Sumber informasi

Jenis, Fungsi, dan Tips Cara Merawat Kopling Mobil

Mengingat perannya cukup besar pada sebuah kendaraan untuk bergerak, berikut ini kami akan ulas mengenai fungsi, jenis, hingga tips cara merawat kopling mobil.

Bicara soal jenis kopling pada mobil, sebenarnya tidak banyak, namun perlu diakui bahwa para pemilik mobil masih banyak yang belum mengetahuinya.

Semua mobil memiliki kopling, baik itu transmisi manual maupun otomatis.

Komponen satu ini memiliki peran dan fungsi cukup besar untuk bisa membuat mobil berjalan. Kopling berhubungan langsung dengan mesin dan transmisi.

Sehingga bisa dikatakan, perannya sangat penting karena memutus dan menyambung putaran mesin.

jenis kopling mobil

Pedal kopling Nissan Grand Livina. (Foto: istimewa)

Pengertian Kopling

Agar lebih paham, kopling merupakan komponen yang bertugas menjadi penghubung antara roda gigi transmisi dengan poros engkol. Fungsinya agar roda bisa bergerak menyalurkan tenaga.

Biasanya komponen utama pada kopling terdiri dari flywheel, plat kopling, plat tekan, dan unit plat penekan. Pada mobil manual ketika kopling diinjak maka ujung tuas akan mendorong bantalan untuk bergerak ke belakang.

Bantalan ini akan menarik plat tekan untuk berlawanan dengan tekanan dari pegas atau menjadi mundur. Ketika plat mundur, plat kopling akan keluar dari flywheel sehingga perpindahan tenaga akan terputus.

Sedangkan saat pedal kopling dilepas, per pada kopling akan mendorong plat tekan untuk maju sehingga menjepit plat kopling dengan flywheel. Pada saat inilah terjadi perpindahan tenaga dari mesin yang disalurkan ke bagian transmisi.

Fungsi Kopling Mobil

Setelah membahas pengertian kopling pada mobil, ketahui juga fungsi pada komponen satu ini.

Dilansir dari laman Suzuki, ada empat fungsi utama dari kopling pada mobil:

  • Membantu menciptakan pergerakan yang halus ketika pindah gigi saat mobil sedang berjalan.
  • Menciptakan pergerakan halus dengan mengangkat mesin.
  • Menghentikan mobil tanpa harus mematikan mesin.
  • Membantu performa pengereman ketika sedang berkendara lewat engine brake.

Jenis Kopling Mobil

jenis kopling mobil

Setelah mengetahui sedikit hal dari fungsi kopling, saatnya kita membahas mengenai jenis kopling pada mobil, yuk!

  • Kopling Basah / Wet Clutch

Jenis kopling pada mobil yang pertama adalah kopling basah atau disebut juga wet clutch. Jenis kopling ini sangat sering dijumpai pada berbagai mobil yang ada di Indonesia.

Sesuai namanya, kopling jenis ini masih menggunakan minyak atau oli sebagai pelumasan. Umumnya kopling jenis ini ditemukan pada mobil bertransmisi otomatis dengan sistem planetary gear.

  • Kopling Kering / Dry Clutch

Lalu ada juga kopling kering atau dry clutch. Kopling jenis ini umumnya tidak menggunakan minyak sebagai pelumasan dan justru dibiarkan kering tanpa adanya minyak.

Jika terkena cairan, kopling satu ini justru malah akan selip. Maka sebisa mungkin jangan sampai bagian kopling terkena cairan.

Biasanya kopling kering digunakan pada kendaraan dengan transmisi dual clutch (DCT). Pada umumnya kopling kering dipakai di mobil yang punya torsi rendah di transmisi 7 percepatan DCT.

  • Kopling Manual

Kemudian ada kopling manual. Pemilik mobil bisa mengatur kecepatan berkendara sesuai dengan keinginan.

Umumnya mobil dengan transmisi manual beberapa tahun belakangan mulai ditinggalkan. Salah satu alasannya adalah kemacetan parah seperti di kota Jakarta yang membuat pengemudi mobil transmisi manual bisa jauh lebih lelah.

  • Kopling Otomatis

Lalu ada jenis kopling mobil otomatis. Dalam 5 tahun belakangan jenis kopling ini mulai digemari oleh banyak masyarakat di seluruh dunia.

Kopling otomatis memiliki cara kerja sesuai dengan kecepatan putaran poros engkol. Kecepatan yang dihasilkan sangat bergantung pada kecepatan putaran poros engkol dari transmisi tersebut.

Kampas Kopling

Pada umumnya mobil yang memakai kopling jenis ini hanya dibekali dengan dua pedal. Yakni pedal gas dan rem saja di bagian bawah tanpa adanya pedal kopling.

Kopling otomatis akan bekerja ketika kecepatan rendah. Kanvas pada kopling juga akan merenggang. Kemudian poros engkol bakal berputar dengan kecepatan dinamis sesuai kecepatan mobil.

  • Kopling Plat Tunggal

Jenis lainnya ada kopling dengan plat tunggal. Komponen ini hanya terdiri dari satu piringan saja dan cukup banyak digunakan pada berbagai jenis mobil matic dengan kopling otomatis.

Cara kerja dari kopling plat tunggal ini juga dinilai lebih efektif dan praktis. Awalnya kopling plat tungga diciptakan untuk menutupi kekurangan pada plat kopling ganda.

  • Kopling Plat Ganda

Kemudian jenis kopling lainnya adalah plat ganda. Umumnya di bagian dalam plat terdiri dari banyak kepingan atau lebih dari dua buah.

Umumnya kopling jenis ini digunakan pada mobil transmisi manual dengan cara kerja menggesekkan komponen pada mesin.

Kampas kopling

Kampas kopling bekas atau rekondisi sebenarnya sudah tak layak digunakan. (Foto: Carmudi)

Salah satu alasan mengapa terdiri dari banyak kepingan adalah cara kerjanya masih manual. Tidak menutup kemungkinan juga sewaktu-waktu kopling ini bisa selip, macet, dan bahkan tidak berfungsi.

  • Kopling Gesek

Selanjutnya ada kopling jenis gesek. Kopling ini bekerja dengan cara memanfaatkan gaya gesek yang dihasilkan oleh dua piringan pada kopling ketika memindahkan tenaga.

Pada mobil, gesekan ini biasanya terjadi pada komponen flywheel, kampas kopling, dan pressure plate. Umumnya kopling jenis ini digunakan pada mobil bertransmisi manual atau kendaraan dengan bobot yang ringan.

  • Kopling Magnetik

Lalu ada juga jenis kopling magnetik. Cara kerja dari kopling ini adalah dengan memanfaatkan medan magnet.

Medan magnet ini digunakan untuk menghubungkan dan memutus aliran daya pada komponen mesin. Ketika kutub pada magnet berlawanan, maka kedua komponen akan terhubung dan mengalirkan energi.

Sedangkan ketika kedua kutub sama, komponen akan terlepas dan berhenti mengalirkan energi. Biasanya kopling jenis ini digunakan pada sistem AC mobil, yakni pada bagian kompresor.

Cara Merawat Kopling Mobil

Penting sekali bagi pemilik mobil untuk merawat kopling. Tentunya supaya kopling tersebut tidak rusak sebelum waktunya.

Ada beberapa hal yang wajib diperhatikan dalam merawat kopling pada mobil.

Tidak Menahan Setengah Kopling

Pada saat menanjak banyak pengemudi yang menahan setengah kopling. Mereka berpandangan agar mobil tidak mundur saat melewati tanjakan yang macet.

Padahal hal seperti ini justru membuat kopling menjadi cepat rusak, terutama mobil manual. Lama kelamaan plat kopling bisa panas dan terbakar dan menyebabkan bau sangit.

Sebaiknya saat melewati tanjakan bisa dengan menarik rem parkir dan posisikan ke N untuk mobil manual. Untuk mobil matic, cukup menginjak rem saja dan posisikan di D atau N.

Mulai Gigi Terendah

Pada mobil manual disarankan untuk memulai dengan gigi terendah. Jika menggerakkan mobil dari gigi 2 bisa membuat kerja kopling menjadi lebih berat.

Lama kelamaan plat kopling bisa menjadi aus layaknya Anda menahan setengah kopling. Maka dari itu penting sekali memulai perjalanan dengan gigi 1.

Lepas Kopling Saat Macet

Kebiasaan yang kerap ditemui adalah menginjak kopling pada saat macet. Ini merupakan salah satu kebiasaan yang salah.

Sebisa mungkin posisikan mobil di gigi N untuk transmisi manual. Kopling yang diinjak dalam waktu lama saat mobil berhenti lama kelamaan bisa panas dan terbakar. Jika dipaksakan maka transmisi akan sulit pindah akibat selip plat kopling.

Gunakan Gigi Sesuai

Ilustrasi pengoperasian transmisi otomatis (Foto: my-otomoto)

Untuk transmisi otomatis, disarankan menggunakan gigi yang sesuai peruntukkannya. Jangan berjalan menggunakan posisi gigi 2 secara terus menerus.

Beberapa kasus ditemui pemilik mobil lupa memindahkan persneling dari 2 ke D saat usai melewati tanjakan. Hal tersebut bisa menjadi penyebab kerusakan transmisi.

Nah, itu tadi merupakan berbagai jenis kopling pada mobil yang bisa Carmudian ketahui.

Cek juga pilihan mobil baru dan mobil bekas dengan kondisi terbaik serta harga terjangkau cuma di Carmudi.

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Rizen Panji

Hobinya jelas, menghabiskan bahan bakar mesin 6 silinder di akhir pekan. Seleranya juga sudah jelas, mobil tua yang pintunya cuma dua. Oh iya, dirinya sangat mencintai interior mobil yang bersih dan simpel. Kalau ada yang mau ngasih mobil dengan ciri tersebut, akan diterima dengan senang hati..

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *