau sekitar 25cm, gas aja! Tapi usahakan dibuat stabil. Gas-nya jangan dibuka-tutup dan pertahankan di kecepatan sekitar 20km/jam.”

Tapi yang paling penting juga adalah perhatikan efek tsunami saat berpapasan dengan mobil atau kendaraan lain. “Mending menghindar deh, bahaya tuh,” tegas Slamet.

Wanti-wanti orang Yamaha sekaligus pemilik NMax ini, kalau ketinggian air sudah melebihi as roda, mending turun dan motor dituntun saja.

Hindari Water Hammer Biar Dompet Gak Berasa Dipalu

Penekanan terhadap efek tsunami ini sangat ditegaskan pria yang memang cukup dikenal di kalangan komunitas pengguna motor Yamaha ini.

Bukan gak pakai alasan mengapa ia berujar demikian, karena efek yang ditimbulkan gak main-main bro, bisa terjadi water hammer.

Apa sih water hammer? Ini adalah kondisi di mana air yang masuk ke ruang bakar mesin tidak bisa dikompresi seperti layaknya bahan bakar. Kalau mesin dipaksa hidup pasca kejadian tersebut, akibatnya bisa fatal. Siap-siap aja bongkar mesin untuk ganti piston dan ring piston.

Ongkosnya gak murah loh…. jadi mending dihindari daripada tanggung resiko dompet kena dipalu.

“Kalau ada gelombang air, dikhawatirkan masuk ke box filter dan lubang knalpot. Dua bagian ini yang bisa jadi penyebab terjadinya water hammer,” ungkapnya secara teknis.

Dijelaskan lebih jauh, air yang masuk ke box filter sebenarnya masih bisa ditahan biar gak sampai ke ruang bakar. Dengan catatan kalau filternya pakai yang tipe basah.

“Filter ini (basah) biasanya dipakai sebagai filter motor standard Yamaha NMax.”

Busa filter basah punya kandungan sifat minyak yang dapat menolak air. Kalau jumlah debit air yang masuk ke box filter besar, paling kebanyakan efeknya mesin mati.

“Suplai udara ke ruang bakar terhenti karena mampet, endingnya mesin mati. Nah, kuatirnya kalau ada kebocoran, air bisa langsung masuk ke ruang bakar, bisa bikin water hammer,” jelasnya.

Yang kedua kalau masuk dari bagian lubang knalpot. Ini juga bahaya. Air yang masuk dari lubang knalpot bisa langsung masuk ke ruang bakar. Apalagi kalau kata Slamet melintasi banjir dengan cara bejek gas lalu tiba-tiba ditutup (blow back).

“Makanya, kalau NMax masih kondisi standard, dalam arti gak ada modifikasi apapun di sistem pemasukan dan pembuangan, cara di atas masih aman kok dibawa main air saat hujan,” pungkasnya.

Nah, semoga info ini bisa berguna bagi para pengguna skuter metik, khususnya Yamaha NMax.

Editor : Zainal Abidin

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts