Home » Berita » Buntuti Indonesia, Malaysia Juga Akan Terapkan Bahan Bakar B30

Buntuti Indonesia, Malaysia Juga Akan Terapkan Bahan Bakar B30

Pebgujian bahan bakar B30 (Foto: Kementerian ESDM)

Kuala Lumpur – Program bahan bakar B30 (campuran biodiesel 30 persen dalam BBM jenis solar) sudah diimplementasikan di seluruh Indonesia sejak awal 2020. Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan penggunaan bahan bakar B30. Melihat besarnya manfaat penggunaan bahan bakar B30 terutama bagi perekonomian, membuat Malaysia ingin menerapkan hal serupa.

Malaysia akan melangkah lebih jauh ke jalur biodiesel, dengan penerapan bahan bakar B30. Rencannya program tersebut akan diimplementasikan pada 2025. Hal ini diungkapkan oleh perdana menteri Tun Dr Mahathir Mohamad saat memberikan kata sambutan di acara National Automotive Policy (NAP) 2020 di Kuala Lumpur, Jumat (21/2/2020).

Penerapan B30 untuk kendaraan bermotor menggantikan penggunaan bahan bakar B20 yang baru saja diimplementasikan. Implementasi bahan bakar B20 sudah dimulai di Langkawi dan Labuan bulan lalu. Ketersediaan bahan bakar B20 akan diperluas secara bertahap mulai di Sarawak pada April dan Sabah pada Agustus, hingga Semenanjung Malaysia pada Juni 2021.

Menurut kementerian industri Malaysia, langkah tersebut diambil dalam rangka mendorong penggunaan minyak sawit domestik dan menstabilkan harga. Dengan begitu diperkirakan bisa meningkatkan konsumsi minyak sawit sebesar 534.000 ton per tahun menjadi sekira 1,3 juta ton per tahun.

Penggunaan bahan bakar B30 akan semakin meningkatkan penggunaan minyak kelapa sawit, di mana Malaysia adalah negara penghasil kelapa sawit terbear kedua di dunia setelah Indonesia.

Bahan Bakar B30 Aman untuk Kendaraan bermesin Diesel

Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina, pada saat peresmisn program B30 akhir Desember 2019 lalu, mengatakan bahwa bahan bakar B30 tidak akan mengurangi performa kendaraan. Pertamina berharap agar masyarakat menggunakan produk Biosolar B30 ini dan menjaga kelestarian alam.

Program B30 ini ditargetkan bisa mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 14,25 juta ton CO2 selama 2020. Selain itu, program B30 ini diharapkan juga dapat menyerap tenaga kerja hingga 1,29 juta orang.

Pemanfaatan Biodiesel di Indonesia akan Terus Berlanjut

Direktur Bioenergi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Andriah Feby Misna belum lama ini mengatakan, pengembangan bahan bakar nabati akan meningkatkan ketahanan energi Indonesia. Selain itu dapat mengurangi impor BBM.

“Bapak Presiden juga menyampaikan harapan agar kedepannya pemanfaatan biodiesel dapat berlanjut ke B40, B50, bahkan B100. Untuk itu kita lakukan secara bertahap dengan mempersiapkan semua sisi baik dari hulu hingga hilir,” tutur Feby.

Penulis: Santo

Editor: Lesmana

Previous post
Jangan Paksakan Diri, Ingat Lagi Bahaya Berkendara Saat Hujan dan Terobos Banjir
Next post
Korlantas Polri Terus Bicara Keselamatan Berlalu Lintas pada Komunitas