Home » Berita » IKM Otomotif Diminta Memenuhi Standar Kualitas Produsen Kendaraan Bermotor

IKM Otomotif Diminta Memenuhi Standar Kualitas Produsen Kendaraan Bermotor

Toyota
Pabrik perakitan mobil Toyota. Foto/Carmudi.

JakartaKementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor komponen otomotif untuk lebih mengenal dan memanfaatkan teknologi digital. Ini dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas secara lebih efisien. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing tidak hanya di domestik tapi juga luar negeri.

Menurut Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih keberadaan IKM komponen otomotif sebagai pemasok yang memproduksi komponen maupun aksesori kendaraan, dinilai perlu memenuhi standar kualitas Agen Pemegang Merek (APM).

“IKM kita juga saat ini telah membuktikan kemampuannya dalam berinovasi dan melakukan pengembangan produk untuk dapat diserap APM,” Gati dalam keterangan resminya.

Kemenperin mencatat, pada 2018, produksi kendaraan roda empat atau lebih dari industri otomotif di Indonesia telah mencapai angka 1,34 juta unit. Total unit penjualan di dalam negeri sebesar 1,15 juta unit.

“Agar industri otomotif kita semakin kompetitif, maka tingkat komponen dalam negeri perlu ditingkatkan. Hal ini akan membuka peluang lebih luas bagi IKM untuk mengisinya, terlebih apabila didukung dengan peningkatan produktivitas melalui implementasi industri 4.0 dalam menunjang proses produksi,” tuturnya.

Workshop Implementasi Industri 4.0 pada IKM Komponen Otomotif

Sebagai upaya untuk mendongkrak kemampuan IKM komponen otomotif khususnya dalam kesiapan memasuki era industri 4.0, Kemenperin mengelar Workshop Implementasi Industri 4.0 pada IKM Komponen Otomotif di Jakarta, Selasa, (14/5). IKM komponen otomotif dalam negeri berperan penting terhadap rantai pasok untuk memenuhi kebutuhan produsen skala besar di Tanah Air dan pengoptimalan pada kandungan lokal.

“Dalam workshop ini, IKM komponen otomotif dikenalkan lebih dalam mengenai tools IoT dan ERP serta dibantu dalam menentukan tools yang tepat sebagai prioritas untuk diterapkan dalam proses produksi,” papar Gati.

Workshop ini, diikuti lebih dari 50 pelaku IKM komponen otomotif yang merupakan anggota dari Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO), Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK), Koperasi Perkampungan Industri Kecil (KOPIK), Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (IKAPEKSI), Asosiasi UKM Pendukung Industri (AUPI) serta IKM komponen otomotif lainnya di area Jabodetabek.

Gati berharap, melalui Workshop ini, pelaku IKM nasional dapat memperoleh pemahaman terkait konsep industri 4.0 dan juga memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi industri 4.0 di Indonesia. Apalagi, saat ini beberapa aplikasi industri 4.0 memungkinkan untuk diterapkan oleh pelaku IKM sekaligus melakukan self-assessment atas kesiapannya menyongsong industri 4.0.

“Semoga melalui kegiatan ini dapat membawa kemajuan bagi perkembangan industri otomotif dalam negeri, dan khususnya bagi penguatan IKM komponen otomotif melalui implementasi industri 4.0,” pungkasnya(dol)

Bengkel mitsubishi
Previous post
Mitsubishi Motors Siapkan Posko dan Bengkel Siaga 24 Jam Selama Musim Mudik Lebaran 2019
Next post
Mobil China yang Akan Masuk Indonesia Dikenal dengan Kendaraan Listriknya

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *