Home » Berita » Fisik Pebalap Formula 1 Sekarang Lebih ‘Badak’ dari 30 Tahun Silam

Fisik Pebalap Formula 1 Sekarang Lebih ‘Badak’ dari 30 Tahun Silam

Pebalap Formula 1 era lampau sering terkapar usai balapan

Jakarta – Melihat balapan Formula 1 sekarang ini memang sedikit membosankan sekalipun mobil kian agresif dan kencang. Tidak ada lagi drama-drama di atas lintasan yang disebabkan oleh ketidakmampuan pebalap Formula 1 menyelesaikan balapan. Pebalap di era modern seperti kurang mendapat tantangan fisik ketika memacu jet darat hingga 60 putaran.

Adanya drama kelelahan fisik di balap F1 menjadi suguhan tersendiri yang membuat balapan makin seru. Bahkan, Lewis Hamilton beberapa kali menyerukan bahwa pembalap harus mendapat tantangan fisik yang lebih berat dari mobil yang mereka kendarai. Pebalap di era Nelson Piquet dan Nigel Mansell seringkali terlihat kelelahan dan ambruk usai balapan.

“Pembalap F1 modern terbantu oleh pengalaman yang lebih matang, mulai dari gokart hingga karier junior di balap formula. Selain itu pembalap zaman sekarang juga menaruh perhatian tinggi pada diet, nutrisi, dan persiapan fisik,” ucap bos tim Toro Rosso, Franz Tost sebagaimana dikutip Motorsport.

Pebalap seperti Hamilton, Sebastian Vettel, Kimi Raikonnen, dan yang lainnya tidak tampak kelelahan parah seusai balapan. Mereka masih bisa melayani wawancara media sampai melakukan selebrasi kemenangan usai balapan. Bandingkan dengan pebalap masa lampau, mereka kerap ‘terkapar’ bahkan sebelum balapan usai.

“Jelas kita tidak bisa membandingkan era sekarang dengan era, contoh 20 atau 30 tahun yang lalu. Mereka tidak pernah mengunjungi pusat kebugaran, dan mereka juga perokok. Karena mereka merokok sebelum balapan, mereka tidak cukup bugar untuk menyelesaikan balapan,” ungkap Tost.

Dari sisi hiburan, lemahnya kondisi fisik pebalap menjadi selingan tersendiri. Seolah ini menunjukkan bila hanya pebalap yang tangguh lah yang sanggup memenangi kejuaraan. Padahal sebenarnya, gaya hidup pebalap sendiri yang membuat mereka tidak cukup bugar hingga terpaksa mengakhiri balapan dengan alasan ‘teknis’.

“Saya ingat dulu ada beberapa mobil yang gagal finis karena ‘masalah girboks’. Kenyataannya, mereka sengaja salah memasukkan gigi sehingga mobil berhenti,” tuturnya.

Pebalap Formula 1 Semakin Jarang Blunder

Desain Mobil Formula 1 Terburuk – 1972 Eifelland E21

Kondisi fisik pebalap Formula 1 yang prima membuat mereka sanggup menyelesaikan balapan hingga 60 putaran bahkan lebih. Di sisi lain, kebugaran yang tinggi ini membuat balapan jadi membosankan. Bekal kemampuan yang dimiliki pebalap juga menekan angka insiden di awal balap.

“Sekarang kita memiliki pembalap-pembalap yang sangat bagus di Formula 1, oleh sebab itu kita jarang melihat kecelakaan. Saya punya teman yang berkata kita sudah jarang melihat kecelakaan di tikungan pertama karena mereka sudah bisa mengatasinya,” jelas Tost.

Rio Haryanto bersama T2 Motorsport
Previous post
Rio Haryanto Jadi Sorotan di Jepang, Apa Sebabnya?
Next post
New Suzuki Carry Masih Kerja Keras Kejar Target