Home » Berita » Bingky: Bukan Cuma Motor Chopper, Custom Apa Saja di Biker’s Station

Bingky: Bukan Cuma Motor Chopper, Custom Apa Saja di Biker’s Station

motor chopper
Bingky bersama salah satu hasil karyanya. (Foto: Carmudi)

Jakarta – Masih seputar sepeda motor chopper, Carmudi Indonesia berkesempatan untuk menyambangi salah satu bengkel custom terbaik; Biker’s Station di bilangan Bintaro. Sosok Ignatius Hendra atau lebih dikenal dengan sapaan Bingky tidak bisa lepas dari eksistensi bengkel ini.

Setiap hasil karya dan rancangannya diakui olehnya banyak terinspirasi dari gaya Amerika. Bingky yang juga merupakan seorang arsitek menjelaskan dirinya bukan berawal dari modifikasi sepeda motor, melainkan mobil dari 30 tahun yang lalu.

“Awalnya gue itu hobi modifikasi mobil VW. Kalau custom sepeda motor, sih, baru 15 tahun,” ujar Bingky. “Tadinya gue suka ke bengkel Harley buat motor sendiri, tapi daripada bolak-balik kenapa nggak buka bengkel sendiri aja.”

Butuh Waktu Lama untuk Proses Build

Lama pengerjaan sepeda motor chopper diakui tidak bisa dilakukan sebentar. Rata-rata lamanya membangun sepeda motor custom bisa 3-4 bulan, atau bahkan setahun tergantung tingkat kerumitan dan dana.

“Pada dasarnya custom itu ada dua; build dari nol atau modifikasi dari bahan motor yang sudah ada,” jelas pria berambut panjang itu.

Masih banyak yang beranggapan modifikasi dan custom itu sama. Padahal, keduanya memiliki arti yang berbeda, karena prinsip modifikasi itu hanya mengubah motor standar dengan menggunakan aksesoris aftermarket.

Sedangkan custom itu membuat karya dari nol hingga menjadi sesuatu sesuai dengan konsep awal. Semisal, membuat sasis, pelek, jok, dan sebagainya yang dilakukan dengan hand mate atas ide sang builder.

Bingky, penggawa Bikerstation mengatakan, builder itu sanggup mengubah motor, itu yang dikatakan custom. Kalau modifikasi itu hanya memasang barang aftermarket bolt on tanpa perlu mengubah jati diri motor tersebut.

Pertama, tentu membuat desain sketsa di atas kertas. “Tapi, sering juga desainnya cuma ada di kepala,” imbuhnya. Setelah itu baru menentukan mesin yang akan digunakan. Dari mesin itu, baru bisa ditentukan sasis atau dudukan mesin yang akan dibuat. “Kalau kebetulan punya stok sasis bisa lebih cepet pengerjaannya.”

Estimasi Biaya Kondisional

Bicara soal biaya custom motor, Bingky enggan menyebutkan angkanya. Menurutnya biaya tidak bisa diprediksi tanpa desain nyata.

“Intinya, mesin akan berpengaruh banyak ke biayanya. Misalnya mau custom pakai mesin Tiger, pasti selisihnya jauh sekali dengan mesin Harley, kan?” ujarnya.

Bengkel yang kerap membangun motor-motor Harley Davidson ini beberapa kali mendatangkan mesinnya langsung dari negara asalnya.

“Tapi nggak selalu, kok. Ini (menunjuk salah satu motor) pakai mesin VW Combi. Mesin apa saja, bahkan mesin keluaran jaman sekarang yang sistem pengapain FI (Fuel Injection). Toh, itu cuma pengapiannya, mesinnya sama saja,” ujarnya.

motor chopper
Salah satu motor modifikasi ala chopper di Biker’s Station. (Foto: Carmudi)

Bengkel yang juga merupakan cafe bernama Carburator Spring Automotive ini, seringkali mendapat pesanan dari berbagai kebutuhan. Mulai dari penghobi, kompetisi hingga properti film. Tapi Bingky mengatakan tidak selalu mengerjakannya sendiri.

“Bengkel custom lainnya juga suka dilibatkan kalau pengerjaanya rumit. Pokoknya, maunya seperti apa kita bangun. Tapi selama itu otomotif, ya,” tutupnya sambil tertawa. (dol)

c-class
Previous post
C-Class Masih Andalan Mercedes-Benz, Sedan Terlaris di Indonesia
Pelatihan KIa
Next post
Strategi Kia Tingkatkan Mutu Layanan Gelar Acara Nasional Aftersales