Berita

Mercedes-Benz Ingin Garap G-Wagen Convertible Crossover

Belum lama ini para petinggi Mercedes-Benz mengungkapkan kalaudalam jangka menengah ini ingin menghadirkan mobil dengan konsep convertible crossover. Ide ini bukanlah sesuatu yang benar-benar baru, karena sampai dengan setahun yang lalu mereka sudah pernah menjual mobil dua pintu di pasar Eropa yang berbasis dari G-Wagen. Tapi, produksi mobil tersebut harus dihentikan karena penjualannya yang menurun. Meski begitu, pabrikan asal Jerman itu meyakini kalau masih akan ada pasar untuk G-Wagen Convertible Crossover tersebut.

G-Wagen Convertible Crossover Berada di Segmen Terbatas

Mercedes mengatakan kalau mereka harus menyingkirkan beberapa hambatan terlebih dulu, sebelum mulai memproduksi lagi mobil tersebut. Pabrikan asal Jerman itu menyadari harus bisa memilah model bisnis yang akan dimasuki, karena pengembangan G-Wagen convertible crossover dipastikan akan menguras biaya yang cukup banyak. Terlebih lagi, pasar yang akan dituju nantinya akan sangat terbatas.

Mercedes-Benz G-Wagen Convertible Crossover

Mercedes-Benz G-Wagen Convertible Crossover

Namun menilik dari apa yang sudah dilakukan oleh rival mereka, Land Rover, yang sudah menunjukkan kalau bisa mengatasi kondisi yang dianggap tak mungkin. Pabrikan asal Inggris itu belum lama ini mengonfirmasi kalau mereka berniat memerkenalkan ‘versi telanjang’ dari Evoque, yang kemungkinan akan hadir sekitar akhir tahun ini atau awal tahun depan.

G-Wagen Convertible Crossover Bidik Pasar Tiongkok

Pihak Mercedes-Benz menyatakan kalau dilanjutkan atau tidaknya proyek ini berdasarkan dari reaksi para calon pembeli di Tiongkok, apakah sepakat dengan konsep G-Wagen crossover yang tampil polos. Hal itu diutarakan sendiri oleh wakil presiden Mercedes-Benz untuk divisi mobil sport dan SUV, Wolf-Dieter Kruz, dalam sebuah wawancara dengan media Australia, CarAdvice.

“Pasar Tiongkok saat ini tak bagus, atau secara total, dalam konteks mobil-mobil convertible, sedan berbasis kupe yang klasik, dan juga mobil-mobil roadster. Hal ini memang menjadi salah satu faktor pendorong untuk memasuki segmen tersebut, tapi untuk portofolio secara keseluruhan apakah bisa mendulang kesuksesan di Tiongkok?” ujar Kurz.

Mercedes-Benz G-Wagen Convertible Crossover

Mercedes-Benz G-Wagen Convertible Crossover

Selain itu, Kurz juga menekankan kalau proyek itu masih dalam tahap perdebatan dan belum ada keputusan final yang sudah diambil. Walaupun belum ada yang resmi, tapi dugaan sementara mobil konsep pra produksi akan diperkenalkan di ajang Beijing Motor Show, dengan harapan mampu memikat calon pembeli potensial. Jika terbukti akan diproduksi, maka mobil berbasis crossover ini akan hadir di diler-diler paling lambat sekitar tahun 2020.

Galih Rachdityo

Memulai karir sebagai jurnalis otomotif di media cetak MODIF dan Classic+ pada akhir 2007. Sempat beralih menjadi jurnalis olahraga pada akhir 2010 di media online, bolanews.com. Terhitung sejak akhir September 2014, bergabung dengan tim editorial Carmudi Indonesia sebagai content writer yang mengulas berita-berita otomotif terkini. E-mail: [email protected]

Related Posts