BeritaMobilProdukSumber informasi

Pembeli Mobil Bekas Melihat Merek, Pilih Wuling atau Xpander

Jakarta – Belum lama ini dua produk baru di kelas Low-MPV resmi meramaikan pasar otomotif Tanah Air yaitu Wuling Confero dan Mitsubishi Xpander. Bahkan Wuling Confero yang notabene merek Cina mendapat sambutan baik masyarakat Indonesia.

Persaingan semakin ketat dua mobil baru merek Jepang dan Cina ini dari sisi penjualan. Mitsubishi Xpander, hingga minggu pertama September 2017 sudah mencapai 11.521 ribu unit. Sementara Wuling Confero, seminggu setelah GIIAS 2017 meraih penjualan sekitar 14.00-an unit.

Sudah pasti, kedua mobil ini menjadi perhatian para penjual mobil bekas. Apakah hal ini bisa mempengaruhui pendapatannya? Dalam artian konsumen akan berpikir kembali untuk memilih mobil yang baru. Pasalnya harga yang diberikan untuk Wuling Confero sangat menggiurkan.

Memang kita akui kalau pasar mobil bekas mempunyai segmentasi sendiri. Mobil bekas masih menjadi pilihan konsumen karena harganya terjangkau. Selain itu, uang muka (down payment) yang harus dibayarkan konsumen juga cukup rendah.

Namun tak menutup kenyataan kalau mobil bekas kerap dijadikan pilihan kedua. Apabila calon konsumen telah melakukan survei terkait harga mobil baru yang tak sesuai dengan “isi kantong”.

Bahkan diperkirakan angka penjualan mobil bekas di semester kedua 2017, akan mengalami pertumbuhan di atas 10%. Perkiraan ini diasumsikan setelah melihat data keluar (terjual) dari Carmudi Indonesia.

Pasar mobkas di Indonesia tetap tumbuh positif karena sudah memiliki target konsumen. Ada dua karakter konsumen mobkas di Indonesia, yaitu konsumen yang memang hobi dengan otomotif, dan keluarga baru yang ingin mempunyai kendaraan.

Perihal kehadiran kendaraan MPV di kelas middle low end seperti Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero, tidak akan banyak menganggu pasar mobil bekas karena harganya jauh berbeda. Meskipun begitu dari kondisi lapangan yang ada beberapa diler mobkas ada yang menurunkan harga Rp5-10 juta untuk menarik konsumen.

Meskipun Bekas Konsumen Melihat Merek

Wuling, meskipun merek Cina ini melakukan beberapa persiapan yang cukup matang, namun butuh waktu paling tidak 2 tahun ke depan, untuk berkembang. Sekarang mungkin orang yang sudah memiliki Avanza, akan coba Wuling, lambat laun dia akan jual Avanzanya atau bisa pada orang yang belum punya mobil yang beli.

Sementara Xpander besutan Mitsubishi tak kawatir dengan masalah after sale, karena jaringan yang ada telah banyak tersedia. Bahkan nilai plus adalah masalah desain dan fitur yang diberikan cukup menarik.

Bila melihat data divisi penelitian dan pengembangan (Litbang) Carmudi.co.id, hingga saat ini pasar mobil bekas Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia belum terkalahkan, masih nomor satu. Untuk penjualan mobil bekas, Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia masih di atas 65%. Disusul merek lain, masih di kelas MPV seperti Suzuki Ertiga, Nissan Grand Livina bekas.

Avanza dan Xenia masih akan tetap bertahan, mungkin konsumen akan beralih ke Mitsubishi atau Wuling setelah mereka benar-benar yakin dengan durabilitas kedua produk ini.

Pilihan konsumen rata-rata melihat merek yang sudah mumpuni untuk layanan after sale nya. Paling tidak ada disetiap kota besar di Indonesia

Bagaimana dengan Harga Bekasnya

Setelah hadir pendatang baru di kelas sama, yaitu Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero, harga keempat model itu mengalami sedikit penurunan. Seperti disebutkan diataspenurunan harga terjadi Rp 5 juta sampai Rp 10 juta untuk mobil jenis Low-MPV.

“Mau gak mau ya kita bermain harga (penurunan) agar konsumen tertarik. Tapi ini juga tergantung tipe dan tahun, serta kondisinya,” ujar Hans dari Hans Mobil pedagang mobil bekas di bilangan Serpong. Meskipun Xpander dan Confero belum ada di pasar mobil bekas,” kata Herjanto saat dihubungi Otomania.com, Senin (28/8/2017).

Sebagai contoh, Avanza lansiran 2014 normalnya dijual Rp 140 juta sampai Rp 150 juta, tetapi setelah Xpander dan Confero diluncurkan, turun menjadi Rp 135 jutaan.

Hal serupa dikatakan Erwin salah satu pedagang mobkas di Kalimalang, kalau keuntungannya sekarang lebih kecil karena harga mengalami penurunan. Menurutnya tren seperti itu yang selalu terjadi jika ada model baru di segmen yang sama.

Sementara saat disinggung bagaimana nanti kalau ada mobkas Confero atau Xpander? Menurut Erwin kalau dirinya pribadi akan memilih Xpander untuk menghindari barang lama di diler.

“Kalau Wuling Confero cukup berat untuk mobil bekas karena orang melihat merek. Konsumen masih trauma dengan merek Cina sebelumnya,” ujarnya kepada Carmudi Indonesia.

Akantetapi disisi lain untuk pengusaha taksi online (perorangan) atau rental, Wuling Confero memiliki daya tarik dibanding membeili mobil bekas.Karena harga yang kompetitif dan spek yang ditawarkan cukup menggiurkan.

Meskipun masih “terlalu pagi” pesanan pedagang daerah mobil bekas untuk Xpander sudah ada. Bicara harga Xpander bekas biasanya dikurangi dengan bea balik nama 10 persen, hitungannya masih cukup tinggi.

Menurut Erwin Xpander dan Wuling diperkiran baru masuk pasar mobil bekas dua sampai tiga bulan sejak dihadirkan. Ini biasanya terjadi pada konsumen mobil baru yang memang gemar mencoba mobil baru sekedar untuk merasakan sebentar lalu dijual.

Dony Lesmana

Dony Lesman memulai karirnya di dunia jurnalis di Jawa Pos Surabaya 2003. Hijrah ke Jakarta bergabung di majalah Otomotif Ascomaxx dan Motomaxx di 2010. Sempat bergabung di portal berita Sindonews.com di kanal Autotekno hingga 2016 yang mengupas perkembangan otomotif dan teknologi. Terhitung Januari 2017 masuk sebagai tim Journal Carmudi Indonesia yang mengulas dan mempublikasikan berita-berita otomotif terbaru di Indonesia maupun dunia.

Related Posts