Produk

Berambisi, Michelin Umumkan Strategi ‘All Sustainable’ untuk 2030

Jakarta – Michelin telah mengumumkan strategi yang berlandaskan prinsip “All Sustainable”; Michelin in Motion pada 2030.

Visi All Sustainable ini adalah upaya untuk mencapai keseimbangan antara aspek karyawan (people), lingkungan (planet), dan profit secara terus menerus.

“Sustainable bagi kita tidak hanya tentang lingkungan. Kita ingin menjadi perusahaan yang selalu bisa menciptakan value bagi konsumen. Ada tiga aspek yang harus diraih, yaitu di sektor bisnis atau kita sebut profit, lalu di sektor people (karyawan) yang terus berkembang, dan di area lingkungan (planet),” jelas Steven Vette selaku Presiden Direktur Michelin Indonesia di acara buka puasa bersama, Rabu (28/4/2021) kemarin.

Pemaparan pihak Michelin mengenai strateginya pada 2030. (Foto: Nadya/Carmudi)

People

  • Mencapai engagement rate (level keterlibatan) karyawan lebih dari 85 persen.
  • Meningkatkan jumlah perempuan dalam posisi manajemen lebih dari 85 persen.
  • Menjadi standar global dalam keamanan di tempat kerja dengan Total Case Incident Rate (TCIR) kurang dari 0,5.

Planet

  • Mengurangi emisi CO2 secara signifikan dengan target penurunan 50 persen dibandingkan 2010 dan mencapai level karbon netral pada 2050.
  • Meningkatkan penggunaan bahan baku berkelanjutan di semua produk hingga 40 persen pada 2030 dan mencapai 100 persen pada 2050.

Profit

  • Mendorong pertumbuhan yang ajek rata-rata 5 persen antara 2023 dan 2030 setelah pandemi covid-19 atau corona berakhir.
  • Menargetkan 20 hingga 30 persen penjualan dari bisnis non-ban.
  • Memastikan terus menciptakan nilai tambah, mencapai lebih dari 10,5 persen ROCE (Return on Capital Employed) antara 2023 dan 2030.

Ambisi Lain Michelin

Ambisi lain Michelin menerangkan strategi terbaik. (Foto: Nadya/Carmudi)

Selain itu, Michelin juga memiliki ambisi lainnya, yaitu melokalisasi pusat produksi. Kapasitas produksi ban besutan Michelin di Asia pada 2020 mencapai 18 persen dari total kapasitas produksi Michelin di seluruh dunia.

Pada 2023, kapasitas tersebut akan ditingkatkan hingga sebesar 22 persen yang berfokus pada pelayanan kebutuhan pasar regional, khususnya Asia. Penambahan kapasitas ini akan diprioritaskan di Thailand, Cina, serta Indonesia.

Khusus di Indonesia, penambahan kapasitasnya berasal dari pabrik ban milik Michelin, yakni PT Multistrada Arah Sarana.

Saat ini, pihak Michelin telah menginvestasikan dana untuk meningkatkan kapasitas produksi Multistrada secara bertahap, khususnya untuk ban roda dua dan ban kendaraan penumpang.

Baca Juga:

Penulis: Nadya Andari

Editor: Dimas

Nadya Andari

Memulai karir sebagai Content Writer di Carmudi Indonesia sejak awal tahun 2019. Lulusan Desain Komunikasi Visual yang suka sekali menulis, seperti cerpen, artikel, dan sebagainya.
Follow Me:

Related Posts