Home » Berita » Miris, Penyewa Daihatsu Gran Max 1.5L dan Luxio Tidak Peduli Recall

Miris, Penyewa Daihatsu Gran Max 1.5L dan Luxio Tidak Peduli Recall

Press conference recall Daihatsu Gran Max dan Luxio. (Foto: Carmudi/Yongki)

Jakarta – Kampanye perbaikan komponen yang bermasalah atau recall tidak jarang mengalami kendala. Padahal pabrikan otomotif telah jauh-jauh hari memberikan informasi terkait recall dan membujuk para pemilik kendaraan supaya mengikuti program recall dengan mendatangi bengkel-bengkel resmi.

Menurut Amelia Tjandra, Marketing Director dan Corporate Planning & Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah adanya rasa ketidakpedulian dari para pemakai, atau penyewa mobil. Kendala tersebut cukup dirasakan oleh Daihatsu dalam menjalankan program recall untuk mobil Gran Max 1.5L dan Luxio.

“Kalau dia pemilik mobil (individual) mereka akan merespon dengan positif terkait program recall. Pemilik mobil akan datang ke bengkel kami secapatnya. Tetapi kalau pemakai atau penyewa mereka enggak peduli. Karena mobil ini kan kendaraan komersial yang punya (pengusaha rental mobil) belum tentu pakai karena disewakan. Nah penyewa itu menurut data kami tidak terlalu peduli, karena menurut mereka mengikuti program recall otomatis bisnis mereka akan terhenti paling tidak 14 jam lamanya mobil diperbaiki,” tutur perempuan yang akrab disapa Amel itu, belum lama ini.

Amel menambahkan, padahal dengan mengikuti program recall pemilik mobil akan diberikan kompensasi yang dapat dinikmati langsung oleh mereka.

“Karena menurut mereka yang mengunakan jasa rental merasa bukan urusannya. Kompensasi itu yang dapat pemilik mobil, urusan pengguna hanya ingin memakai mobil,” tutur Amel.

Adapun kompensasi yang diberikan oleh Daihatsu berupa gratis pergantian komponen. Selain itu konsumen berhak mendapat paket ganti oli mesin dan jasa service gratis untuk periode service berikutnya bagi yang telah berpartisipasi mengikuti prgram recall.

Recall Bukan Sesuatu yang Menakutkan

Recall pada mobil yang bermasalah sudah bukan menjadi hal tabu di dalam negeri. Namun bagi sebagian orang atau pemilik kendaraan, recall merupakan sesuatu yang menakutkan.

Padahal program recall sengaja diadakan oleh pabrikan untuk memastikan kendaraan yang kosumen gunakan dalam keadaan baik-baik saja. Di samping itu merupakan tanggung jawab dari perusahaan untuk memperbaiki komponen pada mobil yang terindikasi mengalami masalah atau bekerja tidak sebagaimana mestinya.

“Bahwa yang namanya recall di zaman sekarang itu sudah biasa dan sudah bisa diterima oleh konsumen. Para konsumen melihat kalau satu merek mobil melakukan kampanye recall itu justru seharusnya dilihat sebagai sesuatu posisif. Artinya perusahaan benar-benar memperhatikan kualitas dari produk tersebut,” terang Hendrayadi Lastioso, selaku Marketing & CR Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO).

Berdasarkan data yang dibeberkan oleh Daihatsu, sejak November sampai Juni 2020 tercatat 9.043 unit Gran Max 1.5L dan Luxio telah menjalani perbaikan dan pergantian komponen connecting rod atau setang seher yang bermasalah. Angka tersebut mewakini 24% pengguna Gran Max 1.5L dan Luxio dari total 36.915 unit yang terindikasi bermasalah.

Penulis: Santo

Editor: Lesmana

Hasil Operasi Zebra
Previous post
Operasi Patuh 2020 Mulai Hari Ini, Pelanggar Lalu Lintas Langsung Distop Polisi
Next post
Resmi Dijual, DFSK Glory i-Auto Belum Bisa Bahasa Indonesia