Home » Berita » Hanya Harapan dan Cerita Perpres Kendaraan Listrik yang Tak Kunjung Terbit

Hanya Harapan dan Cerita Perpres Kendaraan Listrik yang Tak Kunjung Terbit

mobil listrik
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan test drive mobil listrik Mitsubishi Outlander PHEV (Foto: Kemenperin)

Jakarta – Mengikuti jejak negara lain, gembar-gembor kendaraan listrik di Indonesia sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Pemerintah Indonesia juga sudah menyiapkan peta jalan pengembangan kendaraan emisi karbon rendah atau Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Bahkan sejumlah kementerian ditunjuk untuk menyusun draft kendaraan listrik.

Kabar yang beredar draft tersebut telah selesai disusun dan tinggal menunggu tanda tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi), sehingga nantinya akan menjadi Peraturan Presiden. Akan tetapi hingga jelang tutup Mei 2019 Perpres kendaraan listrik tak kunjung terbit.

Sebelumnya ada beberapa menteri yang sudah mengungkapkan harapan mengenai waktu penerbitan Perpres kendaraan listrik. Tapi semua yang diungkapkan oleh mereka meleset. Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko pada Desember tahun lalu pernah menyampaikan Perpres terbit awal 2019. Tahun ini sudah menginjak bulan kelima atau bisa dikatakan sudah bukan awal tahun lagi.

“Ya targetnya awal 2019, makin cepat makin bagus. Karena sesungguhnya sudah menggeliat cukup kencang di Indonesia mengenai mobil listrik ini,” kata Moeldoko usai peresmian stasiun pengisi daya kendaraan listrik yang didirikan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), di Jakarta, 5 Desember 2018.

Harapan berbeda dilontarkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Disela peluncuran armada taxi listrik Blue Bird di Jakarta, pria berdarah Batak itu mengungkapkan Perpres kendaraan listrik paling lambat rampung awal Mei. Tapi pada kenyataannya hingga menjelang tutup bulan ini, Perpres kendaraan listrik belum muncul kepermukaan.

“Perpres hari ini (Senin) sudah diajukan ke Presiden, saya berharap bulan ini (April) atau paling lambat awal bulan depan (Mei) sudah terbit,” ujar Luhut belum lama ini di Jakarta, 22 April 2019.

Seolah sudah tahu ungkapannya itu meleset, baru-baru ini Luhut kembali mengutarakan bila Perpres kendaraan listrik rampung usai lebaran.

“Ya, mobil listrik tuh menarik, karena Perpres saya kira sudah selesai. Dari kantor saya sudah paraf, sudah ke Sekneg (Kementerian Sekretariat Negara). Tinggal sirkulasi saja, kita harap selesai Lebaran,” ucap Luhut, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (30/5/2019).

Dukungan dari produsen Otomotif Dalam Negeri

Terlepas dari molor dan ketidakjelasan penerbitan Perpres kendaraan listrik, sejumlah produsen otomotif dalam negeri sudah menyatakan siap menyediakan infrastruktur serta menjual kendaraan ramah lingkungan ke konsumen.

Sudah ada produsen yang melakukan proyek percontohan untuk kendaraan listrik. Mereka adalah Toyota Indonesia, Mitsubishi Indonesia, Astra Honda Motor, dan Wuling Motors Indonesia.

Luhut di Peluncuran e-Taxi Bluebird
Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan saat Peluncuran e-Taxi Bluebird. (Foto: Carmudi)

“Jika mereka melakukan prototyping dan proyek percontohan, itu berarti mereka berkomitmen untuk investasi lebih lanjut,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dalam keterangan resminya.

Menurut Airlangga, pengembangan itu tergantung pada hasil prototipe dan kesuksesan investasi mereka di pasar domestik. “Beberapa dari mereka akan melakukan pre-marketing project, karena EV harganya 30-50 persen lebih mahal dari kendaraan mesin konvensional atau Internal Combustion Engine (ICE),” tuturnya.

Pemerintah menargetkan sebanyak 20 persen dari total produksi kendaraan baru di Indonesia sudah berteknologi tenaga listrik pada tahun 2025. Ini guna mendukung komitmen Pemerintah Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 29 persen pada 2030.(dol)

Previous post
Pos Siaga Daihatsu Buka 24 Jam Saat Mudim Mudik, Ini Daftarnya
Next post
Lima Fakta Menarik Tentang Pesaing Avanza dan Xpander dari Renault