Home » Berita » Kondisi Nissan Mengerikan, PHK Pekerja dan Tutup 2 Pabrik

Kondisi Nissan Mengerikan, PHK Pekerja dan Tutup 2 Pabrik

Nissan Indonesia menjamin ketersediaan suku cadang serta mengklaim harga 30 persen lebih murah

YokohamaNissan kembali dirundung isu tak sedap. Setelah diprediksi bangkrut oleh mantan bos Nissan, Carlos Ghosn, salah satu pabrikan terbesar asal Jepang itu kabarnya akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran. Tak cuma itu, yang lebih menyedihkan lagi Nissan berencana untuk menutup pabrik produksi mobil. Langkah menyedihkan ini terpaksa diambil demi mengurangi pengeluaran perusahaan, di tengah penurunan penjualan mobil yang tidak terduga karena strategi pemasaran warisan Carlos Ghosn.

Seperti yang dilansir Reuters dari salah satu sumbernya, pembuat mobil terbesar kedua di Jepang ini berencana mengurangi pekerja sebanyak 4.300 orang dan menutup dua pabrik. Dengan begitu Nissan bisa menghemat setidaknya 480 miliar yen atau sekira Rp60 triliun hingga 2023.

Seseorang yang dekat dengan manajemen senior Nissan dan dewan perusahaan juga mengatakan bahwa kemungkinan pekerja yang terkena PHK sebagian besar dari di kantor pusat di Amerika Serikat dan Eropa. Perusahaan juga akan mengurangi biaya pemasangan iklan serta pemasaran.

“Situasinya mengerikan. Itu harus dilakukan bila tidak (Nissan) mati,” ungkap sumber yang ingin indentitasnya dirahasiakan.

Juru bicara Nissan menolak untuk berkomentar terkait langkah-langkah restrukturisasi baru. Dirinya juga menolak pandangan soal penjualan yang lemah.

Di bawah kepemimpinan Ghosn, Nissan memulai ekspansi global dan meningkatkan kapasitas produksi di pabrik untuk menambah model baru. Selain itu juga Ghosn menggarap pasar lain seperti India, Rusia, Afrika Selatan dan Asia Tenggara. Atas strategi tersebut, Nissan mengeluarkan banyak uang untuk promosi dan pemasaran supaya mencapai target.

Tapi sekarang, banyak model-model yang dijual tidak memiliki sasaran pasar yang jelas. Seorang eksekutif di kantor pusat Nissan di Yokohama memperkirakan sekira 40% dari total kapasitas produksi globalnya tidak digunakan, atau kurang digunakan.

Beberapa eksekutif Nissan juga mengkhawatirkan aliansi mereka bersama Renault dan Mitsubishi malah membukukan kerugian di bisnis pembuatan mobilnya.

Tahun Lalu Nissan Pangkas Pekerja

Pada Juli tahun lalu, Nissan memutuskan untuk memangkas 12.500 pekerja di seluruh dunia. Mulai dari Inggris ke Spanyol, Meksiko, Jepang, India dan Indonesia. Selain itu, Nissan juga mengurangi kisaran modelnya sebesar 10%.

Pada waktu itu, pejabat Nissan mengatakan kepada Reuters bahwa PHK pekerja itu sama saja menutup satu jalur produksi di setiap pabrik.

Di Indonesia sendiri, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) selaku Agen Pemegang Merek (APM) mobil Nissan memangkas sebanyak 830 pekerja dari total yang ditargetkan. Di samping melakukan pemecatan, Nissan juga menghentikan pengoperasian pabrik di Purwakarta, Jawa Barat yang selama ini dipakai untuk memproduksi mobil merek Datsun.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga:

Bedah Kelemahan Nissan Serena C24, MPV Boxy Mewah Murah Meriah

Pabrik Toyota
Previous post
Berburu Suku Cadang Kijang Innova Reborn, Ternyata Murah-murah
Next post
Posisi Lubang Isap Udara Mesin DFSK Glory 560 Tinggi, Apa Untungnya?