Home » Tips dan Trik » Mobil Isuzu Panther Tahan Menerobos Banjir? Jangan Salah Kaprah Dulu!

Mobil Isuzu Panther Tahan Menerobos Banjir? Jangan Salah Kaprah Dulu!

5 Poin Penting Sebelum Melibas Banjir
Mobil bisa mati tiba-tiba saat menerobos banjir.

Jakarta – Beberapa waktu lalu media sosial diramaikan sebuah video yang menampilkan sebuah angkutan umum Isuzu Panther tengah melibas banjir di Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Dalam video tersebut, mobil angkutan umum berkelir merah tersebut terlihat memaksa menerobos genangan hingga membenamkan kap mesinnya.

Bayangkan, banjir setinggi kap mesin Isuzu Panther itu cukup tinggi. Tapi angkutan umum tersebut nekat menerobos demi bisa mengantarkan penumpang. Sontak kejadian dalam video tersebut menjadi viral setelah berhasil menerabas genangan air.

Angkutan umum Isuzu Panther yang berhasil menerabas banjir di Jatiasih, Bekas, Jawa Barat.
Angkutan umum Isuzu Panther yang berhasil menerabas banjir di Jatiasih, Bekas, Jawa Barat.

Kira-kira, apakah mobil Isuzu Panther memang menjadi juara saat melibas banjir? Ssssttt, tahan dulu pemikiran seperti itu. Ada baiknya Carmudian benar-benar paham dulu mengenai mobil ‘abadi’ yang satu ini. Mobil Isuzu Panther memang menjadi salah satu mobil diesel yang bentuknya tidak berubah sejak tahun 1990-an. Hingga 2020, bentuknya tetap begitu-begitu saja tanpa adanya pembaruan model.

Fakta Mobil Isuzu Panther Menerobos Banjir

Ada beberapa hal yang bisa diketahui dari Isuzu Panther yang menerabas banjir ini. Pertama, mobil ini dikenal minim kelistrikan. Hal inilah yang menjadi salah satu kekuatan mobil bermesin diesel dalam menerjang banjir. Mobil bermesin diesel tidak mempunyai koil, kabel busi dan busi seperti mobil bermesin bensin.

Agak wajar jika mobil bermesin diesel lebih merasa aman pada saat melintasi genangan banjir. Isuzu Panther bisa dibilang sebagai mobil yang kuno, karena pembaruannya hanya sedikit untuk generasi terbaru. Mesin berkapasitas 2.500 cc turbo ini tidak memiliki jalur kabel dan soket yang mengalirkan arus listrik. Makanya, angkutan umum tersebut merasa aman saat masuk ke air.

Isuzu Panther masih belum keluarkan versi baru. Foto/Carmudi.

Isuzu Panther ini juga tentunya sangat sedikit memiliki risiko adanya arus pendek, karena sistem elektrikalnya sangat sederhana. Berbeda dengan mesin diesel yang sudah mengadopsi commonrail yang lebih banyak perangkat elektroniknya. Mesin diesel pada Isuzu Panther dikenal bandel dan sangat kuat. Tak heran jika mobil ini dijadikan mobil pengangkut barang atau mobil operasional kantor.

Posisi Saluran Udara Tinggi

Selain faktor kelistrikan yang minim pada bagian mesin, ada lagi nih faktor lain yang membuat Isuzu Panther bisa mudah menerabas banjir. Faktor lain tersebut adalah posisi saluran udara yang memang dibuat tinggi. Saluran udara dari Isuzu Panther memang cukup tinggi. Selain itu, letaknya juga bisa dibilang lebih tinggi dari posisi mesin. Posisi saluran udara ini juga berperan saat mobil hendak menerabas banjir.

Pasalnya, posisi saluran udara yang tinggi mampu menghalau masuknya air ke saluran udara. Jika saluran udaranya cukup rendah, maka akan timbul beberapa potensi. Salah satunya adalah air terhisap ke dalam ruang bakar. Jika air sudah masuk ke dalam ruang bakar, maka hal tersebut dapat membuat mesin menjadi jebol. Kejadian ini lebih sering disebut sebagai water hammer, atau air yang masuk ke dalam ruang bakar.

Jangan Menerobos Banjir

Jika Carmudian menemukan genangan atau air banjir yang cukup tinggi, usahakan tidak menerobosnya. Selain berbahaya untuk mobil, terkadang juga membahayakan nyawa. Karena kita tidak akan pernah tahu bagaimana dan seperti apa kondisi air yang akan dilewati itu. Lebih baik diusahakan untuk segera mencari jalan lain demi keamanan sendiri.

Ada beberapa hal yang bisa Carmudian pahami sebelum benar-benar memutuskan untuk melewati banjir. Pertama, ketahui jalur yang akan dilewati. Sebisa mungkin kamu sudah mengetahui jalur yang nantinya akan diterabas. Pahami medan yang akan dilewati, karena bisa cukup berbahaya.

5 Poin Penting Sebelum Melibas Banjir
Menarabas banjir dengan mobil perlu persiapan demi menghindari risiko. photo: kaltimpost

Posisi berbahaya yang dimaksud adalah letak parit, lubang, atau pembatas jalan yang tertutup oleh air banjir. Dengan memahami medan, Carmudian sudah bisa memprediksi bagian mana yang mengalami ketinggian banjir terparah. Terlebih lagi kamu sudah benar-benar tahu kondisi mobil kamu sendiri. Yang terpenting, mobil dalam keadaan sehat ya.

Terbayang Perbaikan Mobil yang Cukup Mahal

Jika mobilmu sudah tidak memiliki asuransi, lebih baik kamu memikirkan hal ke depannya. Coba pikirkan biaya yang harus dikeluarkan saat kamu gagal menerobos banjir. Setidaknya ada beberapa parts yang harus diganti jika mobil kamu mogok atas kesalahan sendiri. Misalnya, harus mengganti ECU karena tidak sengaja terkena percikan air, atau mengganti relay di bagian bohlam atau beberapa modul yang tidak sengaja terendam banjir.

Tim mekanik BMW Astra siap menangani mobil korban banjir di Jakarta

Jika Ingin Menerobos, Pastikan Air Tak Tinggi

Sebelum benar-benar menerobos banjir, pastikan ketinggian air tidak melebihi ban mobil kamu. Jika ketinggian air melebihi ban mobil, pada saat bergerak air akan menjadi lebih tinggi karena gerakan mendorong yang dihasilkan oleh mobil. Hal ini akan menjadi fatal dan berpotensi menyebabkan air masuk ke dalam ruang mesin atau bahkan ke kabin. Usahakan sabar dan menahan gas pada putaran mesin bawah untuk mendorong air secara perlahan-lahan.

Daihatsu Xenia
Mobil Daihatsu Xenia salah satu LMPV yang bandel saat terabas banjir. Foto/Istimewa.

Paling tidak, untuk memaksakan diri menerobos banjir, batas ketinggian air maksimal setengah ban kendaraan pada saat posisi diam. Karena jika tetap memaksakan diri melintasi banjir dengan ketinggian melebihi ban mobil, akan berpotensi menyebabkan mobil mati. Ingat, banjir merupakan air yang jadi salah satu musuh kendaraan. Jika ketinggian banjir sudah melebihi ban dan cukup berhaya, lebih baik berputar arah dan mencari jalan lain.

Pahami Cara Menerobos Banjir

Untuk menerobos genangan air, diperlukan pengetahuan tentang mobil dan teknik mengemudi. Pada mobil bertransmisi manual, usahakan menggunakan gigi 1 atau 2. Injak gas dengan perlahan, setelah mobil berjalan usahakan jaga kecepatan konstan. Tujuannya adalah agar air tidak terciprat tinggi ke arah atas mobil. Sebisa mungkin jangan memindahkan gigi saat melaju di atas air banjir. Karena hal tersebut dapat membuat air masuk ke bagian transmisi dan knalpot.

terjebak banjir
Mobil terjebak banjir (Carmudi Indonesia)

Hal tersebut juga berlaku pada mobil bertransmisi otomatis. Sebisa mungkin biarkan mobil di depan melewati air banjir terlebih dahulu, atau mengekor dengan jarak yang tidak terlalu jauh dengan mobil di depan. Mengekor dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari mobil di depan bisa menghindari air menabrak bagian depan mobil.

Matikan AC

Biaya servis ac mobil
Matikan AC saat menerobos banjir.

Sebelum menerobos banjir, usahakan tidak menyalakan AC mobil. Tujuannya adalah agar kerja mesin tidak terlalu berat. Pada saat mobil masuk ke dalam air, mesin akan bekerja lebih keras karena harus mendorong air dan itu cukup berat. Oiya, usahakan tidak berhenti sama sekali di tengah banjir, ya.

 

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Baca Juga:

Pasang Filter Solar Ganda, Bikin Mesin Diesel Tetap Prima

Previous post
Pasang Filter Solar Ganda, Bikin Mesin Diesel Tetap Prima
Next post
Kurangi Polusi Udara, Pemerintah di Kota Ini Larang Mobil Tua