BeritaMobilSumber informasi

Setelah Deretan Kasus Ini, Yakin Masih Mau Beli BMW 3-Series?

Velg dengan logo BMW (Foto: DW.com)

Beijing – Anda yang berminat beli BMW 3-Series mungkin harus berpikir ulang. Jika Anda tertarik untuk beli BMW 3-Series, ada baiknya mempertimbangkan kembali mengingat salah satu model legendaris BMW itu tengah mencuri perhatian publik dunia terkait serangkaian kasus recall karena cacat produksi.

Setelah di Korea Selatan, kini giliran BMW China yang harus menelan pil pahit. BMW China itu rupanya kedapatan menjual BMW 3-Series yang cacat produksi. Rencananya perusahaan akan menarik lebih dari 139 ribu unit BMW 3-Series di China karena terindentifikasi bermasalah pada bagian sistem pendingin udara (air-conditioning/AC blower) di kabin.

Berdasarkan data milik State Administration for Market Regulation China, penarikan itu mencakup 89.309 kendaraan yang diproduksi di China antara Mei 2005 dan Juli 2011. Sedangkan 50.143 unit mobil lagi merupakan impor keluaran antara Januari 2005 dan Juli 2011.

“Suatu bagian di dalam blower AC setelah digunakan dapat meningkatkan resistensi yang bisa menyebabkan peningkatan temperatur dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kebakaran,” kata pihak berwenang, sebagaimana dikutip dari Xinhua.

Menyikapi masalah tersebut BMW Brilliance Automotive Ltd, perusahaan patungan antara BMW Group dan Brilliance China Automotive Holdings Ltd, akan melakukan pengecekan kendaraan yang berpontensi bermasalah. Pihaknya mengaku bertanggung jawab atas kasus tersebut dan berjanji mengganti setiap komponen yang rusak secara cuma-cuma.

Kualitas Mobil BMW Dipertanyakan

Bahkan jika Anda telah mengurungkan niat untuk beli BMW 3-Series karena deretan masalah yang disebutkan di atas, memilih model BMW lain pun harus kembali dipertimbangkan.

Bukan hanya di China, sepanjang 2018 ini BMW juga telah melakukan penarikan ribuan mobil di beberapa negara karena teridentifikasi bermasalah.

Pada awal Mei 2018, BMW Inggris secara terbuka mengumumkan kepada para pelanggannya bahwa beberapa model hasil produksinya bermasalah. Adapun model yang terindentifikasi mengalami masalah yaitu BMW 1-Series, 3-Series, Z4 dan X1. Baik itu yang menggunakan mesin bensin maupun diesel. Tahun produksinya Maret 2017 sampai Agustus 2011.

Cacat produksi yang melibatkan mobil BMW di Inggris sebenarnya sudah terendus pada 2016. Kala itu Ford Fiesta yang dikemudikan oleh Narayan Gurung bersama istrinya di jalan raya Guildford, Surrey menabrak pohon.

Ini dilakukan untuk menghindari tabrakan dengan mobil BMW 3-Series berwarna hitam yang berhenti mendadak di tengah jalan. Akibat kejadian tersebut pengemudi Fiesta mengalami luka parah dan meninggal dunia.

Bagaimana dengan BMW di Indonesia?

BMW Group Indonesia selaku Agen Pemegang Merek (APM) mobil BMW di Indonesia juga pernah melakukan recall (penarikan). Tapi pengumuman recall terkesan malu-malu, sebab tidak disebutkan berapa jumlah mobil yang ditarik.

Lewat keterangan resminya hanya menyebut pengguna mobil BMW Seri 1, BMW Seri 3, BMW Z4 dan BMW X1. Tahun produksi unit yang di-recall yakni Maret 2007 hingga September 2011 untuk segera melakukan Online Technical Updates.

Mobil-mobil yang terindikasi cacat produksi itu akan mendapat perbaikan. Recall juga meliputi penggantian berupa kabel dengan tambahan konektor distributor listrik sehingga meningkatkan pengalihan daya menuju ke pusat tenaga.

Juli 2018 lalu, BMW Korea Selatan juga melakukan penarikan terhadap 100 ribu mobil yang terindentifikasi mengalami masalah. Mobil-mobil tersebut berpotensi terbakar ketika sedang digunakan.

Khawatir adanya korban jiwa, Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengeluarkan pengumuman kepada warganya yang memiliki mobil BMW supaya tidak menggunakannya lagi di jalan.

Pengumuman tersebut terpaksa dikeluarkan menyusul adanya laporan mengenai 39 mobil BMW terbakar sepanjang 2018 di Korsel. Pabrikan elit Jerman itu mengakui bahwa terdapat beberapa model BMW yang mengalami cacat produksi di sistem pembuangan atau knalpot mobil. (dna)

Santo Sirait

Santo Sirait sebelumnya Jurnalis di Okezone.com, pindah ke Carmudi.co.id sebagai Reporter pada November 2017. Fokus di sektor otomotif, terutama meliput tentang mobil, motor dan industri otomotif. Santo dapat dihubungi di [email protected]

Related Posts