Home » Berita » Kabar Baik! Pabrik Mobil Daihatsu di Indonesia Kembali Beroperasi

Kabar Baik! Pabrik Mobil Daihatsu di Indonesia Kembali Beroperasi

Karyawan Daihatsu Lakukan Cek Suhu Tubuh Sebelum Bekerja (Foto: Daihatsu)

Jakarta – Setelah sempat ditutup sekira dua minggu karena ada penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),  kini kembali beroperasi. Ya, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) selaku Agen Pemegang Merek (APM) mobil Daihatsu di Indonesia memutuskan untuk kembali mengaktifkan pabrik.

Terhitung Senin, 27 April 2020, proses produksi mobil Daihatsu di pabrik Sunter, Jakarta Utara, dan Karawang, Jawa Barat mulai dibuka lagi bagi para karyawan. Hal ini dilakukan sebagai persiapan untuk dapat memenuhi kebutuhan pelanggan baik domestik maupun ekspor di masa depan.

Sesuai dengan arahan dari pemerintah, Daihatsu menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) di area pabrik. Para pekerja akan diberikan pelatihan terlebih dahulu terkait protokol pencegahan Covid-19 sebelum melakukan aktivitas.

Kegiatan produksi tetap akan dilakukan dengan jumlah karyawan dan jam kerja yang terbatas. Sementara itu, untuk seluruh karyawan di kantor pusat, selama periode PSBB akan tetap bekerja dari rumah, sesuai dengan Keputusan Gubernur Jakarta No. 412 tahun 2020.

“Dalam kondisi pandemi Covid-19, kami akan memastikan seluruh proses produksi ADM sesuai dengan peraturan pemerintah, sehingga kesehatan dan keselamatan karyawan dapat tetap terjaga. Latihan ini diberikan sebagai komitmen Daihatsu untuk selalu mengikuti peraturan pemerintah secara maksimal,” ujar Erlan Krisnaring, Senior Executive Director PT ADM dalam keterangan resminya.

Menggairahkan Sektor Industri Otomotif

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen mencegah potensi dampak buruk yang ditimbulkan oleh wabah Covid-19 terhadap industri otomotif. Oleh karena itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020, terdapat tambahan dana penanganan Covid-19 sebesar Rp405,1 Triliun. Sekira Rp150 triliun akan digunakan untuk membantu pemulihan sektor industri termasuk industri otomotif.

“Perppu ini akan sangat membantu sektor industri, termasuk industri otomotif sehingga mereka dapat melakukan recovery dengan cepat menuju kondisi yang normal,” ungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Kemenperin juga sudah mengusulkan berbagai stimulus tambahan untuk menggairahkan usaha sektor industri, termasuk industri otomotif. Inisiatif ini sedang dikoordinasikan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, serta pelaku industri.

Menperin pun meminta kepada pelaku industri agar dapat segera memberikan masukan mengenai stimulus yang diperlukan. Selain itu menyampaikan usulan konsep economic recovery pasca Covid-19.

“Terdapat berbagai stimulus yang sedang kami diskusikan sehingga diharapkan dapat membantu sektor industri termasuk otomotif untuk dapat bertahan pada kondisi yang sulit ini,” tuturnya.

 

Penulis: Santo

Editor: Lesmana

Previous post
TVS Akuisisi Merek Sepeda Motor Norton yang Bangkrut
Syarat kredit mobil baru.
Next post
Berniat Beli Mobil Secara Kredit, Begini Jurusnya Agar Disetujui