Home » Berita » Dishub DKI Jakarta Targetkan Semua Armada TransJakarta Mengunakan Bus Listrik

Dishub DKI Jakarta Targetkan Semua Armada TransJakarta Mengunakan Bus Listrik

Bus Volvo TransJakarta (Foto: Carmudi)

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan mengganti semua armada bus TransJakarta menjadi kendaraan listrik. Saat ini mayoritas armada transportasi massal TransJakarta masih menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar, premium, dan Gas. Masing-masing jumlahnya 1.885 unit, 847 unit, dan 340 unit.

Dalam rangka mewujudkan penggunaan bus listrik pada seluruh armada TransJakarta, baru-baru ini Dishub DKI Jakarta telah mendatangkan tiga bus listrik. Dalam waktu dekat ketiganya akan menjalani uji coba.

“Strategi untuk menggunaan kendaraan listrik di TransJakarta saat ini sudah ada tiga unit bus listrik yang sudah selesai persyaratan administrasi dan teknisnya. Saat ini kami sedang menyusun rencana untuk implementasi rute uji coba tiga unit bus listrik ini. Sehingga nantinya bisa memenuhi standar pelayanan minimum yang sudah ditetapkan sesuai dengan peraturan Gubernur Jakarta,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo saat webinar Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) akhir pekan lalu.

Berikut merek dan dimensi bus listrik TransJakarta:

  • BYD Tipe K9
    Panjang 12 meter, Lebar 2,5 meter, Tinggi 3,4 meter
  • BYD Tipe C6
    Panjang 7 meter, Lebar 2,1 meter, Tinggi 3 meter
  • MAB Tipe MD 12E
    Panjang 12 meter, Lebar 2,5 meter, Tinggi 3,4 meter.

Target 2029

Dishub DKI Jakarta sebenaranya sudah menargetkan sekira 1 persen dari total armada bus TransJakarta yang beroperasi mengunakan kendaraan listrik. Akan tetapi target tersebut diprediksi tidak akan tercapai tahun ini akibat adanya wabah virus corona.

“Sebelum Covid-19 memang kami sudah menyusun strategi penggunaaan kendaraan listrik di TransJakarta. Seharusnya tahun ini sudah ada 1 persen dari total armada, tetapi karena ada pendemi seluruh program kedepan juga mengalami relaksasi dan tentu kami akan menyesuaikannya lagi,” ujar Syafrin.

Termasuk juga lanjut dia, target penggunaan bus listrik untuk semua armada TransJakarta yang rencannya terealisasi 2029.

Bus Listrik TransJakarta (Foto: Istimewa)

“Targetnya di tahun 2029 paling lambat seluruh armada TransJakarta sudah menggunakan bus listrik. Tapi kembali lagi karena ada pandemi Covid-19 tentu kami akan lakukan review terhadap target ini,” pungkas Syafrin.

Taksi Pakai Mobil Listrik

Blue Bird menjadi salah satu perusahan moda transportasi di Jakarta yang sudah menggunakan kendaraan listrik sebagai armadanya. Mobil listrik Tesla Model X 75D dan BYD e6, masing-masing akan menjadi armada Bluebird dan Silverbird. Kedua mobil listrik ini mulai beroperasi awal Mei 2019.

Jumlah mobil listrik masih terbatas hanya 30 unit, lima di antaranya Tesla X (Silverbird) dan 25 unit BYD e6 (Bluebird). Bluebird menargetkan 2.000 unit mobil listrik hingga 2025.

Demi berjalannya produk e-Taxi Bluebird ini, perusahaannya menggelontorkan biaya sekitar Rp 40 miliar. Angka tersebut adalah total investasi untuk belanja unit mobil listrik, pengembangan 12 Stasiun Pengisian Listrik (SPL) bersama PLN, hingga pemeliharaan mobil listrik.

Penggunaan mobil listrik diakui Blurbird bukan hanya untuk meningkatkan pelayanan dan kenyaman pelanggannya. Tetapi juga menjaga pelestarian lingkungan.

Penulis: Santo

Editor: Lesmana

Previous post
Airbag Pengurang Cedera Otak Pertama di Dunia Ada di Acura TLX
Mobil Terbakar
Next post
Mobil Dibakar Orang Tak Dikenal Bisa Ditanggung Asuransi