Berita Mobil Sumber informasi Tips dan Trik

Cuma Punya Mesin 1.000 Cc, Begini Cara Supaya Mobil LCGC Kuat Nanjak

Jalan Kali Kenteng (Foto: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Jakarta – Mobil Daihatsu Ayla yang tidak kuat melewati tanjakan jembatan Kali Kenteng, di Kabupaten Semarang, baru-baru ini ramai diperbincangkan di media sosial.

Berbagai spekulasi bermunculan, ada yang mengatakan bahwa mobil jenis Low Cost Green Car (LCGC) dengan mesin 1.000 cc tidak akan kuat melibas tanjakan. Dimana sebelumnya dikatakan mempunyai sudut kemiringan 57 derajat ternyata diralat menjadi  5,7 derajat.

Berkaca dari kasus tersebut, sebenarnya mobil jenis LCGC seperti Daihatsu Ayla dan Toyota Agya meski hanya dibekali mesin kecil masih tetap bisa melewati tanjakan.

Berdasarkan pengalaman pribadi Achmad Subechi melalui akun Instagramnya menyebutkan pengalamannya. Bahwa mobil dengan mesin berkapasitas 1.000 cc itu sudah lebih dari kuat untuk melewati jalan menanjak, namun jalan yang dilalui bukan medan yang biasa dilewati oleh kendaraan offroad.

“Di Jawa Timur banyak tanjakan panjang seperti itu (tanjakan Jembatan Kali Kenteng). Sudah saya test pakai Ayla bermuatan full, mobil aman-aman saja,” ujar Achmad kepada Carmudi, Selasa (12/6).

Mengemudikan mobil di jalan menanjak akan berbeda ketika berada di jalan datar. Supaya mobil jenis LCGC khususnya bertransmisi manual bisa melewati jalan menanjak, ada teknik khusus yang harus dimiliki  pengemudi. Achmad menjelaskan sebelum melewati tanjakan lebih baik pengemudi sudah ambil ancang-ancang dari bawah dan masukkan gigi transmisi 1.

“Dari bawah start gear 1, gas sampai Revolutions Per Minute (RPM) 3.500, lalu geser tuas transmisi ke gigi 2 kemudian pertahankan di RPM 3.500-4.000 sampai atas agar tidak kehabisan nafas (tenaga),” terang Achmad.

Selain teknik tersebut, pengemudi juga harus tenang ketika melewati jalan menanjak. Umumnya banyak pengemudi yang panik dan tidak percaya diri sehingga menyebabkan mobil kehilangan tenaga dan mesin mati di tengah tanjakan. Bila Anda mengalami hal itu segera tarik tuas rem tangan lalu masukkan tuas transmisi ke gigi 1.

“Bejek gas kira-kira sampai RPM di 3500-4000-an pertahankan, lalu lepas kopling setengah. Turunkan rem tangan pelan-pelan diikuti dengan melepas kopling secara perlahan sampai terlepas sepenuhnya. Kalau masih belum yakin enggak perlu geser gigi (shif gear), tetap pertahankan gear 1 sampai atas. Dan bejek gas stabil aja enggak perlu sampai red line. Pelan-pela yang penting sampai atas,” terang Achmad.

Jalan Kali Kenteng Aman Dilalui Pemudik

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam keteragan resminya menghimbau kepada pemudik yang menggunakan mobil agar berhati-hati di beberapa titik kritis. Salah satunya pada Jembatan Kali Kenteng, bagian dari ruas tol Salatiga-Kartasura.

Jembatan ini belum dapat dilalui dalam masa Mudik Lebaran 2018 ini karena pembangunannya belum selesai dengan progres fisik saat ini berkisar 65 persen.

Agar tetap dapat dilewati pemudik, telah dibangun dan disiapkan jalan sementara sepanjang 500 meter yang berada di sisi bawah jembatan. Jalan ini memiliki lebar 8 hingga 10 meter dengan kondisi lean concrete (alas beton) setebal 10 cm.

Namun hanya dapat dilalui untuk 1 lajur kendaraan. Kendaraan harus mengalami antrean rata-rata 30 menit akibat penyempitan dari 2 lajur menjadi 1 lajur. Kendaraan melintas perlahan satu-per-satu dengan kecepatan sekitar 20 km per jam.

Mengenai faktor keamanan jalan tersebut, PT. Waskita Karya sebagai kontraktor pelaksana menyatakan tingkat kemiringan jalur ini adalah berkisar 10 persen, sehingga cukup aman untuk dilintasi.

Selain itu pada sepanjang jalan sementara tersebut telah dilengkapi pula dengan rambu-rambu, pagar dan petugas yang mengarahkan kendaraan untuk tertib melintas satu-per-satu melalui pengeras suara.(dol)

https://www.instagram.com/p/Bj1EHpuHFMc/?taken-by=achmad_subechi

Santo Sirait

Santo Sirait sebelumnya Jurnalis di Okezone.com, pindah ke Carmudi.co.id sebagai Reporter pada November 2017. Fokus di sektor otomotif, terutama meliput tentang mobil, motor dan industri otomotif. Santo dapat dihubungi di [email protected]

Related Posts

/