Home » Berita » Daya Beli Masyarakat Turun, Ini Rapor Penjualan Mobil Daihatsu

Daya Beli Masyarakat Turun, Ini Rapor Penjualan Mobil Daihatsu

New Daihatsu Ayla dan Sirion (Foto: Daihatsu)

Jakarta – Akibat pandemi virus corona (Covid-19) membuat aktivitas warga menjadi terbatas. Tak cuma itu, sejumlah diler mobil yang berada di kawasan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terpaksa harus tutup. Di tambah lagi perekonomian yang menurun membuat banyak orang menunda membeli bahkan mengganti mobil baru. Imbasnya penjualan mobil secara nasional mengalami penurunan cukup drastis terutama dua bulan terakhir, April dan Mei 2020.

Penjualan mobil secara nasional dari data retail (pengiriman dari diler ke konsumen) Gaikindo selama Januari – Mei 2020 mencapai 260 ribu unit (turun 40% dari tahun lalu). Sedangkan dari data wholesales sepanjang periode yang sama sebesar 248 ribu unit (turun 41% dibanding 2019).

Salah satu pemain utama otomotif Indonesia, Daihatsu turut terkena imbas dari penurunan daya beli masyarakat untuk mobil baru. Berdasarkan catatan penjualan retail selama lima bulan di 2020, Daihatsu hanya menjual sebanyak 48.019 unit kendaraan (turun 39%dari tahun lalu).

Sedangkan dari data wholesales (pengiriman dari pabrik ke diler), Daihatsu di periode yang sama tercatat 49.443 unit (turun 39% dibanding 2019).

Sementara itu jika dilihat dari masing-masing model, Daihatsu Sigra masih mendominasi penjualan sepanjang Januari sampai Mei 2020. Daihatsu Sigra meraih penjualan selama lima bulan sebanyak 13.846 unit, atau berkontribusi sebesar 28,8% dari total penjualan retail Daihatsu. Lalu diikuti oleh Gran Max (PU) 9.483 unit (19,7%) dan Terios 7.687 unit (16,0%).

Model Daihatsu lain seperti Ayla menyumbang penjualan sebanyak 5.988 unit (12.5%), Xenia 5.327 unit (11,1%), Gran Max (MB) 4.361 (9,1%). Sedangkan penjualan dari Daihatsu Luxio dan Sirion ditotal sebesar 1.327 unit (2,8%).

Test drive New Daihatsu Sigra di Bandung, Jawa Barat.
Test drive New Daihatsu Sigra di Bandung, Jawa Barat.

“Memasuki bulan Juni 2020, sudah banyak area di Indonesia yang melakukan relaksasi PSBB, sehingga roda perekonomian mulai menggeliat kembali. Kami berharap pasar mobil Indonesia akan membaik seiring dengan peningkatan ekonomi Indonesia,” ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) dalam keterangan resminya.

Pabrik Mobil Daihatsu Mulai Beroperasi

Seusai libur lebaran, mulai 3 Juni 2020, PT ADM telah mulai melakukan aktivitas produksi mobil. Daihatsu sempat tidak berproduksi sejak 10 April 2020 lalu.

Aktivitas produksi setelah libur Lebaran difokuskan untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.

Seluruh aktivitas ADM juga sudah mengikuti peraturan yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja.

Di pabrik akan diberlakukan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh saat masuk area kerja, menjaga jarak antar karyawan minimal satu meter, pemberian dan penggunaan masker.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga:

Toyota ‘Malu-malu’ Ungkap Kehadiran New Fortuner dan Raize di Indonesia

Previous post
Toyota 'Malu-malu' Ungkap Kehadiran New Fortuner dan Raize di Indonesia
Next post
Perkiraan Biaya yang Dikeluarkan untuk Berlangganan Mobil Baru Toyota