Home » Tips dan Trik » Keluhan Honda Vario, Masalah Sepele yang Sangat Mengganggu

Keluhan Honda Vario, Masalah Sepele yang Sangat Mengganggu

Honda
Keluhan pada Honda Vario bisa diatasi dengan mudah Foto/Carmudi Indonesia.

Jakarta – Pengguna skutik pasti sangat menginginkan kenyamanan saat berkendara. Tanpa perlu oper gigi, mereka tinggal gas-rem saja selama berkendara. Sayangnya, beberapa masalah sepele membuat para bikers melontarkan keluhan, seperti pada Honda Vario series.

Honda Vario ini punya banyak varian, mulai dari 110 cc untuk yang paling murah, sampai 150 cc untuk kelas atasnya. Secara umum, jenis keluhannya terbagi dua, untuk versi 110 cc ini sejenis dengan Honda Beat dan beberapa model lainnya. Sementara versi 125 dan 150 cc biasanya hanya muncul di Vario atau skutik Honda lainnya dengan mesin ‘pekgo-an’.

Dari sekian jenis varian yang ada, keluhan yang sering muncul dari mulut pengguna Honda Vario yaitu soal getaran saat putaran bawah. Pengguna motor matik sering merasa terganggu dengan masalah tarikan motornya yang bergetar. Tarikan pun jadi kurang nendang karena getaran yang muncul tadi bikin risih.

Masalah tersebut biasanya terjadi pada saat motor sedang berada pada RPM rendah, dan dapat merambat sampai ke setang kemudi. Penyebab tarikan awal motor matik kalian bergetar yaitu karena pada bagian kampas kopling ganda (weight set) serta mangkok (clutch housing) yang sudah tipis atau selip. Bila sudah begini, kemampuan tunggangan di tanjakan juga payah.

New Honda Vario eSP
New Honda Vario eSP tampil lebih segar. Foto/AHM.

Begitu banyaknya pengguna yang mengeluhkan masalah getar atau ‘gredek-gredek’ ini, sampai sudah dianggap sebagai penyakit bawaan motor. Cara mengatasinya tidak begitu sulit, karena hanya perlu sedikit memodifikasi bagian CVT saja. Dengan sedikit usaha dan kemauan, transfer tenaga dari V-belt tidak lagi tersendat.

Sudah banyak bengkel spesialis matik yang bisa mengatasi hal ini. Mereka akan memperbaiki bagian kopling sentrifugal yang menjadi biang masalah. Gejala getar bisa hilang dengan cara modifikasi kampas kopling, mangkok kopling, atau mengganti dari merek lain dengan dudukan yang sama.

Yuk, kita telusuri lebih lanjut apa saja keluhan pada Honda Vario dan cara mengatasinya:

Mengatasi Getaran di CVT Honda Vario

Masalah ini kerap muncul di motor matik honda bermesin 125 cc ke atas. Mulai dari Vario, bahkan motor sekelas PCX pun mengalami gejala getar saat putaran bawah. CVT Vario yang bergetar disebabkan karena adanya debu yang menempel pada bagian kopling dan roller akibat gesekan berlebih.

CVT bergetar dengan ciri ‘gredek-gredek’ di putaran bawah biasanya disebabkan oleh kopling ganda yang bermasalah. Solusi pertama yaitu dengan membersihkan bagian CVT dari debu yang menempel di sekitar area tersebut. Bila masih bergetar juga, sebaiknya Carmudian perlu ‘berkreasi’ di bagian kopling sentrifugal.

Gesekan pada kampas sentrifugal dan mangkok kopling cukup besar sehingga muncul getaran. Untuk menghilangkan getaran yang muncul ini, bisa dilakukan dengan mengganti kampas kopling ganda punya Yamaha NMax.

Bagian CVT Vario 125 sering bergetar

Alasannya, bentuk kampas NMax sedikit lebih panjang namun dapat dipasang tanpa ubahan. Dengan bidang kampas lebih panjang, maka cengkeraman ke mangkok kopling lebih menggigit. Gesekan pun bisa diminimalisir dan gejala gredek hilang.

Untuk pemasangannya sendiri tinggal pasang saja dan per kampas kopling ganda bawaan Vario 125/150 masih bisa dipakai. Memang, harga kampas kopling NMax lumayan mahal, yaitu sekitar Rp350-373 ribu. Supaya pembuangan debu lebih cepat, maka bisa dilakukan modifikasi dengan memberi lubang pada bagian outer clucth (mangkok kopling).

Setang Kaku Saat Dikendarai

Masalah setang kaku kini identik menjadi keluhan pada Honda Vario. Padahal, setang yang berat dan sulit dibelokkan sebenarnya menjadi masalah umum hampir di semua motor. Penyebabnya yaitu karena setelan komstir pada motor tersebut terlalu kencang atau bagian dalamnya sudah mulai aus.

Penyakit ini bisa dirasa wajar, apalagi bila motor sering melewati jalan rusak. Guncangan dari jalan yang tidak rata membuat mangkok komstir menekan lebih rapat (ngepres). Bila baut penahan komstir sudah kencang, maka setelan komstir akan jadi kaku.

Komstir Vario

Sementara untuk setang kaku akibat komstir aus, begini kira-kira penjelasannya. Apabila pelor dan mangkok komstir sudah aus dan terkikis, maka setelan perlu dibuat lebih kencang agar pelor tetap dalam posisinya. Namun, bagian mangkok komstir sebagai rumahnya malah semakin menghimpit ketika disetel kencang dan inilah penyebabnya setang sulit saat dibuat berbelok.

Untuk mengetahui komstir itu masih bagus atau aus, maka cukup disetel ulang sendiri atau meminta bantuan bengkel. Kendurkan sedikit setelan komstir dari sebelumnya, tapi jangan kebanyakan menguranginya. Menurut pengalaman penulis, setelan komstir yang lumayan pas itu dengan mengurangi 1/4 putaran dari yang ada.

Perlu kalian ingat, menyetel jangan terlalu kendur. Ini akan mengakibatkan komstir cepat rusak, karena mangkok komstir punya celah lebih besar. Kondisi ini membuat pelor di dalamnya gampang bergeser dari posisi awal.

Tarikan Vario ‘Letoy’

Seiring pemakaian, Vario kesayangan kalian lama kelamaan performanya akan menurun. Bila sudah begini, tarikan motor semakin lemah, loyo menghadapi tanjakan apalagi diajak boncengan. Persoalan tarikan yang ‘letoy’ ini biasanya lebih banyak terjadi di bagian CVT.

Masalah yang terjadi seperti ruang CVT kotor, kondisi V-belt sudah aus, roller aus, atau per driven face lemah. Penyebab lainnya terdapat pada bagian kampas kopling dan roller. Bisa jadi, bagian CVT ini perlu mendapat perawatan dengan dibersihkan kembali dan mengganti beberapa bagian yang sudah aus.

V-belt tiap 8 ribu kilometer harus dicek sekaligus dilakukan pembersihan karena banyak debu. Sementara itu, penggantian V-belt dilakukan setiap 24 ribu km atau 2 tahun. Penggantian ini bisa lebih cepat apabila secara fisik terlihat mengalami kerusakan atau getas.

Bagian CVT dan filter ini perlu sering diperiksa dan dibersihkan (Foto: Santo/Carmudi)

Ada satu bagian lagi yang sering terlupakan, namun jadi penyebab tarikan motor jadi berat. Adalah filter udara, di mana penyaring ini berfungsi menahan debu supaya tidak masuk ruang bakar. Apabila sudah terlalu lama, maka debu yang menumpuk bisa menyumbat filter sehingga asupan udara berkurang.

Berdasarkan buku panduan pemilik, filter udara perlu diganti setiap 16 ribu kilometer. Bila masih di bawah 10 ribu kilometer, bisa dibersihkan sendiri dengan cara mengetuk-ngetuk bagian kisi-kisi filter ke lantai supaya debu yang menggumpal lekas turun.

Hindari membersihkan filter dengan angin kompresor, sebab bisa melunturkan pelumas di kisi-kisi filter. Pelumas ini berfungsi menahan debu supaya menempel di saringan kertas. Bila memang sudah sangat kotor dan diperkirakan telah melewati setahun pemakaian, Carmudian bisa mengganti dengan yang baru supaya asupan udara tetap bersih optimal.

Shockbreaker Amblas dan Keras

Keluhan yang satu ini tidak hanya terjadi di Vario Series, tetapi juga pada setiap sepeda motor yang rutin digunakan setiap hari. Bagi orang Indonesia, skutik dipilih karena mudah dan bisa angkut banyak barang di dek depan. Tidak jarang, bagian dek depan dipakai angkut beras, karung, dan macam-macam barang berat lainnya.

Akibat sering membawa barang berat, maka kemampuan shockbreaker depan dan belakang terus menurun. Bantingan shockbreaker Vario lama-kelamaan jadi makin keras dan tidak nyaman. Bila Carmudian mengalami kondisi tadi, itu menandakan sudah waktunya servis atau ganti shockbreaker.

Shockbreaker Honda Vario
Shockbreaker Honda Vario desainnya sama, hanya beda ukurannya.

Shockbreaker untuk bagian depan bisa diperbaiki, yaitu diganti pelumasnya dengan oli shockbreaker yang baru. Periode servis rutin shock depan ini antara enam bulan sampai setahun sekali, tergantung pemakaian. Penggantian oli shock depan secara rutin ini secara tidak langsung membuat komponen komstir lebih awet, loh.

Sebab, guncangan yang berasal dari jalanan kasar bisa diredam dengan baik oleh suspensi depan. Rambatan guncangan tidak begitu terasa di bagian segitiga dan komstir. Sebaliknya, shockbreaker depan yang sudah mati berisiko membuat komstir lebih cepat oblak akibat menerima guncangan terus menerus dari roda yang menghantam permukaan jalan kasar.

Selanjutnya untuk shockbreaker belakang, tidak harus langsung diganti apabila sudah amblas dan bantingannya kasar. Sekarang ini bengkel shockbreaker motor sudah tersebar luas sehingga makin gampang apabila ingin memperbaiki. Seperti halnya shock depan, perbaikan shock belakang juga cukup mengganti dengan oli shock baru.

Oli shock yang sudah lama biasanya tidak lagi sanggup bersirkulasi di ‘suling’ atau saluran pelumas secara optimal. Biasanya, oli shock sudah encer sehingga akan sulit untuk menahan rebound atau tendangan balik shock ketika bersirkulasi. Bila ingin mengganti, bisa saling substitusi dengan milik Honda Beat sehingga mudah dicari untuk versi copotan atau bekasnya.

Nah, sudah tahu kan sekarang apa saja keluhan yang sering dirasakan para pengguna Honda Vario. Yuk, kita rawat si kuda besi kesayangan supaya enggak rewel saat di jalan.

 

Penulis: Yongki Sanjaya

Editor: Dimas

Baca Juga:

Jangan Sampai Salah, Ini Cara Gunakan Smart Key System di Honda Vario 150

Previous post
Honda CRF150L Buatan Indonesia Makin Laris di Luar Negeri
Next post
Catat, Ini Tanggal Penyelenggaraan Balap Mobil Listrik Formula E di Jakarta