Berita Mobil Reviews Sumber informasi Tips dan Trik

Isuzu Traga Masih Perlu Beberapa Tambahan Agar Lebih Nyaman

Jakarta – Kalau urusan nyobain mobil baru tentu sudah biasa bagi jurnalis, baik dari media otomotif maupun media nasional. Tapi itu bicara mobil penumpang, bukan mobil komersial.

Apa jadinya kalau ada merek mobil yang mengajak untuk test drive mobil komersial? Tentu ini akan jadi pengalaman seru banget.

Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) pun melakukannya. Setelah resmi meluncurkan Isuzu Traga 23 April 2018 lalu, giliran awak media ditantang untuk menguji langsung kemampuan mobil medium pick up tersebut di jalan raya.

Test Drive Isuzu Traga

20 media pun diajak serta, salah satunya Carmudi.co.id. Tentunya kami tidak melepas begitu saja kesempatan unik ini. Rabu (9/5/2018) pagi, dua jurnalis perwakilan Carmudi sudah berkumpul di Sunter, kantor pusat IAMI.

Dan surprise…. Ternyata kami akan melakoni profesi sebagai supir mobil bak menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Perjalanan bersama Isuzu Traga pun dimulai. Destinasi pertama, rombongan dari Sunter bergerak menuju kota Bogor, tepatnya di Pasar Grosir Bogor.

Impresi Pertama Isuzu Traga

Saat kunci kontak diputar ke posisi ON, suara khas mesin diesel Isuzu Traga langsung menyeruak. Kalau ada yang pernah naik Isuzu Panther, pasti hapal suara mesinnya.

Yup, sumber tenaga Traga memang menggunakan mesin yang sama, yakni mesin 2,5 liter berkode 4JA1-L bertenaga 79 Tk dengan torsi 191 Nm.

“Salah satu keunggulan Traga dibanding kompetitor adalah di sektor mesin. Kita pakai mesin Panther yang sudah menjadi legenda Isuzu. Semua orang tahu Panther itu punya mesin bandel dan mudah dalam segi perawatan. Ditambah lagi spare part gampang ditemukan. Bengkel pinggir jalan pun jual,” alasan Tonton Eko, Product Development Division Head IAMI menjawab pertanyaan mengapa Traga pakai mesin Panther.

Awalnya Carmudi harus sedikit melakukan penyesuaian. Maklum saja, selain dimensi yang lebih besar, proses memindahkan tuas transmisi dari gigi 1 ke 2 agak sedikit keras. Ini memang sedikit bikin “kagok” dan rasanya tidak mudah menyetir Traga.

Tapi saat masuk di jalur tol, proses adaptasi sudah mulai kelihatan efeknya. Kami pun sudah mulai berani untuk menggeber mobil yang mulai di develop di Jepang pada 2014 lalu ini.

Berkat kawalan Polisi, iring-iringan 11 unit Isuzu Traga ini sampai di tujuan. Di Pasar Grosir Bogor seluruh peserta media test drive Isuzu Traga disuruh mengangkut barang-barang berupa pakaian muslim, perlengkapan sekolah dan alat tulis serta sembako untuk dimuat di bak mobil.

“Satu lagi kelebihan Traga dibanding kompetitor yang kami highlight disini adalah daya muat kargo yang banyak. Kalau kompetitor sanggup memuat hanya 48 buah galon air, di Traga bisa muat sampai 60 galon,” tambah Tonton.

 

Perlu Beberapa Tambahan Agar Lebih Nyaman

Ya, tak ada yang sempurna, Isuzu Traga memang mempunyai pandangan ke depan yang lebih tinggi dan luas. Sayangnya saat melihat ke bagian belakang melalui spion kiri, tidak maksimal karena ada blindspot di bagian bawah.

Spion standar yang diberikan masih kurang membantu untuk melihat objek ke belakang terutama di bagian bawah secara keseluruhan. Mesti harus ada kaca spion tambahan seperti spion cembung yang biasa di gunakan pada kendaraan truk besar.

Bila melihat kompetitornya yaitu L300 yang punya bodi lebih pendek tak ada masalah karena jenis spion sebelah kiri yang lebih panjang dibandingkan sebelah kanan. Ini membuat pandangan jadi lebih luas dan lega.

Panas dan terik menjadi teman akrab kami. Tanpa fitur pendingin udara (AC), kami harus melakoni perjalanan ini. Untung masih ada blower yang berfungsi menghembuskan angin ke dalam kabin.

Memang, rata-rata pick up sejenis Traga tidak dilengkapi dengan fitur tersebut. Namun dengan adanya blower bisa memudahkan pemilik mobil untuk pasang AC, kalau mau.

“Tinggal pasang kompresor, AC bisa berfungsi. Tapi rata-rata pemilik mobil pick up tidak mau. Alasannya tentu karena bakal menambah cost operasional, selain juga bikin boros bahan bakar,” ujar Benny Dwyanto, Product Marketing Department Head IAMI.

Test Drive Sambil Beramal

Setelah berjuang menerobos kemacetan di jalur Puncak, termasuk melewati jalur alternatif dengan kontur jalan beragam, mulai dari jalan berbatu, turunan dan tanjakan, akhirnya kami pun sampai di restoran Marimba.

Kami kembali mendapat kejutan karena disana puluhan anak-anak dari 3 rumah yatim piatu di kawasan Bogor sudah menanti kedatangan kami. Tenyata, seluruh barang bawaan yang kami bawa dari Bogor bakal disumbangkan kepada mereka.

Rasa haru bercampur bahagia membuat perjalanan media test drive Isuzu Traga ini menjadi sangat berkesan.

Ditambah lagi kami bisa merasakan langsung bagaimana rasanya menjadi sopir mobil pengangkut barang dalam menjalani rutinitasnya sehari-hari. Kami pun semakin takjub.(dol)

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts

/