Home » Berita » Operasi Patuh Jaya 2020, Jumlah Pelanggaran Lalu Lintas Menurun

Operasi Patuh Jaya 2020, Jumlah Pelanggaran Lalu Lintas Menurun

Hasil Operasi Zebra
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tengah menggelar razia Operasi Zebra Jaya 2017 sejak Rabu, 1 November 2017 sampai 14 November. Foto/Istimewa.

Jakarta – Operasi Patuh Jaya 2020 yang dilaksanakan selama 14 hari sejak 23 Juli 2020 resmi berakhir. Ada catatan yang cukup mengembirakan selama operasi berjalan. Berdasarkan hasil evaluasi yang dibeberkan oleh Kakorlantas Polri, Irjen Istiono tercatat jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan dibanding tahun lalu.

Selama Operasi Patuh Jaya 2020, polisi telah menindak sebanyak 548.797 pengemudi kendaraan bermotor yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Angka itu menurun cukup drastis jika dibandingkan dengan 2019.

“Di tahun 2019 sebanyak 1.060.606 pelanggaran. Tahun ini yang ditindak 511.809 pelanggar atau turun sekira 48 persen,” kata Istiono, seperti dikutip dari NTMC Polri, Senin (10/8/2020).

Istiono menjelaskan, penurunan angka pelanggaran karena target dari operasi patuh Jaya 2020 lebih menitikberatkan kepada pengemudi kendaraan bermotor yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

“Korlantas berkomitmen di tengah pandemi Covid-19, operasi ini tetap mengedepankan giat pre-emtif, preventif, dan persuasif serta humanis,” ucap dia.

Pengemudi Sepeda Motor Paling Banyak Melanggan Lalu-Lintas

Terkait dengan jenis kendaraan bermotor yang paling banyak melakukan pelanggaran, Istiono memaparkan sekira 175.839 pelanggar menggunakan sepeda. Jumlah itu juga mengalami penurunan drastis jika dibandingkan pada 2019 sebanyak 566.794 sepeda motor.

“Secara umum jumlah pelanggaran roda dua mengalami penurunan 390.955 pelanggaran atau 69 persen. Untuk roda empat secara umum jumlah pelanggaran 33.231 unit. Pada tahun 2019 sebanyak 113.210 pelanggaran mengalami penurunan 79.979 atau 71 persen,” kata dia.

Sementara itu terkait angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Patuh Jaya 2020, Istiono mengatakan ada 2.388 kejadian. Ini juga mengalami penurunan sekira 30 persen jika dibanding pelaksanaan tahun lalu di mana terdapat 2.728 kejadian.

Kecelakaan Mazda2 di di KM 21.00 Tol Jakarta-Tangerang (Foto: Istimewa)

Kendati jumlah angka kecelakaan menurun, tetapi korban luka berat akibat kecelakaan justru mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

“Jumlah korban meninggal dunia operasi patuh 2020 sebanyak 484 orang. Sedangkan di 2019 sebanyak 648 orang. Jadi mengalami penurunan 164 orang atau 25 persen. Kemudian jumlah korban luka berat tahun 2020 sebanyak 335 orang. Sedangkan pada 2019 sebanyak 253 orang. Artinya, mengalami kenaikan 82 orang atau 32 persen. Sedangkan luka ringan ada 4.778 orang turun dari 2019 yang mencapai 5.262 orang,” pungkas dia.

Seperti diketahui, Operasi Patuh Jaya 2020 diadakan dalam rangka menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar. Khususnya di daerah yang rawan kecelakaan, banyak pelanggaran, dan kemacetan.

Setidaknya ada 15 jenis pelanggaran yang ditindak selama operasi berlangsung, mulai dari tidak menggunakan helm, melintas di jalur TransJakarta, hingga melawan arus.

Penulis: Santo

Editor: Lesmana

 

Previous post
Hyundai Putuskan Ioniq Jadi Sub-Merek Baru Khusus Mobil Listrik
Next post
Edisi Terbatas Toyota Fortuner TRD di India Lebih Mahal