BeritaMobilSumber informasi

Ini Bukti Jokowi Selalu Perhatian Dengan Industri Otomotif

Mobil pedesaan (Foto: Kemenperin)

Jakarta – Salah satu sektor andalan yang berkontribusi terhadap perekonomian di Indonesia adalah industri otomotif. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, Industri otomotif memberikan sumbangsih Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 10,16 persen pada tahun 2017.

Selain itu industri otomotif juga berimbas pada terbukanya lapangan kerja yang luas. Saat ini sudah ada 350 ribu orang dan tenaga kerja tidak langsung sebanyak 1,2 juta orang yang bekerja di sektor industri otomotif.

“Kebutuhan masyarakat akan produk-produk otomotif pun semakin meningkat. Di mana pada 2020 nanti ditargetkan Indonesia mampu memproduksi lebih dari 1,29 juta unit. Baik untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun basis produksi untuk tujuan ekspor,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Ditambahkannya saat ini pemerintah tidak hanya mendorong produsen mobil dan motor membangun pabrik dan menggunakan komponen lokal. Tapi juga mendukung karya anak bangsa khususnya pada sektor otomotif.

“Hingga saat ini Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang selalu menujukkan perhatian yang lebih terhadap sektor otomotif,” tutur Airlangga.

Perhatian Jokowi terhadap industri otomotif mulai ditunjukkan ketika dirinya masih menjadi Walikota Solo yaitu dengan mendorong pengembangan mobil Esemka. Berlanjut dengan proyek mobil pedesaan yang telah dilakukan oleh Kementerian Perindustrian itu sesuai harapan Presiden Jokowi.

“Di mana nantinya akan muncul industri yang berbasis angkutan pedesaan. Kami sudah monitor, harganya cukup terjangkau, rata-rata di bawah Rp80 juta. Kemenperin tengah membuat policy-nya,” ungkapnya.

Mobil pedesaan (Foto: Carmudi)

Tren Industri Otomotif Kedepan

Tren otomotif kedepan secara global adalah menuju ke kendaraan ramah lingkungan dan hemat energi. Banyak produsen otomotif berusaha mengembangkan kendaraan yang konsumsi bahan bakarnya sangat minim dan tanpa emisi gas buang.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kendaraan yang ramah lingkungan di Indonesia, pemerintah tengah melakukan langkah strategis. Yaitu menyusun peraturan soal kendaraan rendah emisi.

Mulai dari digulirkannya program Low Cost Green Car (LCGC) pada tahun 2013, hingga pengembangan Low Carbon Emmission Vehicle (LCEV). Termasuk di dalamnya adalah mendorong produksi kendaraan listrik.

“Bagi Indonesia, sesuai komitmen pada COP21 untuk mengurangi emisi CO2 sebanyak 29 persen atas usaha sendiri dan 41 persen dengan bantuan Internasional di tahun 2030, kami telah menyiapkan langkah-langkah dalam rangka mengantisipasi hal-hal tersebut. Pada tahun 2025, ditargetkan 20 persen yang diproduksi oleh industri otomotif di Indonesia adalah kendaraan-kendaraan yang ramah lingkungan,” paparnya.

Sementara itu, disamping program kendaraan ramah lingkungan pemerintah juga tengah mengupayakan pemberian berbagai kebijakan dan insentif pengembangan sektor industri otomotif untuk mendorong pertumbuhan manufaktur serta investasinya.

“Untuk mendorong ekspor, kami telah mengusulkan insentif untuk sedan, dengan penurunan PPnBM. Oleh karenanya, dibutuhkan kerjasama dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan agar kebijakan yang dikeluarkan tepat sasaran dan dapat berjalan dengan baik,” pungkas Airlangga.(dol)

Santo Sirait

Santo Sirait sebelumnya Jurnalis di Okezone.com, pindah ke Carmudi.co.id sebagai Reporter pada November 2017. Fokus di sektor otomotif, terutama meliput tentang mobil, motor dan industri otomotif. Santo dapat dihubungi di [email protected]

Related Posts