BeritaSumber informasi

2018 GAIKINDO Targetkan Penjualan Mobil di Indonesia Sebanyak 1,1 Juta Unit

Jakarta – Penjualan kendaraan bermotor di Indonesia menunjukkan grafik yang tidak begitu bergairah dalam beberapa tahun terakhir. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat, penjualan mobil hingga Desember 2017 lalu sebanyak 1.079.534 unit.

Angka tersebut hanya naik sedikit dibanding 2016 yakni sebanyak 1,062 juta unit. Adapun untuk 2018 GAIKINDO menargetkan penjualan sebanyak 1,1 juta unit mobil.

“Penjualan 2017 naik sedikit dibanding 2016, hanya 1,6% naiknya. Tapi kita musti senang bisa di atas 1 juta unit. Jadi, kita bisa masuk ke dalam one million club di dunia bahwa kita penjualan otomotifnya di atas sejuta,” ungkap Jongkie D. Sugiarto selaku Wakil Ketua I GAIKINDO.

Penjualan Suzuki IIMS 2017

Pameran bisa merangsang penjualan mobil. Foto/Carmudi.

Jongkie menjelaskan bila kenaikan target penjualan mobil di pasar dalam negeri yang hanya sedikit berdasarkan beberapa faktor. Mulai dari kenaikan GDP, angka inflasi, harga minyak lalu nilai tukar rupiah terhadap dolar.

GDP diperkirakan 5,4%, sesuai dg APBN, inflasi diperkirakan 3,5%, SBI masih di 5,2%, lalu nilai tukar rupiah terhadap dolar 13.400. Harga minyak walaupun sekarang masih tinggi tapi masih bisa turun lagi ke angka 48 USD/Barrel. Jadi, diperkirakan penjualan 1,1 juta unit untuk 2018,” ungkapnya.

Pertumbuhan Penjualan Mobil Dipengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Jongkie menilai, fluktuatifnya penjualan mobil secara nasional secara langsung dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi. Terjadi naik turun penjualan di masing-masing segmen.

“Pertumbuhan ekonomi indonesia ada di kisaran 5%. Pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor mirip dengan pertumbuhan ekonomi, tapi persentasenya tidak sama,” jelasnya.

Adapun lonjakan besar penjualan mobil sepanjang 2017 terdapat pada segmen komersial. Jongkie menyebut, penjualan truk naik 45% dibanding 2016.

“Yang luar biasa meningkat adalah truck, penjualan naik 45% dibanding 2016. Truk selain ke pertambangan, untuk pembangunan infrasturktur kita yang luar biasa. Semua butuh truk buat mengangkut bahan baku,” tuturnya.

Soal daya beli masyarakat, bisa dilihat dari pendapatan per kapita suatu negara. Konsumen Indonesia kebanyakan membeli mobil dengan harga Rp 200 jutaan kebawah. Bukan tidak mungkin di masa yang akan datang, mobil seharga Rp 300 jutaan keatas jadi favorit karena pendapatan per kapita yang meningkat.

Income per kapita USD 3.600 lah, dari situ mengapa mobil yang laku Rp 200 juta kebawah. kalau naik menjadi USD 4.000 keatas, orang beli mobilnya harga 300 juta ke atas. Itu seiring biasanya antara pendapatan per kapita dengan daya beli, ucap Jongkie. (dol)

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts