HomeBeritaBukan Sekadar Mobil Listrik Biasa, Nissan Re-Leaf Punya Kegunaan Lain

Bukan Sekadar Mobil Listrik Biasa, Nissan Re-Leaf Punya Kegunaan Lain

Mobil listrik konsep Nissan Re-Leaf bisa dimanfaatkan sebagai sumber listrik pasca bencana alam
Mobil listrik konsep Nissan Re-Leaf bisa dimanfaatkan sebagai sumber listrik pasca bencana alam (Foto: Nissan)

ParisNissan baru saja memperkenalkan mobil listrik konsep yang diberi nama Re-Leaf. Mobil ini dibangun menggunakan basis yang sama dengan Nissan LEAF, mobil listrik produksi massal pertama di dunia.

Nissan Re-Leaf bukan mobil listrik biasa. Sebab kendaraan nol emisi ini sudah dilengkapi dengan soket dan colokan listrik yang bisa digunakan sebagai genset darurat atau pembangkit tenaga listrik berjalan.

Sumber listriknya berasal dari baterai lithium-ion berdaya tinggi yang sudah tertanam di dalam mobil. Nissan Re-Leaf itu dapat membantu pemulihan suatu daerah pasca terjadinya bencana alam.

Dengan kemampuan yang dimilikinya, bisa menghidupkan sistem kelistrikan di rumah, alat komunikasi, penerangan jalan, dan penunjang kehidupan lainnya.

“Kami terus mencari cara agar kendaraan listrik dapat memperkaya hidup kita. Lebih dari sekadar transportasi tanpa emisi,” kata Helen Perry, Head of Electric Passenger Cars and Infrastructure Nissan Europe.

Lewat Nissan Re-Leaf, lanjut Perry, memungkinkan pemanfaatan kendaraan listrik dalam upaya mempercepat pemulihan pasca bencana alam.

Selain itu untuk menunjukkan bahwa teknologi yang cerdas dan bersih dapat membantu menyelamatkan nyawa serta memberikan ketahanan lebih baik.

Bertindak sebagai pembangkit listrik portabel sekaligus kendaraan yang membantu pemulihan pasca bencana alam, Re-Leaf dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik pada banyak perangkat secara bersamaan.

Kendaraan listrik hadir sebagai salah satu teknologi yang dapat meningkatkan ketahanan di sektor kelistrikan.

“Dengan menyediakan ribuan kendaraan listrik di tengah-tengah kondisi pasca terjadinya bencana alam, mereka mampu menciptakan pembangkit listrik virtual untuk menjaga pasokan energi,” pungkas Perry.

Mobil listrik Nissan Re-Leaf dibekali soket dan colokan listrik
Mobil listrik Nissan Re-Leaf dibekali soket dan colokan listrik (Foto: Nissan)

Membantu Saat Kondisi Darurat Listrik

Bencana alam bisa menyebabkan pemadaman listrik. Laporan Bank Dunia 2019 menemukan bencana alam menyebabkan 37% pemadaman listrik di Eropa antara 2000 dan 2017.

Saat bencana melanda, waktu pemulihan pasokan listrik biasanya 24 hingga 48 jam, tergantung pada tingkat kerusakan.

Selama pasokan listrik belum pulih, kendaraan listrik dapat dijadikan genset darurat tanpa emisi. Nissan menciptakan Re-Leaf untuk mendemonstrasikan potensi kendaraan listrik dalam pemulihan bencana alam.

Meski baru sebatas mobil konsep, Nissan ingin teknologi tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Re-Leaf menggunakan kemampuan pengisian dua arah seperti Leaf.

Fitur standar ini tidak hanya dapat mengambil daya saat dilakukan isi ulang baterai, tetapi juga bisa mengeluarkan tegangan listrik ke berbagai jaringan dan perangkat listrik.

Di Jepang, Nissan telah menggunakan Leaf sebagai pembangkit listrik portabel dan transportasi darurat pasca bencana alam sejak 2011.

Perusahaan juga telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 60 pemerintah daerah untuk mendukung upaya pemulihan pasca bencana.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga:

Segera Diproduksi Massal, Ini Bocoran Fitur Honda SUV e:concept

Previous post
Ada Wacana Bebas Pajak, Harga Toyota Alphard Terjun Bebas
Next post
Spesifikasi Toyota Fortuner Baru yang Akan Meluncur Sebentar Lagi