BeritaMobilSumber informasi

Airbag Fortuner Setya Novanto Tak Mengembang, Tabrakan Kurang Kencang

Penulis: Dony Lersmana

Jakarta – Masih sangat hangat dibicarakan terkait Setya Novanto (Setnov) yang terganjal kasus korupsi e-KTP. Namun, belakangan ini yang menjadi perbincangan yang ramai di berbagai media adalah tentang kecelakaan mobil yang ditumpangi Setnov.

Ya, seperti diketahui, Setnov mengalami kecelakaan setelah sehari sebelumnya pihak KPK tak berhasil menjemput paksa di kediamannya. Sehari setelah itu dikabarkan Setnov mengalami kecelakaan menggunakan Toyota Fortuner bernomor polisi B 1732 ZLO. Menabrak tiang di kawasan Permata Hijau.

Kecelakaan yang dialami Setnov ini langsung menjadi perbincangan publik, pasalnya, banyak kejanggalan yang terlihat. Salah satunya kondisi mobil yang rusak hanya di bagian bumper saja.

Banyak yang bertanya-tanya, apakah kecelakaan seperti itu bisa membuat penumpang di dalamnya menderita luka yang cukup parah dibangku kedua. Namun si pengemudi dan sang ajudan yang ada di barisan bangku depan hanya mengalami luka ringan. Banyak dikatakan lewat media televisi, kepala Novanto dikabarkan mengalami benjol seukuran bakpao.

Menjadi pertanyaan semua kalangan, bila mobil menabrak dan penumpang terluka cukup parah kenapa airbag tidak mengembang. Apakah mobil ini cacat? atau kecepatannya tidak memenuhi syarat untuk membuka airbag?

Airbag Tak Mengembang Tabrakan Tak Mememuhi Syarat

Sebagai informasi mobil Fortuner B 1732 ZLO yang ditumpangi Setya Novanto adalah lansiran tahun 2012 dan Setnov adalah orang ketiga dalam hal kepemilikan. Artinya mobil itu sudah tiga kali ganti pemilik.

Dalam kecelakaan yang terjadi, airbag Toyota Fortuner yang ditumpangi tersangka korupsi KTP elektronik Setya Novanto, pada Kamis (16/11) kemarin tak mengembang. Ada berbagai spekulasi yang berkembang dikalangan publik terkait tak mengembangnya sistem airbag Setnov.

Menurut Munawar Chalil pengamat otomotif saat melakukan talkshow tadi malam di salah satu televisi swasta di Kebon Sirih mengungkapkan hal yang menarik. Menurutnya mengembangnya airbag itu di picu dari beberapa hal.

“Objek yang ditabrak dan kecepatan benturan. Karena titik sensor airbag adanya di belakang bagian lampu depan. Bila terjadi benturan sensor ini akan mengirim sinyal untuk mengembangkan air bag,” ujarnya.

Menurutnya bila melihat mobil bekas tabrakan yang ditumpangi Setnov itu yang penyok hanya bagian tengah bumper karena menabrak tiang. Kaca depan masih utuh dan lampu kiri kanan tidak rusak. Ini artinya mobil ini kurang memenuhi syarat untuk airbag bisa mengembang.

“Toyota sudah pasti mendisain yang utama mobil ini mudah rusak untuk melindungi penumpang. Bila tabrakannya dalam kecepatan tinggi, bagian depan yang menabrak pasti mesin akan jatuh duluan. Ini untuk menghindari mesin meringsek ke bagian kabin. Karena mesin mobil sangat berat,” ujarnya.

Kecepatan mobil yang ditumpangi Setnov menurut Chalil pastinya mengalami fase pengurangan kecepatan. Karena dalam informasi yang beredar dan ilustrasi gambar kecelakaan dari beberapa media, kalau mobilnya menabrak trotoar dahulu. Lalu terangkat menabrak pohon dan terakhir terhenti menabrak tiang.

“Secara otomatis akan berkurang kecepatan untuk melakukan benturan keras, namun ini hanya dari kacamata saya bisa benar atau tidak. Yang jelas untuk mengetahui berapa laju kecepatan saat mobil itu tabrakan bisa dilihat dari electronic control unit (ECU), ini semacam blackbox pesawat udara. Semua data terakhir pasti akan terekam,” pungkasnya.

Dony Lesmana

Dony Lesman memulai karirnya di dunia jurnalis di Jawa Pos Surabaya 2003. Hijrah ke Jakarta bergabung di majalah Otomotif Ascomaxx dan Motomaxx di 2010. Sempat bergabung di portal berita Sindonews.com di kanal Autotekno hingga 2016 yang mengupas perkembangan otomotif dan teknologi. Terhitung Januari 2017 masuk sebagai tim Journal Carmudi Indonesia yang mengulas dan mempublikasikan berita-berita otomotif terbaru di Indonesia maupun dunia.

Related Posts