Home » Berita » Target Penjualan Mobil Nasional Direvisi, Ini Langkah Toyota

Target Penjualan Mobil Nasional Direvisi, Ini Langkah Toyota

Booth Daihatsu di GIIAS 2019 (Foto: Santo/Carmudi)

Denpasar – Penjualan mobil di Indonesia mengalami perlambatan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), penjualan mobil nasional periode Januari sampai Agustus 2019 tercatat sebanyak 660.286 unit. Padahal jika mengacu pada periode yang sama tahun lalu angkanya sebesar 763.444 unit. Itu artinya ada penurunan sekira 13,5 persen. Seiring terjadinya perlambatan penjualan mobil domestik, maka Gaikindo memutuskan untuk merevisi target.

Di awal 2019, Gaikindo menargetkan penjualan mobil sebanyak 1,1 juta. Angka tersebut sama seperti pencapaian tahun lalu. Memasuki semester II 2019, Gaikindo berubah pikiran dan langsung merivisi target penjualan menjadi 1 juta unit atau turun sekira 10 presen dari target semula. Ada banyak faktor yang membuat penjualan mobil nasional melambat, seperti pertumbuhan ekonomi yang lambat dan banyaknya peristiwa politik sejak awal tahun.

Terkait revisi target penjualan oleh Gaikindo, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy masih berharap penjualan mobil nasional hingga akhir tahun ini bisa tembus di atas 1 juta unit. Sebab masih ada sisa beberapa bulan lagi untuk mengejar penjualan.

“Memang Gaikindo merevisi sekira 1 juta unit, tapi kami sebenarnya masih berharap bahwa kalau bisa 1 juta itu batas bawahnya, kami masih berharap di atas 1 juta unit karena masih ada waktu Oktober, November, dan Desember. Kami berharap tiga bulan ini masih banyak upaya yang bisa dilakukan baik dari sisi aktivitas penjualan, kemudian kami juga baru saja meluncurkan beberapa produk baru juga,” kata Anton baru-baru ini di Denpasar, Bali.

“Ya, mudah-mudahan itu (produk baru) bisa membantu animo pasar juga kalau bisa market-nya di atas satu juta sekian lah,” imbuhnya.

Target Penjualan Toyota

Revisi target penjualan mobil nasional tidak menyurutkan niat Toyota untuk terus meningkatkan angka penjualan.

“Target Toyota sebenarnya market share, jadi target market share kami kemarin sebesar 31,5 persenan. So far masih on track sih, jadi market share kami kira-kira range-nya 31,5 sampai 32 persen lah. Volume penjualan ikuti market share, pada dasarnya market share tetap masih berada di posisi yang baik,” terang Anton.

Dalam upaya meningkatkan angka penjualan, tentu ada beragam strategi yang sudah bahkan segera dilakukan oleh Toyota di sisa 2019 ini. Di antaranya menggelar pameran mobil Toyota berskala kecil di beberapa kota dan pusat keramaian. Selain itu, Toyota juga terus melakukan promosi terhadap produk-produk yang baru saja diluncurkan, salah satunya Toyota Calya terbaru.

Toyota New Calya 2019 saat peluncuran. (Foto: Carmudi/Santo)

“Harapan kami salah satunya Toyota Calya. Karena jumlah pemesanan Toyota Calya yang kami terima di bulan September itu cukup menggembirakan dan cukup baik. Kemudian kami juga melakukan banyak aktivitas. Contohnya bulan ini saja kami menggelar Toyota spektakuler Expo, di beberapa kota. Kami juga melakukan beberapa aktivitas diler dan kami juga melakukan program penjualan menarik seperti promo leasing, dan lainnya.” tutur Anton.

Lewat beragam aktivitas dan program penjualan tersebut Anton berharap bisa mengundang rasa keinginan konsumen untuk membeli mobil baru.

“Membuat beberapa aktivitas supaya ya menggairahkan animo pasar juga. Jadi mengundang konsumen untuk datang ke aktivitas kami dan bisa melakukan pembelian mobil juga,” pungkas Anton.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga:

Jelang Akhir Tahun, Auto2000 Tawarkan Ganti Mobil Toyota Keluaran Baru

Previous post
Duh, Masih Ada Loh Pemilik Mobil Honda yang Belum Ganti Komponen Inflator Airbag
Next post
Daftar Kota dan Kabupaten Finalis Penerapan Keselamatan di Jalan Raya