BeritaMobilSumber informasi

Ini Dia Perkembangan Mobil Listrik di Indonesia. Yuk Simak!

Mobil Listrik

Tren mobil listrik di Indonesia sudah mulai diperhitungkan (Google)

Jakarta – Bukan hanya negara maju seperti di Eropa yang dapat mengembangkan mobil listrik. Negara berkembang seperti Indonesia juga dapat mengakomodir hal tersebut.

Kementrian Perindustrian menggandeng GAIKINDO untuk mempersiapkan mobil listrik di tahun 2025. Sementara untuk saat ini masih dalam tahap pengkajian dan pengerjaan.

Sumber minyak bumi yang ada di Tanah Air juga terbatas. Buktinya kita hanya mampu menghasilkan 800 barel per hari. Sedangkan nilai konsumsi kita mencapai angka 1,6 juta barel.

Mau gak mau kita memang sudah harus melihat ke arah sana. Kita punya batu bara, bio gas, dan panas bumi yang bisa menjadi sumber tenaga pembangkit listrik.

Bikin mobil listrik memang bukan perkara yang sulit. Tapi untuk memasarkan agar dapat diterima itu bukan hal yang mudah. Banyak hal yang menjadi bahan pertimbangan untuk dipikirkan bersama.

Memang masa peralihan dari mesin berbahan bakar konvensional ke mobil dengan tenaga listrik itu prosesnya cukup panjang dan tidak mudah.

Salah satu caranya dengan mengembangkan teknologi hybrid saat ini. Namun dari sisi pajak, jelas lebih mahal karena memiliki dua buah mesin. Sehingga pajak yang dibayarkan jadi double.

Infrastruktur seperti tempat pengisian bahan bakar, yaitu SPLU mulai menyebar. Memang masih belum sebanyak SPBU namun perlahan tapi pasti, kita akan punya SPLU yang penempatannya merata.

Bicara soal industri, tentu saja harga yang dipatok untuk sebuah mobil listrik sangat berpengaruh dengan persentase jumlah pembelinya.

“Pembeli banyak yang beli kalau masih dalam jangkauan daya beli mereka”, ujar Kukuh Kumara, Sekertaris Jendral GAIKINDO.

Nah jangkauan daya beli masyarakat bisa dibilang sangat relatif. Pemerintah dan pelaku industri harus lebih banyak mengkaji soal ini. Berapa harga yang pantas untuk menjual mobil listrik tanpa harus rugi.

Kukuh menambahkan, Indonesia kalau dilihat dari kacamata pasar domestik, sudah mengalahkan Thailand, pasar kita udah 1,1 juta unit, Thailand mentok 800 ribu. Tapi produksinya mencapai 2 juta sedangkan kita masih di 1,3 juta unit.

Jadi sebenarnya Indonesia harusnya optimis dengan mobil listrik. Sebab infrastuktur sudah mulai dikerjakan, jalan tol juga sudah banyak dibangun. Tinggal tunggu rampung dan kita siap menuju mobil listrik. (Amaliah)

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts