Home » Mobil » Kisah Mobil Shop, Diler Mobkas Tersukses di Carsentro Semarang

Kisah Mobil Shop, Diler Mobkas Tersukses di Carsentro Semarang

Diler mobil bekas Mobil Shop di Carsentro Semarang
Diler mobil bekas Mobil Shop di Carsentro Semarang

Semarang – Carmudi Indonesia sebagai situs jual-beli kendaraan terpercaya di Indonesia memiliki satu lini bisnis. Lini bisnis tersebut berupa bursa otomotif mobil bekas bernama Carmudi Sentra Otomotif (Carsentro). Salah satu Carsentro yang memiliki pergerakan cukup masif adalah Carsentro Semarang.

Mobil Shop merupakan salah satu diler mobkas yang berkembang di Semarang saat ini  juga “penghuni” Carsentro . Singgih Eko Prabowo yang merupakan pemilik diler Mobil Shop bisa dibilang menjadi penjual mobkas tersukses yang ada di Carsentro Semarang.

Tak heran jika pria berusia 40 tahun ini dalam satu bulan bisa menjual hingga lebih dari 40 unit mobil bekas. “Penjualan saya tertinggi itu bisa menjual sampai 32 unit dalam sebulan. Angka itu hanya melalui aplikasi BCA. Kalau ditambah dari luar aplikasi BCA bisa sampai 40 unit lebih,” ujar pria ramah ini kepada Carmudi melalui sambungan telepon, Rabu (22/4/2020).

Sudah Bergabung Sejak 2016

Singgih Eko Prabowo mengaku sejak bergabung dengan Carsentro Semarang, omzet penjualannya selalu meningkat. “Saya pertama kali bergabung itu di tahun 2016. Sebelumnya sudah ada 2 bursa serupa di Semarang hanya saja saya kurang cocok. Begitu ditawarkan oleh sales Carmudi, saya langsung merasa cocok saja. Pertama kali saya memesan 3 lot,” sambungnya dengan semangat.

Mobil Shop tawarkan mobil bekas berkualitas di Carsentro Semarang
Mobil Shop tawarkan mobil bekas berkualitas di Carsentro Semarang

Pada saat pertama kali menempati lokasi Carsentro di Jl. Brigjen Sudiarto No. 132, bisnis yang dijalankan tidak seperti sekarang. “Waktu awal saya hanya bisa menjual 2-3 unit satu bulan. Beberapa bulan kemudian langsung naik drastis bisa sampai 20 unit lebih satu bulan. Akhirnya saya putuskan untuk menambah slot dari 3 menjadi 5,” bebernya.

Segmentasi mobil bekas yang ada di kota Semarang diakui lebih dominan oleh mobil LCGC. “Kalau di tengah kota itu lebih ke mobil murah yang harganya terjangkau. Kalau di pinggiran lebih ke mobil tua. Saya sekarang fokus ke mobil penumpang seperti LCGC. Karena perputarannya lebih cepat,” kata Singgih.

Penjualan yang positif tersebut didorong oleh faktor letak Carsentro Semarang yang sangat strategis. Tak heran jika bisnis yang ia jalankan berkembang cukup pesat hingga awal tahun 2020 lalu. Di awal 2020, sayangnya wabah covid-19 menyelimuti Tanah Air. Berbagai sektor bisnis pun terpaksa gigit jari lantaran mengalami penurunan penjualan cukup drastis.

Memutar Cara Ditengah Pandemi Covid-19

Tak terkecuali diler miliknya. “Selama wabah covid-19 ini pengaruhnya langsung terjun bebas. Penjualan langsung drop. Carmudi kebetulan bekerjasama dengan BCA dan saat ini sedang close order akibat pandemi. Otomatis agak berkurang penjualan kami,” kata pria yang saat ini memiliki 10 karyawan di Carsentro Semarang.

Mobil bekas terkena imbas penurunan penjualan di pandemi covid-19
Mobil bekas terkena imbas penurunan penjualan di pandemi covid-19

Untuk memutar otak, ia pun mencari cara. Penjualan yang tadinya difokuskan kepada kredit, kini terpaksa harus diganti dengan metode cash. “Selama ini lebih banyak penjualan kredit, pas kondisi normal biasanya kita tawarkan kredit. Nah di pandemi ini, kita fokuskan cash. Agar karyawan saya juga bisa tetap digaji,” lanjutnya.

Di tengah pandemi yang saat ini sedang berlangsung, Mobil Shop berharap agar Carmudi lebih fleksibel. “Kebetulan baru diinfo untuk bulan April ini dikasih free. Kita berterima kasih sekali dan merasa sangat dihargai oleh Carmudi. Kebetulan aplikasi BCA saat ini sedang close order dan berharap penjualan kembali normal. Semoga kalau belum membaik Carmudi bisa lebih fleksibel,” tutupnya.

 

Penulis: Rizen

Editor: Lesmana

Previous post
Jokowi Larang Mudik, Korlantas Akan Minta Kendaraan Putar Balik
Next post
Adu Ganteng dan Performa Honda CB150R vs Yamaha Vixion, Mana Lebih Kece?