Home » Mobil » Mobil Daihatsu Hi-Max Terancam Berhenti Produksi?

Mobil Daihatsu Hi-Max Terancam Berhenti Produksi?

Daihatsu Himax bakal disetop produksi?
Daihatsu Himax bakal disetop produksi?

Bandung – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) diprediksi akan menyetop produksi dari salah satu modelnya. Model yang diprediksi akan disetop produksi ini merupakan produk komersial yaitu Daihatsu Hi-max. Lantas, mengapa mobil ini diprediksi akan disetop produksi?

Salah satu alasannya adalah penjualannya yang semakin menyedihkan. Mobil yang meluncur pada 2016 silam ini diketahui memiliki rapor penjualan yang merah. Hal tersebut dikatakan oleh Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT ADM di Bandung pekan lalu. Amel mengatakan jika penjualan Hi-max tak melebihi angka 10 unit per bulan. Mungkinkah kedepannya akan di stop?

“Daihatsu Himax ini kalau dilihat dari skema DP dan cicilan tidak terlalu beda dari Gran Max. Kalau di discontinue (stop produksi), itu hukum alam lah ya, yang nggak laku mau nggak mau kita harus sadar jual yang laku. Itu kan berdasarkan pemilihan customer,” buka Amel di sela media test drive New Daihatsu Sigra di Bandung.

Daihatsu Himax bakal disetop produksi?
Daihatsu Himax bakal disetop produksi?

Lebih lanjut Amel mengatakan jika Daihatsu Hi-max memiliki penjualan yang sangat jauh dibanding Gran Max. “Penjualannya seperti apa? Sedikit, yang beli (Hi-max) itu dikit. Kalau si Gran Max bisa jualan 3.500-5.000 unit yang pick up, blind van sama minibus. Kalau Himax ini paling juga dibawah 10 sebulannya. Dikit sekali,” sambungnya. Karena peminatnya cukup sedikit, maka stok yang tersedia hingga akhir tahun diklaim masih bisa memenuhi permintaan.

“Produksinya di stok dulu. Stoknya sekarang yang masih ada di kita lumayan ada lah puluhan. Tahun depan bakalan di stop, kalau barangnya masih ada kita jualan. November kita masih ada produksi kok,” katanya.

Skema Daihatsu Himax Setop Produksi

Melihat hal tersebut, Daihatsu pun masih akan melakukan studi mengenai Hi-max kedepannya. Akankah diteruskan dijual atau disetop produksinya. “Tahun depan gimana, apakah bakal di stop? Belum tau, makanya kita mau lihat dulu. Yang beli Daihatsu Hi-max ini biasanya yang tinggal di jalan sempit. Karakter dari Gran Max sama Hi-max ini beda banget. Kalau di Jepang, peminatnya adalah Himax karena banyak jalan kecil,” terang Amel.

Salah satu alasan mengapa penjualan Hi-max adalah kalah bersaing dengan Daihatsu Gran Max. “Kalau di Jepang, peminatnya adalah Hi-max karena banyak jalan kecil. Sebaliknya, setelah kita bawa ke Indonesia yang juga banyak jalan sempit. Ternyata orang Indonesia lebih suka Gran Max tadi, nanggung. Lebih baik beli Gran Max nambah sedikit bisa dapat barang lebih banyak,” beber Amel.

Daihatsu Himax bakal disetop produksi?
Daihatsu Himax bakal disetop produksi?

Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & CR PT Astra Internasional Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) punya pandangan lain. “Produk yang sama dari brand yang sama tapi customer profil yang berbeda di negara yang berbeda akhirnya ya begitu nasibnya. Kebiasaannya beda juga, orang Indonesia kan suka kalo bawa sekalian banyak dapatnya kan lebih banyak,” tambah Hendrayadi.

Daihatsu Hi-max sendiri dibuat berdasarkan platform yang sama dengan generasi baru Hijet di Jepang. Mobil mungil ini ditanamkan mesin 1.000 cc, 3 silinder yang sama dengan Daihatsu Ayla. Mesin tersebut mampu mengeluarkan tenaga hingga 56 hp dengan torsi maksimal di angka 85 Nm. Hi-max hanya dibekali satu transmisi, yakni manual 5 percepatan. Kendati dijual dengan harga terjangkau, ternyata Daihatsu Hi-max kalah bersaing dari sang kakak, Gran Max.

Penulis: Rizen

Editor: Lesmana

Previous post
Harga Alphard Hybrid Hilang di Website Resmi Toyota, Pertanda Apa?
Next post
KTB Berikan Pelatihan Otomotif Bersertifikat Bagi Guru-Guru SMK