BeritaKomunitasSumber informasi

Kaca Belakang Calya-Sigra Rentan Pecah, Ini Kata Pakar Desain Otomotif

Kaca Belakang

Kaca belakang Calya-Sigra. Foto/Carmudi Indonesia/Zie

Jakarta – Marak beredar cerita konsumen LCGC berkapasitas 7 orang yang diproduksi Astra Daihatsu Motor (ADM) soal kaca belakangnya yang rentan retak bahkan sampai pecah. Laporan dari sosial media komunitas konsumen CalyaSigra(Calsic) sampai saat ini sudah 3 kasus yang sama, kaca belakang retak dan pecah tanpa sebab.

Carmudi Indonesia pun mencoba mencari jawaban dari pihak terkait dan berkompeten. Salah satunya adalah meminta tanggapan dari Dr Yannes Martinus, salah satu pakar desain kendaraan di Indonesia.

Dari perbincangan dengan beliau lewat whatsapp, Carmudi Indonesia dapat jawaban yang cukup masuk akal. Bahkan Yannes memberikan tanggapan cukup keras terkait kasus tersebut.

Tiga Indikasi Penyebab Retak/Pecah Kaca Belakang Calya-Sigra

Kaca Belakang

Kaca belakang Calya Sigra rentan untuk retak dan pecah. Foto/Carmudi Indonesia/Zie

Dr Yannes Martinus menyebut ada beberapa sebab penyebab pecahnya kaca belakang Calya-Sigra. Namun semua teori tersebut masih sebatas dugaannya saja. Meski demikian, apa yang diungkapkannya sangat masuk akal.

“Penyebabnya bisa jadi satu diantara tiga hal ini,” sebutnya!. “Pertama adalah material kaca belakangnya tidak bagus alias bisa saja supplier OEM-nya jelek. Sementara penyebab kedua, struktur pintu yang nempel di pilar D kurang kuat atau terlalu kaku, sehingga saat pintu bagasi belakang sering dibuka tutup, bertabrakan dengan karakter material kaca yang kaku dan menimbulkan micro crack.”

Faktor lainnya juga terkait dengan faktor cuaca. Pas kena panas atau dingin yang ekstrim, kaca mengalami pemuaian dan penyusutan yang dapat membuat micro crack tadi pecah dan meledakkan kaca.

“Indikasi ketiga, adalah sealant-nya kurang tebal. Sehingga tidak melindungi seluruh permukaan kaca dengan spare jarak muai yang cukup untuk proses pemuaian atau penyusustan kaca,” tambahnya. “Hal tersebut diakibatkan bahan sealant penempel kaca yang terlalu tipis tadi.”

Celakanya adalah saat terjadi proses pemuaian atau penyusutan ekstrim akibat suhu sekitar, ujung bidang kaca langsung memukul bidang keras dari frame pintu bagian balakang, dan hal itu akan memecahkan kaca yang sifat materialnya getas.

“Kalau sealant-nya terlalu tipis, pas memuai atau menyusut, tidak ada bidang dilatasi untuk pemuaian atau penyusustan kaca yang rigid tersebut. Alternatif lainnya adalah material sealant tidak cukup elastis dalam mengantisipasi pemuaian atau penyusutan cepat pada kaca. Sehingga dijamin pada saat kena panas ekstrim, pemuaian kaca yang begitu besar tertahan kuat oleh sealant yang tidak lentur tadi, akibatnya sudah pasti, pranggg!!!, kaca meledak,” jelasnya.

Baca Juga : Ini Jawaban Toyota dan Daihatsu

Jangan Sampai Pakai Istilah “Satos Seket Kok Jaluk Slamet”

Kaca Belakang

Sealent kaca belakang Calya Sigra tipis. Foto/Carmudi Indonesia/Zie

Satu ungkapan paling menohok yang ditulis Dr Yannes Martinus kepada Carmudi Indonesia menanggapi kasus ini adalah ‘Satos Seket Kok Jaluk Slamet’. “Jangan sampai industri manufaktur besar dan ternama memakai joke tersebut, heheheheheeee,” tulisnya sambil bergurau.

Intinya Yannes menekankan hal ini akibat proses quality control yang buruk dan tidak seragam. Dan ia pun berpesan agar kasus-kasus seperti ini bisa menjadi perhatian para produsen.

“Kalau mobil murah bukan berarti speck down dalam soal quality control. Mudah-mudahan jangan sampai karena cost down, urusan QC juga jadi di speck down. Ini akan jadi masukan bagus buat para produsen kendaraan di Indonesia,” pintanya.

Ujung-ujungnya Dr Yannes Martinus menghimbau para produsen otomotif Tanah Air agar cepat merespon apapun keluhan konsumen dan belajar untuk bertanggung jawab. Khususnya pada kasus Calya-Sigra usianya belum genap setahun, sudah mendapat banyak keluhan konsumen.

“Sayang ya, padahal kedua model ini sudah pakai desainer lokal loh. Terus keluhan lainnya belum mereka jawab? Seperti kalau penumpang penuh per belakangnya ambles. Rasanya kalau ada upaya recall resmi dari produsen dan diumumkan lewat media, ini akan jadi bahan pembelajaran baik bagi masyarakat tentang tanggung jawab sosial dari industri.”

Nah loh!!! kena deh disentil…….. (Zie)

Kaca Belakang

Kaca belakang Calya Sigra rentan pecah. Foto/Carmudi Indonesia/Zie

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts