Home » Berita » Chevrolet Captiva Buatan Wuling Indonesia Dijual Murah, Kantor GM Didemo

Chevrolet Captiva Buatan Wuling Indonesia Dijual Murah, Kantor GM Didemo

Sekitar 100 pemilik mobil Chevrolet Captiva mengelar demo di kantor pusat GM Thailand (Foto: Bangkok Post)

Bangkok – Chevrolet Captiva yang dipasarkan di Thailand merupakan hasil produksi dari pabrik Wuling Indonesia yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Sehubungan dengan rencana General Motors (GM) berhenti menjual mobil Chevrolet mulai akhir 2020 di Thailand. Maka pihaknya malakukan “cuci gudang”. Semua produk Chevrolet di diskon, tak terkecual Captiva.

Di pasar Thailand Chevrolet Captiva dijual 999.000 baht atau Rp 439 jutaan, kini turun menjadi 499.000 baht atau Rp219 jutaan. Semenjak adanya pemberlakuan diskon, banyak konsumen yang berbondong-bondong mengunjungi diler resmi mobil Chevrolet untuk membeli Captiva.

Namun di sisi lain harga jual murah yang ditawarkan oleh GM untuk mobil Chevrolet Captiva mendapat kecaman dari pemilik Captiva sebelumnya.

Sekitar 100 pemilik mobil Chevrolet Captiva mengelar demo di kantor pusat GM Thailand dan Chevrolet Sales di Bangkok. Mereka menuntut supaya GM mengembalikan uang pembelian Captiva sebesar 500.000 baht (Rp217,2 jutaan) supaya harga mobil yang mereka beli sama seperti saat didiskon.

Natthapon Khankaew, perwakilan dari pendemo, mengatakan mereka telah membeli Captiva ketika model itu baru diluncurkan pada September tahun lalu, atau sekira lima bulan sebelum GM mengumumkan akan keluar dari Thailand.

“Chevrolet tidak adil menurunkan harga mobil Captiva sampai 500.000 baht,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia dan kelompoknya ingin mengakhiri kontrak pembelian mereka dengan Chevrolet dan perusahaan leasing.

Dia juga mengatakan keputusan GM untuk keluar dari Thailand tidak mungkin dibuat dalam satu atau dua hari.

“Kami bertanya-tanya apa yang sedang ditutup-tutupi oleh GM dan mengapa perusahaan tidak bernegosiasi dengan pembeli sebelum membuat pengumuman mundur. Ditambah lagi, kami tidak percaya layanan purna jual masih teteap ada begitu perusahaan meninggalkan negara ini,” seru Khankaew seperti dikutip dari Bangkok Post.

Diler Chevrolet Menunggu Kejelasan

Pabrikan mobil asal Amerika Serikat (AS) menargetkan menjual habis sekira 4.000-5.000 mobil Chevrolet yang saat ini masih tersisa di diler. Untuk menghabiskan stok GM menawarkan diskon besar-besaran mulai 204.000-500.000 baht.

Tapi 87 diler Chevrolet Thailand masih menunggu kejelasan dari GM tentang layanan purna jual setelah perusahaan keluar dari pasar Thailand.

Pembeli berbondong-bondong ke diler Chevrolet (Foto: bangkok Post)

Banyak konsumen di Thailand mengunjungi diler Chevrolet setelah pengumuman diskon. Mereka boleh membeli mobil dengan cara tunai maupun kredit hingga 84 bulan.

“Ini adalah cara perusahaan Amerika untuk mengatasi situasi seperti sekarang ini, menjual semua produk sebelum meninggalkan pasar,” kata pemilik diler Chevrolet.

Dirinya juga mengatakan harga yang menarik membuat ketiga model Chevrolet akan terjual habis dengan cepat, tetapi Chevrolet belum menjelaskan rencana perusahaan untuk menyediakan layanan purna jual.

“Setelah stok mobil terjual habis, GM tidak akan memproduksi mobil Chevrolet lagi. Tapi kami siap bergabung sebagai outlet layanan resmi setelah GM keluar karena kami memiliki sekira 4.000 pelanggan yang harus dijaga,” tutur pemilik diler itu. Saat ini tercatat hampir 300.000 mobil Chevrolet yang beredar dan terdaftar di Thailand.

Penulis: Santo

Editor: Lesmana

Pemeran
Previous post
Lewat Pameran, GAIKINDO Serukan Keselamatan Berkendara
Next post
Bukan di Indonesia, Mitsubishi Outlander PHEV Segera Diproduksi di Thailand