BeritaSumber informasi

Sepanjang 2017, Tiga Pabrik Mobil Resmi Beroperasi di Indonesia

Penulis: Santo Evren Sirait

Jakarta – Pemerintah terus mengimbau dan mendorong produsen mobil supaya menambah investasi dan membangun pabrik perakitan di Indonesia. Langkah tersebut diambil dalam upaya menghidupkan perusahaan lokal, ini untuk mengembangkan industri otomotif di Tanah Air.

Tujuan lainnya adalah untuk memberikan bukti nyata bahwa kendaraan yang diproduksi di dalam negeri memiliki kualitas baik. Selain itu juga mampu bersaing dengan produk lainnya dari luar negeri.

Himbauan dari pemerintah tersebut rupanya langsung direspons oleh beberapa produsen mobil di Indonesia. Setidaknya ada tiga produsen yang memiliki pabrik baru di lokasi yang berbeda-beda.

Pabrik-pabrik tersebut sudah dibangun sejak lama dan mulai beroperasi di 2017. Menariknya mobil yang diproduksi di pabrik tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pasar domestik, tapi juga untuk kebutuhan ekspor.

Berikut ini tiga produsen mobil yang telah resmi mengoperasikan pabrik perakitan mobil di 2017:

1. Mitsubishi

Menepati janjinya, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) meresmikan pabrik baru pada 25 April 2017. Pabrik yang akan digunakan untuk memproduksi Pajero Sport, Xpander, dan Colt L300 ini berlokasi di Kawasan Greenland International Center (GIIC) Blok CH No.01 Kota Deltamas, Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Pabrik yang dibangun pada mulai 24 Maret 2015 lalu memiliki luas sekira 30 hektar dan mempunyai kapasitas produksi 160 ribu unit tiap tahunnya. Adapun nilai investasi yang dikeluarkan untuk membangun pabrik baru tersebut mencapai Rp7,5 triliun dan mampu menyerap 3.000 tenaga kerja.

Pembangunan pabrik baru menjadi bukti dan komitmen Mitsubishi Motors Corporation menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mobil Mitsubishi di dunia. Peresmian pabrik baru Mitsubishi di hadiri langsung oleh orang nomor satu di Indonesia yaitu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, COB of Mitsubishi Motors Corporation Carlos Ghosn, dan CEO of Mitsubishi Motors Corporation Osamu Masuko.

Dalam kata sambutannya sebelum meresmikan pabrik, Jokowi mengungkapkan bahwa Industri otomotif di Tanah Air semakin kompetitif dan mengalami pertumbuhan sekitar 10 persen. Oleh karena itu pemerintah akan terus mendorong investor untuk tidak ragu berinvestasi di Indonesia.

Jokowi pun berharap supaya industri otomotif memperbanyak ekspor kendaraan. “Pasar domestik besar, kita juga butuh ekspor untuk keseimbangan,” katanya.

Sementara itu Carlos Ghosn berharap dengan adanya pabrik baru, kedepannya Mitsubishi akan lebih besar.

“Oleh karena itu kami akan membawa lebih banyak produk baru dan melokalisasinya serta berharap akan lebih baik partisipasi dalam pengembangan pasar, ” tambah Ghosn.

2. Wuling Motors

Komitmen Wuling Motors dalam menggarap pasar Indonesia ditunjukkan dari dibangunnya pabrik produksi mobil. Berlokasi di Greenland International Industrial Centre (GIIC), Cikarang, Jawa Barat.

PT SAIC General Motors Wuling (SGMW) Motor Indonesia (Wuling Motors) selaku agen pemegang merek mobil Wuling di Indonesia, menggunakan pabrik tersebut untuk membangun Confero. Yang merupakan produk pertama mereka dalam memulai bisnis di Indonesia.

Kedepannya akan ada lagi produk lain yang bakal diproduksi di sana salah satunya Cortez. Pabrik yang mulai dibangun pada Agustus 2015 itu mempunyai investasi USD700 juta.

Pabrik Wuling Motors berdiri di lahan seluas 60 hektare, 30 hektare dibangun untuk fasilitas manufacturing dan 30 hektare lagi untuk supplier park. Kapasitas produksi pabrik mencapai 120 ribu unit kendaraan per tahun.

“Pembangunan pabrik pertama Wuling Motors di luar China menunjukkan komitmen kuat dan jangka panjang kami untuk memasuki pasar Indonesia. Kami pun siap berkontribusi menumbuhkan perekonomian Indonesia, khususnya di Industri automotif. Cara ini juga merefleksikan pencapaian penting kami untuk kehadiran merek Wuling Motors di Indonesia,” ujar Presiden PT SGMW Motor Indonesia, Xu Feiyun, (11/7/2017).

Pabrik Wuling Motors resmi beroperasi pada 11 Juli. Persemian dihadiri langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Kehadiran Wuling Motors di Indonesia mendapat sambutan pisitif dari JK. Dirinya mengungkapkan bila selama ini industri otomotif di Indonesia hanya diisi oleh pemain asal Jepang, Amerika Serikat, dan Jerman.

“Kami yakin industri automotif China tentu selalu memperhatikan kualitas baik dan harga yang terjangkau sehingga masyarakat Indonesia dapat melihat perbandingan-perbandingan itu dan mempunyai pilihan-pilihan lain. Tentu di samping kualitas juga jaringan distribusi dan juga jaringan aftersales saya yakin akan memenuhi keinginan daripada seluruh masyarakat Indonesia,” kata JK, saat peresmian pabrik Wuling Motors di GIIC, Bekasi.

Pabrik Wuling dilengkapi dengan teknologi ‘Global Manufacturing System’ (GMS). Teknologi tersebut digunakan di seluruh pabrikan General Motors (GM) di seluruh dunia.

3. Sokonindo

PT Sokonindo Automobile (Sokonindo) meresmikan pabrik baru di kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten pada November. Pabrik ini akan digunakan untuk mobil penumpang, Glory 580. Pabrik baru ini berdiri dilahan seluas 20 hektar dan mmiliki kapasitas produksi hingga 50.000 unit per tahun.

Proses perakitan mobil di pabrik Sokon ini menggunakan peralatan berteknologi canggih, mulai dari pencetakan plat baja (stamping), pengelasan (welding), pengecetan (painting). Serta perakitan (assembling) serta proses kontrol kualitas (quality control).

CO-CEO PT Sokonido Automobile, Alexander Barus, mengungkapkan dengan adanya pabrik untuk memproduksi Glory 580 menunjukkan komitmen serius dalam berbisnis di Indonesia.

“Dengan memiliki pabrik berteknologi tinggi, kami dapat memastikan kualitas produk-produk yang kami miliki. Ini merupakan ‘smart factory’ berstandar international dengan kepresisian tinggi sekaligus memiliki daya saing yang juga tinggi,” ucap Alexander saat peresmian pabrik PT Sokonindo Automobile.

Alexander juga menyatakan, saat ini pabrik Sokon telah menciptakan lapangan kerja 2.000 orang. Namun angka tersebut belum termasuk 4.000-5.000 tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan mata rantai dan distribusi, mulai dari pemasok komponen hingga pekerja di dealer.

Turut hadir dalam peresmian pabrik, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Menurutnya pendirian pabrik Sokon sebagai bukti nyata bahwa pabrikan tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai market tapi juga basis produksi mobil untuk ekspor.

“Hal ini merupakan salah satu bukti komitmen penuh PT. Sokonindo Automobile untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi di Asia Tenggara. Serta memenuhi kebutuhan pasar otomotif di seluruh dunia. Kami sangat menghargai partisipasi PT. Sokonindo Automobile untuk turut berperan serta dalam pembangunan industri dan bisnis otomotif Indonesia, dan dalam rangka pendalaman struktur serta hilirisasi industri kendaraan bermotor,” ujar Airlangga dalam kata sambutannya saat meresmikan pabrik, Selasa (28/11).

Ke depan lanjut Airlangga, Sokonindo Automobile harus menambah nilai investasi di Indonesia, melakukan inovasi teknologi, menambah penyerapan tenaga kerja, dan melibatkan sebanyak mungkin mitra lokal dalam setiap kegiatan industri. (dol)

Dony Lesmana

Dony Lesman memulai karirnya di dunia jurnalis di Jawa Pos Surabaya 2003. Hijrah ke Jakarta bergabung di majalah Otomotif Ascomaxx dan Motomaxx di 2010. Sempat bergabung di portal berita Sindonews.com di kanal Autotekno hingga 2016 yang mengupas perkembangan otomotif dan teknologi. Terhitung Januari 2017 masuk sebagai tim Journal Carmudi Indonesia yang mengulas dan mempublikasikan berita-berita otomotif terbaru di Indonesia maupun dunia.

Related Posts