Berita Mobil Sumber informasi

Xpander dan Confero Nongol, Apa Kabar Pasar Mobil Bekas?

mobil bekas

Penulis : Zainal Abidin

Bekasi – Munculnya dua model mobil baru, Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero di pasar otomotif Tanah Air harus diakui memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan industri otomotif nasional di tahun ini.

Berkat keduanya, penjualan mobil baru menjadi cukup bergairah sebagai pilihan anyar untuk mobil keluarga selain Avanza, Xenia, Ertiga dan Mobilio. Namun sebaliknya, Xpander dan Confero juga memberikan efek kurang baik bagi bisnis penjualan mobil bekas.

Jalan-jalan ke sentra mobil bekas di kawasan Bekasi, Carmudi.co.id pada Kamis (28/12), menemui beberapa pedagang yang mengeluhkan hal ini. Salah satunya adalah Asep Agustyady, pemilik showroom Tiluf Mobilindo.

“Sejak Xpander ada, barang agak susah keluar. Avanza dan Ertiga jadi agak numpuk stoknya,” keluhnya.

Berbeda dengan pengakuan Asep, pemilik showroom Amin Motor 2 yang berada persis di seberang showroom Tiluf Mobilindo, justru menuturkan hadirnya dua model baru tersebut tidak terlalu memberikan dampak apa-apa.

“Perbulan kita masih jualan sekitar 15 unit. Jadi rasanya sih gak ada pengaruh dengan adanya Xpander dan Confero,” ucap Johnson, pemilik Amin Motor 2 yang showroom-nya memajang belasan unit mobil bekas berbagai merek Jepang.

Johnson mengaku untuk jualan mobil bekas di tempatnya, tidak ada model yang jadi prioritas. “Gak ada yang kita prioritaskan, semua model masih ada peminatnya, tapi memang lebih ke arah mobil Jepang. Kalau (peminat) mobil Eropa di Bekasi agak kurang,” ujarnya.

Pasar Hatchback Tergusur Meski Masih Ada Peminatnya

Adapun bisnis jual beli mobil bekas paling murah saat ini masih banyak diminati dengan ramainya penjualan mobil bekas LCGC dan Medium MPV.

“Agya dan Calya yang sekarang masih rame pasarnya. Hampir tiap bulan pasti ada aja yang nyari,” ujar Asep.

“Innova aja bulan Desember ini udah laku 3 unit,” lanjutnya.

xpander

Asep Agustyady, pemilik showroom Tiluf Mobilindo Bekasi. (Foto: Carmudi)

Sementara di segmen hatchback malah sebaliknya. Diakui Asep, mobil di segmen ini, seperti Toyota Yaris dan Honda Jazz malah sepi peminat. Padahal sebelumnya, dua model ini paling dicari sekennya.

“Bulan ini Yaris dan Jazz agak kurang, yang rame malah mobil gede seperti Innova. Tuh Yaris di depan, udah 5 bulan gak keluar-keluar,” ucapnya sambil menunjuk Toyota Yaris 2012 warna hitam dagangannya.

Honda Jazz Tipe RS Lebih Laris

Menurut Johnson, meski tidak seramai penjualan model lainnya, model hatchback tetap ada yang cari. “Honda Jazz satu-dua orang masih ada yang nyari. Tapi rata-rata konsumen minta yang tipe RS atau varian tertingginya, bukan yang tipe S,” akunya.

“Untuk harga bekasnya (new model) 2015 dibanderol sekitar Rp180-190 juta-an, tergantung kondisi. Beberapa konsumen sih gak ngaruh dengan adanya Xpander dan Confero. Sesuai selera masing-masing aja. Kalau suka sama Honda Jazz, mau ada model lain juga gak masalah,” pungkas Johnson. (dna)

Wahyu Perdana Putera

Berkarir di sejumlah online media sejak 2012 sebagai jurnalis teknologi, sains dan otomotif, kini di Carmudi Indonesia sejak Juli 2015 untuk mengulas & mempublikasikan kabar otomotif terkini dari perspektif lain. Menggilai mobil retro era '80-90an, modifikasi & kultur balap jalanan Jepang serta hobi modifikasi dengan aliran oldschool brutal seperti Shakotan, Kyusha & Kaido Racer. Email: wahyu.perdana@carmudi.co.id
Follow Me:

Related Posts